Janganlah berkecil hati hanya karena beberapa kali kegagalan.
Setelah memahami bahwa hidup ini memang penuh kesulitan,
pada akhirnya hidup kita akan berjalan lancar kalau kita terus melangkah ke depan
dan mengikuti patokan penilaian yang benar.
Jumat minggu lalu temanku, Maria meminjamkan sebuah novel. Sebenarnya kalau dilihat dari tampilan luarnya aku sudah bisa menduga bahwa novel ini agak berbeda dengan yang biasa yang aku baca. Yang bikin aku agak terkejut dan agak penasaran adalah “ taste “ temanku itu. Tak ku dapat jawaban darinya…. Dia benar-benar mengejutkan…satu lagi sisi lain Maria yang tertangkap olehku.
Kisah hidup empat orang investor hebat dari negeri Paman Sam ini disajikan dalam bentuk komik sehingga jalan ceritanya terasa segar dan tidak membosankan karena ada ekspresi dari gambar-gambar yang tersaji disana. Aku rasa jika penyajian biography seseorang dituangkan dalam bentuk komik menyenangkan juga untuk dibaca meski terlalu singkat karena hanya intinya saja yang ditampilkan. Tapi untuk biography keempat orang hebat ini sepertinya pemilihan penyajian dalam bentuk komik adalah yang terbaik karena sepertinya akan sangat membosankan bagiku jika terlalu banyak teori. (huff…padahal aku lulusan ekonomi …)
Meski penyajiannya berbentuk komik tetapi buku ini sarat akan ilmu karena dalam filosofi hidup serta keberhasilan keempat investor hebat yang legendaris ini tersembunyi kebenaran-kebenaran yang perlu dipelajari dan dicontoh, khususnya oleh orang-orang yang berniat untuk menjadi investor sejati.
Philip Fisher ( 8 September 1907 ), si detektif investasi yang menitik beratkan pada perumbuhan perusahaan yang tidak dapat ditunjukkan dengan angka lalu membandingkannya dengan profit serta kinerja perusahaan, misalnya kualitas pihak eksekutif manajemen, moral para pegawai, ada tidaknya pengembangan usaha, ekspansi pasar saham dan lain-lain. Tips dari Fisher adalah“ Ambillah kegagalan berinvestasi sebagai pengalaman belajar. Jangan terus terpaku pada kegagalan karena kegagalan yang sulit dihindari juga ada. “
Benjamin Graham ( London 1894 ) yang dikenal sebagai bapak analisis. Ia membuat metode yang memperhitungkan penjualan per-saham dan profit secara matematis lalu menganalisisnya apakah suatu bargain stock bernilai untuk diinvestasikan atau tidak. Bargain stock adalah saham rekomendasi yang harganya relatif lebih murah dibandingkan harga rata-rata pasar. Graham juga mengatakan“ Sebenarnya perbedaan antara spekulator dan investor terletak pada posisi yang diambilnya terhadap fluktuasi pasar saham. Investor yang bijak tidak memusatkan perhatiannya pada fluktuasi harga saham tetapi pada nilai intrinsik perusahaan ( nilai perusahaan yang sebenarnya ). “
Warren Buffett ( Omaha, 30 Agustus 1930 ), investor brilliant yang mengidolakan teori Fisher meskipun ketika di Universitas ia berguru kepada Benjamin Graham.Buffett membangun filosofi investasinya sendiri, yaitu membeli perusahaan dan tak akan pernah menjualnya dan hal itu merupakan cerminan dari kata-katanya“ Saya bukannya rakus uang, melainkan menikmati proses bertambahnya uang. “
Pada tahun 1959 secara kebetulan Buffett bertemu dengan Charles Thomas Munger ( 1 Januari 1924 ), seorang pengacara lulusan HarvardLawSchool yang kemudian menjadi partner sekaligus penasihatnya. Tips dari Munger adalah “ Untuk menjadi investor unggul, pahamilah tabiat anda lebih dari apapun juga “. Dengan strategi investasi yang membatasi pada perusahaan yang mempunyai nilai saham stabil serta berkaitan erat dengan sektor kehidupan, mereka membangun Berkshire Hathaway menjadi perusahaan sekuritas nomor satu di dunia.
Meski pengarangnya dari Jepang tetapi penggambaran tokohnya tidak seperti komik Jepang pada umumnya yang pernah aku baca ( berwajah tirus baik laki-laki maupun perempuan dengan mata besar ) hanya alur ceritanya saja yang seperti komik Jepang, cepat dan dramatis. Oya… kalau novel komik ini dicetak berwarna …gimana ya …. mungkin rasa pembacanya juga akan beda….
Pokoknya tidak rugi deh jika membaca novel ini… karena gaya bahasanya ringan jadi ilmunya lumayan bisa terserap oleh pembacanya. Thanks...Maria....
Tahukah kamu semua salah satu sumbangsih Omar Khayyam dibidang aljabar???
Pada awalnya Khayyam memakai istilah Arab “ Chay ” yang berarti “ sesuatu ” untuk menunjukkan unsur yang tak dikenal dalam hitungan aljabar. Lalu ketika kekuasaan islam meluas hingga ke Spanyol sepertinya kata “ Chay ” ini diadaptasi oleh para ilmuan spanyol karena dalam karya-karya ilmiahnya kata “ Chay ”sering ditulis “ Xay ”. Lama-kelamaan kata itu disingkat dengan menggunakan huruf awalnya saja “ x “, yang kemudian menjadi lambing universial untuk unsure yang tak dikenal.
Prestasi penting lainnya dari seorang Omar Khayyam adalah keberhasilannya mengkoreksi kalender Persia ( tarikh Favardin ) dan melengkapinya dalam penanggalan Masehi. Hasil kerja kerasnya selama tiga tahun di observatorium Isfahan itu kemudian diresmikan tanggal 21 Maret 1079. Tidak heran jika pada tahun 1980 seorang astronom Rusia menggunakan nama besar Omar Khayyam untuk diabadikan menjadi nama sebuah planet kecil yang dia temukan dalam galaksi luas ini.
Rubaiyat Omar Khayyam merupakan kumpulan ( antologi ) puisi karya Omar Khayyam yang ditulis dalam bahasa Persia. Setiap untai syair dan puisi Omar Khayyam terdiri dari empat baris selain itu menurut keterangan dari google jumlahnya sekitar seribu puisi. Antologi puisi dan syair Omar Khayyam itu telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dunia.
Aku agak sedikit kecewa dengan novel ini karena sebelumnya aku berharap bisa menikmati secara mendalam keindahan dan kesyahduan Rubaiyat Omar Khayyam yang sangat termasyhur itu. Kisah dalam novel ini terbagi dua, sebagian pertama bercerita tentang kehidupan Omar Khayyam serta asal muasal penulisan Rubaiyat dan sebagian lagi berkisah tentang pencarian naskah asli Rubaiyat Omar Khayyam oleh Benjamin O. Lasage.
Omar Khayyam sejatinya adalah seorang astronom, matematikawan, dokter dan filusuf. Tetapi karena ia mempunyai bakat lebih dalam berpuisi maka dikemudian hari ia lebih dikenal sebagai penyair dibandingkan sebagai ilmuwan. Omar Khayyam lahir di Nisyapur pada tanggal 8 Juni 1048 M dan wafat pada tanggal 4 Desember 1131 dalam usia 84 tahun. Omar Khayyam hidup di zaman dinasti Seljuk. Ia bersahabat dengan Hassan Sabbah juga menjalin hubungan erat dengan penguasa Isfahan bernama Sultan Maliksyah dan wazirnya bernama Nizam Al-Mulk. Selama hidupnya Omar Khayyam banyak membuat karya-karya penting di bidang ilmu pengetahuan yang sayangnya dalam novel ini tidak mendapat porsi yang seimbang dengan gelar yang disandangnya. Amin Malouf hanya membahas cikal bakal Naskah Rubaiyat dan perjalanannya di Samarkand dan Isfahan hingga terkurung di Benteng Alamut, markas kaum pembunuh ( sekte paling mengerikan sepanjang sejarah ). Perjalan Omar Kayyam tentu saja diiringi dengan panasnya intrik politik serta serta lezatnya bumbu asmara. Naskah Rubaiyat itu sempat dikira musnah sewaktu tentara Mongol yang dipimpin Jenghis Khan menyerbu dan memusnahkan hasil budaya yang ada dalam benteng Alamut. Tetapi tiba-tiba naskah itu muncul lagi enam abad kemudian di tangan seorang pembunuh. Sampai disini kisah Omar Khayyam dan Rubaiyat-nya yang menghilang.
Kemudian enam abad kemudian, diawal abad ke-20 Benjamin O. Lasage mencoba mencari jejak dan keberadaan Naskah Rubaiyat Omar Khayyam. Melalui pamannya, Benjamin dikenalkan kepada Sayid Djamaludin yang kemudian diteruskan kepada Mirza Reza. Dengan berlatar belakang revolusi di Timur-Tengah beserta intrik-intriknya dan juga dihiasi jalinan kasih yang menyentuh serta mendebarkan, cerita ini berujung dengan terkuburnya kitab legendaris itu di Samudra Atlantik bersama kapal pesiar mewah Titanic.
Tak banyak memang puisi Omar khayyam di novel ini tapi dua di bawah ini membuatku menjadi termenung.
Surga dan Neraka ada di dalam dirimu
***
Langitlah yang menjadi pemain, kita hanya pion belaka
Itulah kenyataan, bukan sekedar gaya-gayaan.
Di atas papan catur dunia kita ditempatkan dan dipindahkan-Nya.
Lalu tiba-tiba kita dijatuhkan-Nya ke dalam sumur ketiadaan.
* "Nulla Dies Sine Linea, Tiada Hari Tanpa Baris-baris Tulisan" (Jean-Paul Sartre)
Beautiful Expression
"Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri amal kalian sebelum diri (amal) kalian ditimbang. Dan bersiaplah menghadapi hari yang besar, yakni hari diperlihatkannya amal seseorang, sementara semua amal kalian tidak tersembunya dari-Nya" (Umar bin Khattab)
"Hasbunallah wa ni’mal wakil...Ni’mal maula wa ni’man nashir,"Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami" "