Selasa, 04 Januari 2011

THE KREUTZER SONATA

Kisah  Suami  Pencemburu
Penulis          : Leo Tolstoy
Penerjemah  : Wawan Eko Yulianto
Penerbit        : Jalasutra
Cetakan         : I, November 2009
Tebal              : viii+160 Halaman

Lagi-lagi kudapatkan salah satu karya terbaik dari sastrawan kelas dunia di event Book Fair. Dengan harga miring aku bisa dapatkan salah satu karya Leo Tolstoy. Bukunya memang tipis tetapi isinya benar-benar dahsyat, kritis,  dan sangat emosional. 

Kisah Posdnicheff diawali dari percakapan yang terjadi dalam sebuah gerbong kereta api yang sedang melaju. Sepertinya untuk mengurangi kebosanan selama dalam perjalanan para penumpang berbagi cerita tentang berbagai hal.  Aku jadi teringat sama penumpang kereta api jurusan Jakarta-Bogor / Bogor-Jakarta yang juga sangat akrab. Bahkan kabarnya dalam sebuah artikel disurat kabar ibukota pernah dibahas kalau komunitas itu membuat acara arisan segala. Duhh… jadi ngelantur nih…kembali ke Posdnicheff…

Seiring dengan laju kereta, percakapan diantara para penumpangpun bergulir mulai dari soal bisnis, seni, pendidikan hingga soal cinta, perkawinan dan perceraian. Pada awalnya Posdnicheff tidak tertarik dengan pembahasan mereka tetapi ketika ada seorang wanita berkata bahwa; “ … cinta mensucikan perkawinan dan bahwa perkawinan sejati adalah perkawinan yang disucika oleh cinta “, Posdnicheff mulai terusik. Ia kemudian meminta penjelasan tentang “ Hakikat Cinta “ kepada semua orang yang terlibat dalam diskusi itu. Ia merasa wanita itu kolot, tidak realistis, terlalu mengagung-agungkan cinta dan membiarkan dirinya dibuai mimpi karena menurut Posdnicheff cinta itu mempunyai banyak wajah yang bisa berganti rupa sesuai dengan kebutuhan. Menurutku sebenarnya wanita itu tidak benar-benar salah karena kehidupan percintaan setiap orang itu berbeda-beda.

Ketika Posdnicheff tinggal berdua saja dengan sang narator, ia mencurahkan semua beban yang menggalayutinya. Apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Posdnicheff tentang kisah cinta dan kehidupan perkawinannya ditumpahkan seluruhnya kepada sang narator yang lebih memilih sebagai pendengar yang baik ketimbang menjadi  lawan bicaranya. Posdnicheff menjelaskan bahwa perempuan tidaklah selemah yang yang dikira laki-laki.

Jadi siapakah sebenarnya yang lebih berkuasa : lelaki atau perempuan ? Secara lahiriah mungkin banyak yang menyetujui jika laki-laki lebih kuat dan berkuasa ketimbang perempuan. Tetapi Posdnicheff memberikan penilaian dari sudut pandang yang berbeda, ia mengatakan bahwa perempuan tidak akan mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki jika ia tidak dilihat sebagai objek dari kepuasan dan kenikmatan laki-laki. Secara tidak langsung Posdnicheff ingin membuka pemahaman kita bahwa perempuan punya cara sendiri untuk menunjukkan kekuatannya dan eksistensinya di dimata laki-laki. Karena dengan segala kelemahan dan kekurangannya ( sesuai dengan kodratnya ) ternyata perempuan bisa membuat laki-laki tanpa sadar terjebak dan bertekuk lutut dihadapan perempuan.

Hmmm… mendadak aku jadi teringat dengan syair lagu  “ Sabda Alam “ yang dipopulerkan oleh Titik Puspa
Diciptakan alam pria dan wanita
Dua makhluk dalam asuhan  dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
Adapun wanita lemah lembut manja
Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
Namun ada kala pria tak berdaya
Tekuk lutut di kerling wanita
Posdnicheff datang dari salah satu keluarga bangsawan Rusia. Dan hidupnya hampir tidak pernah jauh dari pesta, wanita dan minuman. Meskipun menjalani kehidupan yang bebas Posdnicheff selalu berangan-angan tentang masa depan yang ideal, yaitu bahwa suatu saat ia akan menikahi wanita yang tidak banyak tingkah serta tuntutan dan menjadi laki-laki yang setia pada istri dan keluarganya.

Singkat cerita Posdnicheff jatuh cinta dan menikah dengan seorang wanita. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka penuh dengan gairah cinta meski terkadang diselingi dengan percekcokan. Tetapi lama kelamaan cek-cok itu membesar menjadi perang dingin bahkan pertengkaran. Kehadiran anak-anak dalam rumah tangga mereka juga tidak bisa  menjembatani segala permasalahan diantara keduanya. Sebetulnya Posdnicheff menyadari akar permasalahan yang terjadi dalam pernikahan mereka, tetapi sepertinya mereka tidak mampu menguasai  dan mengontrol emosinya.

“... penyebab abadi luka-luka pernikahan ialah kecemburuan “. ( hal. 70 )

Selanjutnya masih dihalaman yang sama Posdnicheff juga menjelaskan

“ Mustahil kecemburuan hilang antara suami istri yang hidup secara amoral. Jika menolak mengorbankan kenikmatandemi kesejahteraan anak-anak, artinya sejak saat itu mereka bulat-bulat menyimpulkan tak akan mengorbankan kesenangan, jangankan demi kebahagian dan ketentraman hidup, demi nuranipun tidak “.

Perbincangan dalam kereta itu terus berlangsung hingga akhirnya Posdnicheff menceritakan bagian yang paling tragis dalam kehidupan perkawinannya.  Setelah melahirkan anak kelima, dokter menyarankan kepada istri Posdnicheff untuk memasang alat kontrasepsi agar hidupnya bisa lebih santai dan jauh dari histeria. Dan Posdnicheff yang pencemburu dan posesif itu tidak menyukai posisi yang menguntungkan istrinya karena kemerdekaan istrinya itu berarti kekalahannya. Posdnicheff merasa superioritasnya sebagai suami dan kepala rumah tangga terganggu dan terabaikan dengan kebebasan isterinya.

Disaat yang kritis itu hadirlah laki-laki lain, seorang pemain biola bernama Traoukhatchevsky. Meskipun telah mempunyai lima anak istri Posdnicheff masih terlihat cantik dan kehadiran pemain biola seakan menjadi oase bagi hidupnya yang menjemukan. Posdnicheff benar-benar terpojok tetapi ia berusaha bersabar dengan segala tingkah istrinya. Mereka berdua terlihat akrab bahkan dalam sebuah pertunjukan musik di gedung balai kota mereka berkolaborasi memainkan bait-bait The Kreutzer Sonata dengan apik.

Hingga suatu malam tragedi itupun menyapa. Ketika Posdnicheff sedang berada di luar kota dengan segala pesonanya istri Posdnicheff berhasil menggaet si pemain biola.  Posdnicheff yang sudah dikuasai amarah akhirnya menukar kekalahannya dengan nyawa isterinya. Ia menghunuskan belati ke bagian bawah payudara isterinya. Dan istri yang melakukan perzinahan itu akhirnya tewas di tangan suaminya yang pencemburu.

Untuk beberapa lama Posdnicheff harus menpertanggung jawabkan perbuatannya. Tetapi  tak lama kemudian ia dibebaskan. Lalu Posdnicheff melanjutkan perjalannya dengan menaiki kereta api Pozdnyshev. Dan di perjalanan ia mencari pengampunan dari sesama penumpang dengan cara menceritakan kisahnya.

Aku menyukai novel ini, aku menyukai Tolstoy karena ia selalu menggambarkan dan menyuarakan kondisi sosial masyarakat Rusia pada zamannya, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Novel ini menggambarkan pertarungan antara kaum tua dan kaum muda; antara mereka yang menjunjung tingggi nilai-nilai pernikahan dengan mereka yang menganggap pernikahan sebagai prostitusi jangka panjang; antara kekangan dan kebebasan; antara penindasan dan perjuangan. Dan Tolstoys adalah seorang yang briliant.

Menurut informasi yang kudapat dari sinopsis di bagian belakang novel ini dan juga dari mesin pencari otomatis google, kisah tragis yang terbit pertama kali pada taun 1889 ini langsung di cekal dan ditentang keras perdarannya oleh pemerintah Rusia. Pemerintah Rusia mungkin menganggap ide-ide serta nilai-nilai yang disampaikan dalam novel ini dapat memicu ekses-ekses negatif di masyarakat yang bisa membahayakan negara.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa setidaknya sekitar delapan film dibuat berdasarkan novel ini. Selain itu juga ada beberapa pementasan, musik, lukisan, tari balet di Rusia, Eropa dan Amerika yang diadaptasi dari novel ini. 

Woww..... aku jadi pengen nonton filmnya.....


~*  Rienz  *~

Jumat, 31 Desember 2010

HapPy N3w Ye@R 2011




Entah mengapa sebaris ayat Al-Qur'an dari Surat Ar-Rahman ini selalu berdengung di telingaku...

Dan aku ingin sekali…
 ayat Allah SWT yang diulang sebanyak 31 kali dalam Surat Ar-Rahman ini,
 menemaniku melewati malam pergantian tahun ini...

Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban
~* Maka nikmat Tuhan Kamu yang manakah yang kamu dustakan ? *~

***

Juga sebait puisi dari Jaluddin Rumi

Disebabkan Ridha-Nya
Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan Cinta-Mu?

***

 ( luapan kegembiraan menyambut tahun baru 2011 )

Allah SWT Tuhanku…
Terimakasih atas segala nikmat-Mu...
Ma'afkan aku...
Bantulah aku menjadi seseorang yang berharga bagi-Mu…
Aamiin...




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)

Selasa, 21 Desember 2010

The Reader


The Reader
Sutradara                   : Stephen Daldry
Pemain Utama          : Kate Winslet, Ralph Fiennes, David Kross.
Skenario                     : David Hare (screenpaly) dan Bernhard Schlink

Akhirnya kesampaian juga niat ini untuk menonton film The Reader. Agak terlambat memang tapi tak apalah yang penting rasa penasaranku bisa lenyap. Bukan hanya karena magnet Kate Winslet  dan Ralph Fiennes saja tetapi juga karena tema dan settingnya yang bagus membuat aku memilih film ini sebagai teman akhir pekan.  Lewat permainan watak dari Kate Winslet yang mempesona tidak heran jika film ini berhasil meraih Piala Oscar untuk kategori Pemeran Wanita Terbaik. Di film ini aku sedikit kecewa dengan aktingnya Ralph Fiennes yang datar saja tapi mungkin karena itu pengaruh dari perannya juga kali yah…

Film ini merupakan adaptasi dari novel Jerman karya Benhard Schlink berjudul Der Vorlesser  atau The Reader yang terbit  tahun 1995.  Novel ini menceritakan sekelumit kisah hidup Hanna Schmidt  yang indah, silent juga mengharukan. Jujur Aku belum baca novelnya bahkan aku  juga baru tahu ada novelnya sewaktu membaca resensi filmnya.
Hhmm… payah…

Ralph Fiennes yang berperan sebagai Michael Berg dewasa mengisahkan kembali kisah asmaranya di musin panas ketika ia masih remaja. Film ini bersetting  di Berlin - Jerman, pasca PD II tahun 1958. Saat itu seorang remaja berusia 15 tahun bernama Michael yang diperankan oleh David Kross sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya sehabis bersekolah. Michael berjalan agak  limbung karena terserang demam. Lalu datang Hanna Scmith seorang wanita dewasa berusia menjelang 40 tahun yang bekerja sebagai kondektur term dan menolongnya. Oleh dokter Michael divonis menderita penyakit jangkering ( scarlet fever ) dan selama tiga bulan dia harus diasingkan supaya penyakitnya tidak menular pada yang lain.

Setelah tiga bulan Michael menemui Hanna diapartemennya dengan membawa buket bunga. Alih-alih memberikan tanda terima kasih, Michael malah secara tidak sengaja melihat ketelanjangan Hanna. Sebagai laki-laki yang baru saja beranjak dewasa tentu saja hormon Michael bergarak liar menanggapi tubuh perempuan telanjang di depannya. Ia sangat terpesona dengan Hanna. Dari sini kemudian hubungan mereka berubah dari teman menjadi hubungan sepasang kekasih. Tidak ada yang salah memang jika laki-laki dan wanita saling jatuh cinta. Tetapi bila usia keduanya terpaut jauh bisa jadi pergunjingan hebat di masyarakat karena standart moral yang ada di masyarakat saat itu bahkan hingga saat ini belum bisa ( tidak akan bisa ) toleran dengan keadaan mereka. Meskipun cantik Hanna memang lebih cocok menjadi ibu atau bibi ( tante ) - nya Michael ketimbang sebagai kekasih.  Lucunya Hanna memanggil kekasihnya itu dengan sebutan “ Nak “ . Jadi istilah gaulnya kalau di Indonesia film ini adalah kisah cinta seorang “ tante “ dengan “ berondong “.

