Senin, 07 Mei 2012

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 8 : Muraqabah yang Tak Terhalang



Mutiara Hikmah 8


Muraqabah yang Tak Terhalang


“Jangan menunggu hingga selesai semua gangguan makhluk,
sebab yang demikian itu akan menghalangimu
dari muraqabah (mawas diri) kepada-Nya.
Padahal Dia menempatkanmu disana…”


Penjelasan:
Abdullah bin ‘Umar r.a. pernah berpesan, “Apabila engkau berada di waktu senja, maka janganlah menunggu tibanya waktu pagi untuk melakukan suatu amal kebaikan. Demikian pula jika engkau tengah berada di waktu pagi, jangan sampai menunggu tibanya waktu senja untuk melakukan amal kebajikan. Pergunakanlah kesempatanmu secara bijak dan baik sebelum kesempitan menderamu”.

Pesan Syaikh Ibn ‘Atha’illah, “Dan diantara keduanya itu, yakni kebaikan dan keburukan (waktu luang dan sempit) terletak ujian Allah Ta’ala di sana”. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya (21) ayat 35 ;

سُوۡرَةُ الاٴنبیَاء

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةً۬‌ۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ (٣٥)

Surah NABI-NABI
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (35)




Tambahan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 7 : Gantungkan Hidupmu Hanya Kepada Allah



Mutiara Hikmah 7


Gantungkan Hidupmu Hanya Kepada Allah


“Permintaamu kepada-Nya, berarti suatu tuduhan terhadap-Nya.
Permintaamu bagi-Nya (agar Allah mendekatkan dirimu),
menunjukkan engkau jauh dari-Nya.
Engkau meminta kepada selain-Nya,
berarti engkau tidak punya rasa malu kepada-Nya.
Dan engkau meminta dari selain-Nya,
disebabkan karena engkau jauh dari-Nya”


Penjelasan:
Meminta kepada Allah Ta’ala yang dimaksud di sini adalah apa-apa yang telah menjadi kewenangan-Nya untuk memberi serta sudah menjadi ketetapan-Nya terhadap seluruh makhluk-Nya. Allah tidak akan mungkin mengingkari ketetapan dan janji-Nya karena semua itu tergantung pada usaha dan ketawakalan kita sebagai makhluk-Nya.

Syaikh Ibnu ‘Athaillah lebih lanjut menjelaskan, bahwa untuk urusan kebutuhan duniawi, kita tidak pantas lagi meminta kepada-Nya. Kerena memang sudah pasti janji dan ketetapan-Nya. Yang pantas untuk kita lakukan adalah mencari demi mencapai keridho-an-Nya. Dan lebih tidak pantas lagi jika kita meminta kepada selain-Nya. Adapun yang pantas untuk kita ajukan kepada-Nya hanyalah terhadap semua urusan yang berkaitan dengan kebutuhan akhirat.





Tambahan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.

Rabu, 02 Mei 2012

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 6 : Belenggu yang Menghalangi Jalan Menuju Allah



Mutiara Hikmah 6


Belenggu yang Menghalangi Jalan Menuju Allah


“Bagaimana hati dapat bersinar, sementara gambar-gambar duniawi
tetap terlukis dalam cermin hati itu?
Atau bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah,
kalau masih terbelenggu oleh syahwatnya?
Atau bagaimana mungkin seseorang akan antusias menghadap ke hadirat Allah apabila hatinya belum suci dari ‘junub’ kelalaiannya?
Atau bagaimana mungkin seorang hamba bisa memahami kedalaman berbagai rahasia, sementara ia belum bertaobat dari kesalahannya?”


Penjelasan:
Adalah mustahil untuk menyatukan antara kebaikan dengan keburukan, sebagaimana mustahilnya menyatukan antara malam dan siang.




Tambahan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 5 : Manfaat Uzlah Bagi Qolbu



Mutiara Hikmah 5


Manfaat Uzlah Bagi Qolbu


“Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi qolbu sebagaimana uzlah,
sebab dengan memasuki uzlah (perenungan) pikiran kita jadi luas”


Penjelasan:
Menyendiri atau melakukan perenungan merupakan langkah terbaik guna mengisi qolbu yang tengah mencari jati diri menuju Allah Ta’ala.




Tambahan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.