Kamis, 21 Juni 2012

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 10 : Eksistensi Allah SWT dan Alam



Mutiara Hikmah 10


Eksistensi Allah SWT dan Alam


“Betapa jauh bedanya antara orang yang berdalih bahwa ‘adanya Allah menunjukkan adanya alam’ dengan orang yang berdalih bahwa ‘adanya alam menunjukkan adanya Allah’.
Orang yang berdalih dengan ‘adanya Allah menunjukkan adanya alam’ itu mengerti betul bahwa kebenaran adalah bagi Sang Pemilik sehingga ia menetapkan segala perkara dengan menunjuk kepada asalnya (Allah).
Sedangkan orang yang berdalih ‘adanya alam menunjukkan adanya Allah’ adalah karena ia tidak sampai kepada-Nya.
Kapankah Allah itu gaib, sehingga diperlukan bukti untuk mengetahui keberadaan-Nya?
Dan bilakah Dia itu jauh, sehingga benda-benda alamlah yang mengantar kita kepada-Nya”


Penjelasan:
Asal kejadian manusia itu adalah tidak tahu apa-apa, kemudian Allah Ta’ala melengkapinya dengan segala jenis kebutuhan untuk mengenal-Nya. Semua ini bertujuan agar manusia bersyukur hanya kepada Allah SWT semata, sebab hanya dengan bersyukur manusia mampu mengenali jati dirinya.

Allah Ta’ala berfirman

سُوۡرَةُ النّحل

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـًٔ۬ا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَـٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ‌ۙ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ (٧٨)

Surah LEBAH
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
(QS an-Nahl [16] : 78)



Catatan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.


0 komentar: