- 1) Menghentikan perbuatan dosa.
- 2) Menyesal atas perbuatannya.
- 3) Berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi lagi.
- 4) Jika perbuatan dosa itu berkaitan dengan orang lain, maka kita harus mengembalikan hak-hak orang yg telah didzalimi dan mendoakan kebaikan untukya.
Kamis, 31 Maret 2016
Golongan ke - 1 : Orang-Orang Yang Bertaubat
Ringkasan Bab I
(40 Karakteristik Mereka Yang dicintai Allah Berdasarkan Al-Qur’an dan
As-Sunnah)
Golongan ke - 1
Orang-Orang Yang Bertaubat
Orang yang selalu bertaubat
adalah orang yang senantiasa kembali kepada Allah SWT setelah bermaksiat dan
menyelisih perintahNya. Setiap dosa itu akan menjauhkan bahkan memutuskan
hubungan hamba dari RabbNya. Seseorang akan selamat dunia-akhirat apabila ia tersesat langsung
tersadar dan kembali kepada Allah SWT seraya bertaubat.
Dalam hadis Qudsi
dikatakan:
"Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu
semuanya dalam keadaan lurus. Namun setan datang, lalu membelokkan mereka
dariAgama".(HR Muslim no 2865)
Allah SWT berfirman:
وَمَن يَعۡمَلۡ سُوٓءًا أَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهُ ۥ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ
ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا (١١٠)
"Dan barangsiapa yang
mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia mohon ampun kepada
Allah niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampunlagi Maha Penyayang"
(QS An-Nisa {4} :
110)
Bertaubat atas dosa-dosa wajib
disegerakan dan tak boleh ditunda-tunda. Seseorang yang melakukan dosa harus
segera menyesali perbuatannya kemudian menghapus bekasnya dengan kebaikan
sebelum titik-titik hitam menutupi qolbu dan sulit terhapus. Manfaatkan waktu
untuk kebaikan sebelum ajal menjemput.
Rasulullah SAW bersabda :
"Ikutilah keburukan dengan kebaikan, pasti kebaikan
itu akan dapat menghapus (dosa) nya”. (Hasan, HR Tirmidzi no 2053)
Luqman berkata kepada puteranya, "Wahai anakku, janganlah
kamu mengakhir-akhirkan taubat karena kematian itu datangnya tiba-tiba".
Allah SWT berfirman,
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُ ۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ
وَيَعۡلَمُ مَا فِى ٱلۡأَرۡحَامِۖ وَمَا تَدۡرِى نَفۡسٌ۬ مَّاذَا تَڪۡسِبُ غَدً۬اۖ
وَمَا تَدۡرِى نَفۡسُۢ بِأَىِّ أَرۡضٍ۬ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ
(٣٤)
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya
sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan
mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
[dengan pasti] apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang
dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal.
(QS Luqman {31} : 34)
إِنَّمَا ٱلتَّوۡبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ
بِجَهَـٰلَةٍ۬ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ۬ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ
عَلَيۡہِمۡۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَڪِيمً۬ا (١٧)
"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi
orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka
bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang gambarnya diterima Allah. Dan
Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana".
(QS An-Nisa {4} : 17)
Taubat hukumnya wajib atas orang-orang yang taat dan orang-orang
yang suka bermaksiat kepadaNya. Kewajiban taubat bagi orang yang bermaksiat
sudah jelas. Sedangkan kewajiban taubat bagi orang-orang yang taat maksudnya
adalah karena mereka belum tentu dapat mempersembahkan ibadah yang terbaik dan
murni sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Syarat taubat kepada Allah SWT
adalah:
Apakah masih ada taubat bagi
orang-orang yang bergelimang dosa??? Sedangakan kita menyadari bahwa dosa- dosa
kita bukan hanya teramat banyak tp juga juga berulang dan bertumpuk. Masihkah
Allah SWT akan menerima taubat kita???
Sesungguhnya Allah memberikan
rasa gembira kepada hamba-hambaNya dengan membuka seluas-luasnya pintu taubat.
Sehingga janganlah kita berputus asa dari Rahmat & ampunan allah SWT. Mintalah
taufiq agar qolbu kita terang dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.