Hubungan percintaan Hanna dan Michael di musim panas itu semakin seru dan mendalam. Untung saja aku menikmati film ini sendirian ( nggak kebayang deh malunya aku kalau nonton bareng temen-temen bisa habis aku “ diceng-in ” ) jadi tidak ada yang memergoki gimana rona dan tampang “ aneh “ ku terpasang saat itu.  Gaya berpacaran mereka berdua selalu dibumbui hubungan badan. Mungkin karena banyak adegan “ syur-nya “ banyak adegan dalam film ini yang dipotong oleh BSF.  Tetapi BSF mungkin bingung juga kali yah untuk men-sensornya karena adegan itu memang dibutuhkan untuk mendapatkan “ jiwa “ dari filmnya itu sendiri. Jadi meski sudah di-edit tetap saja ada adegan syur yang lolos dan bikin aku deg-degan bahkan bersemu-semu dan cekikikan sendiri .

Suatu hari, ketika sedang rehat bercinta Hanna menanyakan perkembangan sekolah Michael. Dari situ kemudian Hanna sering meminta Michael untuk dibacakan sebuah buku bahkan ketika mereka sedang bercinta.  Michael dengan senang hati melakukan untuk kekasihnya. Dia membacakan berbagai jenis buku untuk Hanna mulai dari novel sastra seperti The Odysses, Huckleberry Finn hingga komik Tintin. Agaknya Michael membawa pencerahan kepada Hanna karena ia semakin senang dengan buku-buku. Dari sekian banyak buku yang dibacakan oleh Michael ada satu buku yang rupanya memberi kesan yang sangat mendalam bagi Hanna, yaitu The Lady With The Dog karya Anton Chekov.  Dan novel ini pula yang kemudian menjadi penerang hidup Hanna meski sudah sangat terlambat.

Hubungan terlarang itu berlangsung singkat, hanya sekitar tiga bulan saja karena secara tiba-tiba  Hanna meninggalkan Berlin dan Michael tanpa alasan. Hanna sepertinya tidak bahagia ketika mendapat promosi jabatan dari tempatnya bekerja. Ada ketakutan yang selalu menghantuinya dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kota lain dan mencari pekerjaan.  Michael yang sangat mencintai Hanna tentu saja merasa patah hati dan kepergian Hanna sepertinya meninggalkan luka yang sangat mendalam dihatinya. Michael sangat sedih karena  di campakkan oleh Hanna tanpa ada penjelasan. Dan kepedihan hatinya itu sepertinya terbawa sampai dia dewasa dan mempengaruhi perkawinan dan keluarganya.

Delapan tahun kemudian ( 1966 ) ketika Michael menjadi mahasiswa di Heidelberg Law School ia berjumpa lagi dengan Hanna dalam kondisi dan situasi yang berbeda. Hanna menjadi satu dari enam terdakwa dalam kasus pembunuhan di Kamp Konsentrasi Auschwitz semasa pemerintahan diktator Hitler. Michael tidak menyangka sekali akan bertemu dengan mantan kekasihnya dengan cara seperti ini apalagi di pengadilan itu Hanna menjadi terdakwa utama dan terancam hukuman paling berat. Ternyata delapan tahun lalu Hanna pergi dari Berlin dan kemudian bekerja sebagai anggota SS ( Schutzstaffel ) yang ditugaskan di Kamp Konsentrasi Yahudi di Auschwtz. Kenyataan itu tentu saja sangat mengguncang jiwa Michael.  Dari kasus yang dibuka di ruangan pengadilan itu akhirnya kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya ditutup-tutupi dan ditakuti oleh Hanna selama ini. Ternyata dibalik penampilannya yang dingin dan keras ternyata  jiwanya sangat rapuh. Michael sebenarnya mengetahui kelemahan Hanna dan ia sebenarnya bisa meringankan hukuman wanita yang dicintainya, tetapi hal itu tentu saja tidak mungkin dilakukannya. Dia tidak siap membuka aibnya sendiri. Dan ketidak berdayaannya itulah yang sepertinya kemudian menghantui dan membebani hidupnya.

Film ini benar-benar keren banget.  Empat jempol deh buat akting Kate Winslet yang  sangat mengagumkan. Totalitasnya menjadi seorang Hanna sangat mengagumkan. Make-up nya juga bagus banget jadi perwatakan dari Hanna di awal 40 tahun sampai umur sekitar 60 tahun-an tereksplor sangat bagus. Akting David Kross sepertinya juga oke dan dia mampu mengimbangi akting Kate Winslet. Film ini juga menyajikan gambar-gambar yang bagus dan mampu menghadirkan wajah Berlin dan pedesaan  “ tempoe doeloe “ .Buat yang kurang suka dengan film drama mungkin akan terasa membosankan apalagi ketika bagian sidang peradilan telah hadir  karena banyak dialog disana, padahal The Reader film yang bagus banget untuk dianalisa karena zaman sekarang kisah percintaan yang “ luar biasa “ seperti ini hampir dapat dipastikan dapat terulang.

 Rienz