Tampilkan postingan dengan label Hadits Arba'in Nawawiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits Arba'in Nawawiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

Hadits Ke-42 : Berdoa & Berharap Hanya Kepada Allah SWT




-->
Hadits Ke-42 :  Berdoa & Berharap Hanya Kepada Allah SWT 
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda: Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, selagi Engkau berdoa dan brharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni engkau dan Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu).
Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni engkau.
Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun, maka akan Aku temui engkau dengan ampunan sepenuh bumi pula”.

(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).
 Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:
1.      Berdo’a adalah bentuk komunikasi yang paling pribadi antara Sang Pencipta (Allah SWT) dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
2.      Berdo’a adalah sarana yang disediakan Allah SWT kepada semua hamba-Nya supaya lebih bertaqwa kepada-Nya dan menyadari keberuntungannya.
3.      Kasih saying Allah SWT sangat luas tak terhingga dibandingkan gunung-gunung dosa dari hamba-hamban-Nya.
4.      Pintu ma’af Allah SWT selalu terbuka lebar bagi hamba-hambanya yang sungguh-sungguh bertaubat dan mau berfikir.
5.      Berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, Dialah semata-mata Yang Maha Pemberi Ampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.
6.      Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.
7.      Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.


-->
Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-40 : Kiat Menyikapi Dunia


-->
Hadits Ke-39 : Kiat Menyikapi Dunia
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .
[رواه البخاري]
 Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam memegang kedua pundak saya seraya bersabda : “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara”, Ibnu Umar berkata :” Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari. 
Gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”.
(Riwayat Bukhori)
Pelajaran
1.      Segeralah bertaubat dan mempertebal ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan melakukan semua amalan baik yang diridhoi Allah SWT
2.      Bersegera mengerjakan amalan-amalan yang baik dengan memperbanyak ketaatan, tidak lalai apalagi menunda-nundanya karena kita tidak tahu kapan ajal akan datang menjemput.
3.      Jangan biasakan menyia-nyiakan kesempatan untuk beramal baik karena kehidupan di dunia hanyalah persinggahan saja sedangkan kehidupan kekal ada di akhirat nanti.
4.      Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepada-Nya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.
5.      Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh agar  hidupnya di dunia tidak tersesat.
6.      Waspada akan lingkungan agar tujuan akhirat kita tak terhalang.
7.      Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa yang mendatangkan manfaat. Dan seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.
8.      Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.



Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-39 : Perilaku Yang Diampuni Allah SWT


-->
HADITS KE-39 : PERILAKU YANG DIAMPUNI ALLAH SWT

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
[حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]
 Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda : Sesungguhnya Allah SWT memafkan beberapa perilaku umatku ; keliru, lupa dan terpaksa”.
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)


Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-38 : Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT


-->

Hadits Ke-38 : Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
[رواه البخاري]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : “Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda : Sesungguhya Allah SWT berfirman : Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang dengannya.
Tidak ada taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan ibadah yang telah Aku wajibkan kepadanya.
Hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah di luar yang fardhu), maka Aku akan mencintainya.
Jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku niscaya akan aku beri. Dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi”.

(H.R Riwayat Bukhori)
Pelajaran yang dapat diambil dari hadits/الفوائد من الحديث:
1.      Besarnya kedudukan seorang wali, karena dirinya diarahkan dan dibela oleh Allah Ta’ala.
2.      Perbuatan-Perbuatan (amalan) fardhu merupakan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta’ala.
3.      Siapa yang kontinyu melaksanakan sunnah dan menghindar dari perbuatan maksiat maka dia akan meraih kecintaan Allah Ta’ala.
4.      Jika Allah Ta’ala telah mencintai hamba-hambanya maka Dia akan mengabulkan doa-doa hamba-hambanya itu.

 Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Senin, 27 Juni 2011

Hadits Ke-37 : Pahala Kebaikan Berlipat Ganda


-->
HADITS KE-37 : PAHALA  KEBAIKAN  BERLIPAT  GANDA

عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ : فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَةَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ  ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً "
[رواه البخاري ومسلم في صحيحهما بهذه الحروف]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu ' Alaihi  Wassallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut. Barang siapa berniat melaksanakan kebaikan, kemudian dia tidak jadi melakukannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai 10 kebaikan hingga 700 kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian tidak melaksanakannya, maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan”.
(Riwayat Bukhori dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).
Pelajaran
1.      Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman sangat luas dan ampunannya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas.
2.      Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak diperhitungkan dan manusia tidak dipaksa menunaikannya.
3.      Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktik.
4.      Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah tersedia.
5.      Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan ganjaran.

Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Jumat, 24 Juni 2011

Hadits Ke-36 : Menolong Sesama Muslim


-->


HADITS KE-36 : MENOLONG  SESAMA  MUSLIM


 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ      فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
(رواه مسلم)
 Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda : “Barang siapa menyelesaikan berbagai kesulitan dunia seorang mu’min, niscaya Allah akan memudahkan berbagai kesulitannya di hari kiamat. Dan barang siapa memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhira. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.
Tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah lalu membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan rahmat kepada mereka, dikelilingi para malaikat dan Allah sebut-sebut mereka dihadapan para makhluk disisi-Nya.
Dan barang siapa  lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya”.

(Riwayat Muslim)
 Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث  :
1.      Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka dia akan dapatkan tabungan kiamat yang kelak akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
2.      Sesungguhnya pembalasan disisi Allah Ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.
3.      Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.
4.      Harus meneguhkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar kelak tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya tidak akan menjadi sia-sia.
5.      Memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.
6.      Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
7.      Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.



Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-35 : Hubungan Sesama Muslim


-->


HADITS KE-35 : HUBUNGAN  SESAMA  MUSLIM


 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
[رواه مسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda : “Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan jahat jika dia menghina saudara muslimny. Haram bagi setiap muslim atas muslim lainnya; darahnya, hartanya, dan kehormatannya”.
(Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Larangan untuk saling dengki.
2.      Larangan untuk berbuat keji dan menipu dalam urusan jual beli.
3.      Diharamkan untuk memutuskan hubungan terhadap muslim. Sebaliknya harus dijaga persaudaraan dan hak-haknya karena Allah Ta’ala.
4.      Islam bukan hanya aqidah dan ibadah saja, tetapi juga didalamnya terdapat urusan akhlak dan muamalah.
5.      Hati merupakan sumber rasa takut kepada Allah Ta’ala.
6.      Taqwa merupakan barometer keutamaan dan timbangan seseorang.
7.      Islam memerangi semua akhlak tercela karena hal tersebut berpengaruh negatif dalam masyarakat Islam.



Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-34 : Mengubah Kemungkaran


-->
-->
HADITS KE-34 : MENGUBAH  KEMUNGKARAN
  
عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
[رواه مسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda : ”Barang siapa melihat kemunkaran maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka rubahlah (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman”.
(Riwayat Muslim)
 Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya.
2.      Ridho terhadap kemaksiatan termasuk diantara dosa-dosa besar.
3.      Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.
4.      Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan.
5.      Mengingkari kemunkaran dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.

Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~