Senin, 10 Maret 2008

Monolog Sabtu 08 Maret 2008 (Part I)

Biasanya weekendku sangat biasa tapi kali ini agak sedikit Ruuar Biasa... Gak biasanya sabtu lalu aku keluar rumah dari pagi sampai malam bahkan pake acara nginep segala lagi. Berbagai macam rasa ada di hari sabtu dari yang gak enak, biasa aja sampe yg uenak. Wuihh.. never forget lah... asam, manis, pedas, gurih n spice ada di weekendku Hmmm....Yummy....

Sekitar jam 10 pagi aq bersama Mela+Nayla, Penny, Edo & Retno sudah bergerak ke arah timur menuju rumah Eva. Qta memang sudah berencana untuk menjenguk Eva dan anaknya, Zalfa Calista sbg new commer di bumi ini. Calista gemuk n lucu pa lagi kalo lg dipakein alis, kayak boneka cina. Pokoknya bahagia tergambar di mata Eva, Heru dan seluruh keluarganya.
Walau diwarnai sedikit gejolak di awal perjalan antara Edo dan Penny tapi semua tetap bersuka pa lagi diselingi tingkah lucu dan malu2 Nayla. Pd kesempatan itu qta jg memberikan bingkisan dari temen2 kantor berupa Baby Stroller Pikko yg dibeli sehari sebelumnya di Mal Ambassador.

Ramah temeh diselingi sup hangat, ayam, emping juga beberapa kudapan membuat suasana gerimis nan dingin jd hangat. Sekitar jam 01.30 akhirnya kunjungan qta pun usai. Selai tuan rumah yg sudah kelihatan lelah dan butuh istirahat, qta juga ingin memanfaatkan weekend tuk berbagi keperluan pribadi yg pastinya menyenangkan. Dlm perjalan pulang aq memutuskan untuk mampir sebentar melihat temen2 kantorku yg semangat main badminton. Edo mengantarku dan Retno sampai terminal blok M sementara Mela dan Nayla di drop di depan Blok M Plasa, sedangkan Edo n Penny bebas entah kemana melanjutkan acara weekendnya.

Aq dan Retno sampai di Andhara (gelanggang bulutangkis) sekitar jam 04.30. Disana sdh banyk temen2 yg sedang asik bertanding. Diantaranya ada Iman, Sandy, Dolly, Mukti, Putut, Candra, Erik, Denny, Adun, Ibrew, Joko. Sedangkan Maria (istrinya Ibrew) memanjakan dirinya dengan menonton TV dr Ponselnya. Hanya setengah jam Aq berada di Andhara karena setelah itu aq ada janji sama Nisa dan Mbak Ilenk tuk nonton Monolog di TIM. Aq harus segera pulang untuk membersihkan diri dari aroma asap dan debu. Gak lucu kan klo dateng ke acara yg cukup prestisius itu dengan dandanan kumal. Paling tidak aq pengen terlihat rapi dan tercium wangi....hi...hi...hi...

(...)

~* Rienz *~


0 komentar: