Selasa, 19 Oktober 2010
TRILOGI WARNA ( 2 )
WARNA AIR
Penulis : Kim Dong Hwa
Alih Bahasa : Rosi L. Simamora
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Agustus, 2010
Tebal : 320 Halaman
Jika sekuntum bunga berada di dalam pagar,
Dapatkah kupu-kupu di luar menahan godaan untuk masuk ke dalam ?
***
Aku ingin menjadi bara api yang menarik kupu-kupu api,
dan ketika mati aku ingin mati sambil saling berpelukan.
Aku ingin menemukan laki-laki seperti itu
***
Warna Air adalah sekuel kedua dari Trilogi Warna karya Kim Dong Hwa. Sekuel kedua ini didominasi oleh cinta, bunga dan wanita. Air merupakan sumber kehidupan yang yang dapat membangkitkan, menyuburkan dan menyegarkan cinta, bunga serta wanita. Bunga sangat identik dengan wanita karena wanita itu jelita dan harum seperti bunga. Dan dengan kekuatan air bunga akan selalu berganti, segar, indah dan harum.
Perlahan tetapi pasti Ehwa kini beranjak dewasa. Ia bukan lagi kuncup bunga karena kini kelopaknya sedikit demi sedikit merekah dan siap menebar pesona dan keharuman bagi siapa saja yang memandangnya, tidak terkecuali bagi ibunya sendiri. Kekaguman ibu Ehwa akan pertumbuhan putri lambat laun menimbulkan kekhawatiran. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat wajar dialami oleh setiap orang tua karena orang tua manapun tidak ingin harta nya yang sangat berharga itu cacat atau hilang. Ibu Ehwa berhati-hati sekali dalam membimbing putrinya agar menjadi wanita sempurna. Hal ini bisa diketahui ketika Ehwa dimarahi ibunya karena menyukai aroma Bunga Kastanye. Karena menurut adat di Korea aroma Bunga Kastanye seperti aroma cairan sperma laki-laki.
Selain bertambah dewasa secara fisik, Ehwa sekarang mulai mengerti arti cinta sebenarnya. Jika di sekuel pertama dia hanya sekedar naksir atau hasrat sesaat saja tetapi sekarang Ehwa belajar cinta yang sesungguhnya melalui Duk Sam, seorang pegulat muda. Sementara itu hubungan Ibu Ehwa dengan si Tukang Gambar juga semakin serius. Dan hal itu ditandai dari jumlah pena si Tukang Gambar yang menghiasi dinding rumah tempat tinggal Ehwa dan Ibunya.
Hubungan keseharian Ehwa dengan ibunya juga harmonis, mereka sering bertukar pikiran dan berbagi tentang banyak hal terutama yang berhubungan dengan masalah perempuan dan cinta. Meski terlihat flat tetapi sesungguhnya ada sedikit riak diantara mereka. Ehwa sedikit menyembunyikan hatinya dari sang ibu karena sekarang ada Duk Sam dihatinya dan ia kurang yakin dengan pilihannya itu. Ibu Ehwa terkadang kurang mengerti arah pikiran Ehwa apalagi ketika anaknya itu dengan terang-terangan mengejek kekasihnya, si Tukang Gambar. Tingkah Ibu Ehwa yang seperti anak perawan baru mengenal cinta itu membuatnya sedikit kehilangan perhatian atas perubahan pada diri Ehwa. Tetapi hal itu tak menjadi masalah karena komunikasi mereka sangat baik. Dan Ibu Ehwa senang sekali ketika anaknya menghadiahkan kekasihnya sebuah ikat pinggang. Dan hal itu membuat Ibu Ehwa dan Tukang Gambar memikirkan masa depan mereka.
Meskipun pemikiran Ehwa sering bertolak belakang dengan Bong Soon tetapi mereka masih bersahabat. Boong selalu menilai Ehwa sebagai gadis kecil yang lugu padahal agresifitas seks-nya yang dilakukan dengan Dong Chul sangatlah tidak bertanggung jawab. Dan Ehwa tidak ingin mendapatkan cinta seperti yang dilakukan Bong Soon dan Dong Chul. Sepertinya Ehwa tidak ingin proses pendewasaan dirinya seperti kebayakan teman sebayanya. Ia menginginkan ingin yang terbaik.
Apa yang ditakutkan Ibu Ehwa sepertinya menjadi kenyataan karena kecantikan Ehwa telah membuat mata laki-laki terhipnotis dan menginginkan Ehwa. Hal ini diketahui dari pembicaraan di kedai minum ibunya. Apa lagi ketika datang seorang Mak Comblang yang diutus oleh Master Cho, laki-laki tua yang ingin mempersunting Ehwa. Tentu saja permintaan Mak Comblang tidak mendapat sambutan baik dari Ibu Ehwa karena ia mengiginkan yang terbaik bagi putrinya. Ibu Ehwa percaya ( hal. 213 ) “ … jika kau berhati-hati memilah semua sampah maka kau akan menemukan bongkahan emas diantaranya …“
Seperti halnya bunga perempuan selalu ingin tampil cantik dan segar supaya bisa menarik kupu-kupu. Dan hal itu dijelaskan secara puitis oleh ibu Ehwa untuk membuka kesadaran putrinya ( hal. 14 ) “… jika mereka kupu-kupu yang matanya terbuka sepenuhnya , mereka akan berbondong-bondong menghampirimu… atau mungkin mereka hanya ngengat, bukan kupu-kupu…”. Ketika sedang mengajarkan anaknya membuat api, Ibu Ehwa memberi nasihat kepada puterinya dengan menggunakan elegori kupu-kupu. Karena cintanya kepada Duk Sam sedang bersemi, secara gamblang Ehwa memilih kupu-kupu api karena kupu-kupu itu tidak langsung pergi setelah menyerap sarinya. “ Aku ingin menjadi bara api yang menarik kupu-kupu api, dan ketika mati aku ingin mati sambil saling berpelukan. Aku ingin menemukan laki-laki seperti itu “. ( hal. 292 )
Ibu Ehwa juga bercerita ketika mereka sedang mencuci bersama anaknya tentang cintanya kepada almarhum ayah Ehwa. Cinta ayah Ehwa yang begitu besar bahkan sampai meluap membuat ibunya Ehwa tidak mudah melupakan almarhum suaminya itu. Ibu Ehwa sangat bahagia ketika suaminya masih hidup. Karenanya ia menjadi sangat mabuk dan tidak siap ketika suaminya tiba-tiba dipanggil Tuhan apalagi dia harus membesarkan putrid tunggalnya seorang diri. Meskipun Ibu Ehwa sekarang merasakan cinta yang baru bukan berarti ia melupakan cinta yang pernah singgah dihatinya.
Sepertinya Warna Air tidak selezat Warna Tanah tetapi disinilah sebenarnya kekuatan ceritanya. Karena di sekuel ini kekuatan cinta Ehwa dan ibunya sama-sama sedang diuji. Hadirnya Master Cho menjadi sandungan bagi hubungan Ehwa dengan Duk sam. Sedangkan Ibu Ehwa tengah galau memikirkan pernikahan yang terbaik buat putrinya juga arah hubungannya dengan si Tukang Gambar. Secara bertahap Ehwa harus mengetahui semakin bertambahnya usia membuat hidup ini juga semakin berwarna.
Sekuel kedua ini ini juga masih diwarnai oleh pemandangan alam pedesaan Namwon yang menawan melalui goresan-goresan indah yang disajikan im Dong Hwa. Selain itu referensi kita tentang budaya Korea juga bertambah. Aku suka dengan model pakaian tradisional Korea yang disebut Hanbok, untuk wanita Hanbok-nya disebut Chima-Jeogori. Dalam bahasa korea, Chima berarti rok dan Jeogori berarti jaket. Hhmmm…. Jadi terinspirasi buat gamis muslimku selanjutnya…..hehehehe…. ^_^
ManHwa yang jelita seperti Ehwa…
Jadi gak sabar buat sekuel selanjutnya…
Tapi kok belum ada di Gramedia ya…
Mungkin dalam waktu dekat akan segara terbit….
Semoga… ^_^
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
1:57:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Buku,
Cerita Warna,
Kim Dong Hwa
Senin, 18 Oktober 2010
TRILOGI WARNA ( 1 )
WARNA TANAH
Penulis : Kim Dong Hwa
Penerjemah : Rosi L. Simamora
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Juni, 2010
Tebal : 320 Halaman
Kekasihku tiba, tapi bukan menyambutnya,
Aku hanya bisa menggigiti ujung celemeku dengan ekspresi hampa ---
Betapa kikuknya diriku.