Allah SWT berfirman di
beberapa ayatNya dalam Al-Qur’an,
۞ قُلۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ
ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥٣)
وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُ ۥ مِن قَبۡلِ أَن
يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ (٥٤) وَٱتَّبِعُوٓاْ أَحۡسَنَ
مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّڪُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَڪُمُ ٱلۡعَذَابُ
بَغۡتَةً۬ وَأَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ (٥٥) أَن تَقُولَ نَفۡسٌ۬ يَـٰحَسۡرَتَىٰ
عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِى جَنۢبِ ٱللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ ٱلسَّـٰخِرِينَ (٥٦)
أَوۡ تَقُولَ لَوۡ أَنَّ ٱللَّهَ هَدَٮٰنِى لَڪُنتُ مِنَ ٱلۡمُتَّقِينَ (٥٧)
أَوۡ تَقُولَ حِينَ تَرَى ٱلۡعَذَابَ لَوۡ أَنَّ لِى ڪَرَّةً۬ فَأَكُونَ مِنَ
ٱلۡمُحۡسِنِينَ (٥٨) بَلَىٰ قَدۡ جَآءَتۡكَ ءَايَـٰتِى فَكَذَّبۡتَ بِہَا
وَٱسۡتَكۡبَرۡتَ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡكَـٰفِرِينَ (٥٩)
“Katakanlah: "Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (53) Dan
kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang
azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong [lagi]. (54) Dan ikutilah
sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan
tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, (55) supaya jangan ada orang yang
mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam [menunaikan
kewajiban] terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang
memperolok-olokkan [agama Allah]. (56) atau supaya jangan ada yang berkata:
’Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk
orang-orang yang bertakwa’. (57) Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia
melihat azab: ’Kalau sekiranya aku dapat kembali [ke dunia], niscaya aku akan
termasuk orang-orang berbuat baik’. (58) [Bukan demikian] sebenarnya telah
datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu
menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir". (59)
“.
(QS Az-Zumar [39} :53 – 59)
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةً۬
نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَيُدۡخِلَڪُمۡ
جَنَّـٰتٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِى ٱللَّهُ
ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ ۥۖ نُورُهُمۡ يَسۡعَىٰ بَيۡنَ
أَيۡدِيہِمۡ وَبِأَيۡمَـٰنِہِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا
وَٱغۡفِرۡ لَنَآۖ إِنَّكَ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ (٨)
“Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu
dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman
bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah
kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah
bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas
segala sesuatu". (QS At- Tahrim [66] : 8)
وَإِنِّى لَغَفَّارٌ۬ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحً۬ا ثُمَّ
ٱهۡتَدَىٰ (٨٢)
“Dan sesungguhnya
Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian
tetap di jalan yang bena”r. (QS Thaha [20] : 82)
Dalam sebuah hadis diceritakan;
“Dahulu dikalangan orang-orang sebelum kalian ada seorang
laki-laki yang sudah membunuh 99 orang.kemudian ia bertanya tentang orang yang
paling alim di daerah tersebut. Maka dia ditunjukkan pada seorang rahib
(pendeta), lalu datanglah ia kepada rahib itu. Ia berkata kepada si rahib bahwa
ia telah membunuh 99 orang, apakah diterima kalau ia bertaubat. Tahib itu
menjawab, “tidak”, lalu orang orang tersebut membunuh si rahib sehingga
lengkaplah menjadi 100 orang. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang
paling alim di daerah tersebut, lalu ia ditunjukkan kepada seseorang yang alim.
Ia lalu berkata kepada bahwa ia telah membunuh 100 orang, apakah bisa diterima
kalau ia bertaubat. Orang alim itu menjawa, “Ya”, (karena) siapakah yang dapat
menghalangimu dari bertaubat? Pergilah ke
daerah fulan, karena disana ada orang-orang yang beribadah kepada Allah,
beribadahlah kepada Allah bersama mereka
di sana dan janganlah kembali ke daerahmu, karena daerah tersebut “jelek”. Lalu
pergilah laki-laki itu. Ketika baru sampai pada setengah dari perjalanannya,
(tiba-tiba) datanglah kematian kepadanya. Para malaikat rahmat dan para
malaikat azab memperdebatkan masalah laki-laki tersebut. Malaikat rahmat
berkata,”ia datang untuk bertaubat dan menghadap kepada Allah”. Adapun malaikat
azab berkata, “Sesungguhnya ia belum mengerjakan kebaikan sama sekali”. Lalu datanglah
malaikat kepada mereka berbentuk bani adam, lalu mereka menjadikannya hakim
diantara mereka, maka dia berkata, “ukurlah antara 2 daerah tersebut”. Para malaikat
kemudian mengukur dua daerah tersebut. Dan mereka mendapatkan bahwa ternyata
laki-laki itu lebih dekat ke daerah yang ia inginkan (untuk bertaubat), maka
para malaikat rahmat mengambilnya”,
(Muttafaq ‘Alaih, HR. Bukhari no.3470 dan Muslim no.2766)
Salah satu tips bila kita
sungguh-sungguh ingin bertaubat adalah kita harus berhijrah dari lingkungan
yang buruk ke lingkungan yang baik. Berhijrah dari kelompok atau teman-teman
yang buruk (yang bisa menjauhkan kita dari Allah SWT) kepada kelompok dan
teman-teman yang baik, sehingga iman, akhlak dan ibadah dapat terjaga baik.
Maka dari itu, marilah kita
memperbanyak taubat dan ampunan kepada Allah SWT. Hadirilah majelis-majelis
dzikir dan ilmu agar kita termasuk dalam golongan orang- orang yang dicintai
Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah,
karena aku bertaubat kepadaNya 100 kali dalam sehari”
(HR. Ahmad, 19/334 no.3, Shahih)
Semoga bermanfaat…
~ Rienz ~
Langganan:
Komentar (Atom)



