Selasa, 01 Mei 2012

Diantara Sebab-Sebab Turunnya Rizki




Diantara Sebab-Sebab Turunnya Rizki

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat melapangkan rizki, yaitu :

1. Takwa Kepada Allah SWT.
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan dapat menjadikannya teru bertambah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Thalaq ayat  2-3, yaitu ;

سُوۡرَةُ الطّلاَق

فَإِذَا بَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمۡسِكُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ فَارِقُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ۬ وَأَشۡہِدُواْ ذَوَىۡ عَدۡلٍ۬ مِّنكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلشَّهَـٰدَةَ لِلَّهِ‌ۚ ذَٲلِڪُمۡ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ‌ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢)
وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)
Surah TALAK
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (2)
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan [keperluan] nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan [yang dikehendaki] Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (3)

Setiap orang yang bertakwa menetapi segala yang diridhoi Allah SWT dalam segala kondisi (istiqamah), maka Allah SWT akan memberikan keteguhan dunia dan akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap permasalahan dan problematika hidup. Selain itu Allah SWT juga akan memberikan rizki dengan cara yang tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah SWT  di atas, yaitu ;

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang, maka Allah akan memberikan jalan keluar dalan setiap urusannya. Dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya".

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A’raf (7) ayat 96, yaitu ;

سُوۡرَةُ الاٴعرَاف

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ (٩٦)

Surah TEMPAT TERTINGGI
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (96)

2. Istighfar dan Taubat
sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Nuh (71) ayat 10-12 yang mengisahkan tentang Nabi Nuh. Juga dalam surat Hud (11) ayat 52, yaitu ;

سُوۡرَةُ نُوح

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُ ۥ كَانَ غَفَّارً۬ا (١٠)
يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارً۬ا (١١)
وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٲلٍ۬ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّـٰتٍ۬ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡہَـٰرً۬ا (١٢)

Surah NABI NUH
maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, (10) niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, (11)
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan [pula di dalamnya] untukmu sungai-sungai. (12)

سُوۡرَةُ هُود

وَيَـٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡڪُم مِّدۡرَارً۬ا وَيَزِدۡڪُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ (٥٢)
Surah HUUD
Dan [dia berkata]: "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (52)

Al-Qurthubi mengatakan ; “Di dalam ayat-ayat tersebut (diatas) terdapat petunjuk, bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan”.

Ada seseorang yang mengeluh soal kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah". Lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi seseorang yang mengatakan kepada beliau, "Mohonkanlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak". Maka beliau menjawab,"Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang dan beliaupun menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Karena jawaban beliau selalu sama membuat orang-orang bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun mengapa anda memerintahkan mereka semua beristighfar?". Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah SWT telah berfirman di dalam surat Nuh (seperti yang telah disebutkan di atas).

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti total dari segala dosa. Karena orang yang beristighfar dengan lisannya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya, maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faedah sebagaimana yang diharapkan.

3. Tawakkal Kepada Allah
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Talaq ayat 3

سُوۡرَةُ الطّلاَق

وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

Surah TALAK
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan [keperluan] nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan [yang dikehendaki] Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (3)


Nabi Muhammad SAW juga bersabda ;

"Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki. Mereka pergi pagi-pagi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang".
(HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Bani)

Tawakal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar hanya kepada-Nya saja serta yakin hanya Allah SWT satu-satunya yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, mudhorot dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan serta lain sebagainya adalah dari Allah SWT semata.

Maka hakikat tawakal adalah sebagaimana yang disampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla dalam mencari kebaikan (kemaslahatan) dan menghindari mudhorat (bahaya) untuk seluruh urusan dunia dan akhirat. Menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah dan merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi, menahan atau mendatangkan manfaat serta mudhorot selain Dia.

4. Silaturahim
Berikut ini adalah hadits-hadits yamg berkaitan dengan silaturahmi.

Dari Abu Hurairah ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturahim'."
(HR. Al-Bukari)

Dari Abu Hurairah r.a,  "Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabat dengannya. Karena sesungguhnya silaturahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur'."
(HR Ahmad dan disahihkan oleh al- Bani)

5. Infaq fi Sabilillah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Saba'  (34) ayat 39)

سُوۡرَةُ سَبَإ

قُلۡ إِنَّ رَبِّى يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُ ۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَىۡءٍ۬ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۖ ۥ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٲزِقِينَ (٣٩)

Surah KAUM SABA’
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi [siapa yang dikehendaki-Nya]". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (39)


Ibnu Katsir berkata, "Apapun yang kau infaq-kan dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Allah akan memberi ganti kepadamu di dunia serta memberi pahala dan balasan di akhirat kelak".

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 267-268, yaitu ;

سُوۡرَةُ البَقَرَة

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا ڪَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ‌ۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِ‌ۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ (٢٦٧)
ٱلشَّيۡطَـٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُڪُم بِٱلۡفَحۡشَآءِ‌ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةً۬ مِّنۡهُ وَفَضۡلاً۬‌ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ۬ (٢٦٨)
Surah SAPI BETINA
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah [di jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (267)
Syaitan menjanjikan [menakut-nakuti] kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan [kikir]; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia [*]. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. (268)
[*]. Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.


Dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT berfirman, 'Wahai anak Adam, berinfaqlah maka Aku akan berinfaq kepada’."
(HR. Muslim)

6. Menyambung Haji dengan Umroh.
Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW.

Dari Ibnu Mas'ud ra. Rasulullah SAW bersabda, "Ikutilah haji dengan umroh karena sesungguhnya keduanya akan menghilang kefakiran dan dosa sebagaimana pandai besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak. Dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga".
(HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai disahihkan oleh al-Bani)

Maksudnya adalah jika kita berhaji, maka sambung ibadah haji itu dengan umroh atau jika kita melakukan umroh, maka sambung umroh tersebut dengan melakukan ibadah haji.

7. Berbuat Baik (Ihsan) Kepada Orang Lemah (Dhu’afa).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan orang-orang lemah diantara kalian”.
(HR. Bukhari)

Yang termasuk kaum dhu’afa adalah
·      Fuqara, adalah orang-orang yang membutuhkan bantuan tapi tidak mencari bantuan tersebut karena malu padahal mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut.
·       yatim, miskin, orang yang sedang tertimpa musibah, orang-orang terlantar, janda-janda miskin, hamba sahaya, dan lain sebagainya.

8. Serius Dalam Beribadah.

Nabi Muhammada SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, ‘Wahai anak Adam bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada-Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung Kefakiranmu’.”
(HR. Abu Hurairah)

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid tanpa melakukan aktivitas sosial dan bekerja. Namun yang dimaksud adalah menghadirkan hati (qolbu) dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah SWT. Merasa sedang menghadap Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa. Yakin sepenuhnya bahwa diri ini sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang Menguasai Langit dan Bumi.

Sebenarnya masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti ; hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah SWT, meninggalkan kemaksiatan, istiqomah serta melaksanakan ketaatan-ketaatan lain yang belum bisa disampaikan lebih rinci lagi.

Mudah-mudahan Allah SWT selalu melimpahkan taufiq dan bimbingan kepada kita semua…
Amiin...



Sumber :
·         Kitab “Al-Asbab al-Jalibah Lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan.
·         Buletin Dakwah Th X No.433 Jum’at 1 Muharram 1425 H / 27 Februari 2004
·         Kajian MKI-Sehati (Cilember, 28 April 2012)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

jazakalloh....

Mahendro mengatakan...

Alhamdulillah... kajiannya cukup lengkap.