Hatiku merindukannya, sebesar dan senyalang bulan yang purnama
Namun aku malah menyipitkan mata, tatapanku
Setajam dan setipis bulan sabit.
Namun bukan aku melulu yang bertingkah begini.
Ibuku dan ibu dari ibuku sama konyol dan canggungnya saat masih gadis…
Tapi cinta yang datang dari hatiku meluap-luap,
Seterang dan semerah besi panas dalam tunggu pandai besi.
Entah kenapa dari sekian banyak bacaan yang digelar pada Indonesia Book Fair pada awal bulan Oktober ini hanya karya Kim Dong Hwa saja yang meluapkan rasa ingin tahuku. Aku ambil buku jilid satu lalu kubaca sinopsis di cover belakangnya dan aku mendadak kaku. Ini Indah sekali… tapi kenapa diskonnya hanya sedikit… hiks…
Tapi bukan Ririn namanya jika menyerah pada diskon yang sedikit… dan hari ini aku berhasil menamatkan bacaannya dipertengahan bulan Oktober ini.
Hampir setahun belakangan ini aku memang terhipnotis dengan tontonan dari negeri ginseng. Tapi bukan karena itu alasanku memilih buku ini. Aku sepertinya benar-benar jatuh cinta dengan puisi-puisi Kim Dong Hwa dalam novel trilogi warnanya ini. Khususnya pada perkenalan pertama, Warna Tanah. Warna Tanah Bercerita tentang cinta pertama seorang gadis dan cinta yang yang hadir kemudian pada seorang wanita.
Kali ini akhir pekanku ditemani oleh dua jilid novel grafis karya Kim Dong Hwa. Menurut definisinya novel grafis adalah kisah panjang yang diceritakan dalam bentuk komik. Topiknya beragam, bisa fiksi atau non-fiksi yang kemudian dieksplorasi dalam bentuk grafis. Di Korea Kim Dong Hwa memang dikenal sebagi penulis spesialis “ ManHwa “ ( sebutan untuk novel grafis dalam bahasa Korea ) serta banyak menghasilkan karya yang cermerlang. Sebelumnya dia dikenal dengan master komik “ Sunjung “ yang ringan dan manis serta diperuntukkan bagi anak perempuan. Kemudian dia membuat sesuatu yang baru yaitu membuat ManHwa dengan gaya sunjung sehingga bisa dinikmati baik pria maupun wanita ; remaja maupun dewasa.
ManHwa ( aku lebih suka menyebutnya demikian ) ini merupakan karya tiga serangkai, yaitu Warna Tanah, Warna Air dan Warna Langit. Dimulai dari sekuel pertama, Warna Tanah. Cerita ini berseting di sebuah pedesaan bernama Namwon pada masa pergantian abad. Di pinggir desa itu hiduplah seorang janda muda dengan seorang anak gadisnya berumur tujuh tahun bernama Ehwa. Untuk menafkahi keluarga kecilnya Ibu Ehwa membuka kedai minuman. Awalnya mereka menjalani kehidupan yang tenang dan muram, mungkin karena tidak adanya laki-laki disana jadi suasana agak sedikit pincang. Tetapi ketika Ehwa mulai memperhatikan lawan jenisnya dan ketika tukang gambar hadir dalam hati ibunya kehidupan mereka berubah.
Warna Tanah dibuka dengan adegan perkelahian dua ekor kumbang jantan yang memperebutkan seekor betina. Dua orang petani yang melihat kejadian itu membahasnya dan entah kenapa kemudian membandingkannya dengan status ibu Ehwa dan dengan nada yang menghina pula. Ternyata bukan di Indonesia saja status “ Janda atau wanita single “ menjadi masalah buat penyandangnya. Lingkungan sering berasosiasi negatif dengan dengan predikat tersebut meskipun ada kedekatan emosional. Jika zaman sekarang ada seorang wanita menjadi single parent dengan seorang puterinya tunggal serta menjalani dan menghadapi kronik kehidupan tanpa pendamping mungkin dianggap lumrah bahkan hebat. Tetapi tidak demikian pandangan masyarakat zaman dahulu. Dan sikap chauvinistik ini terus muncul hingga akhir cerita.
Eksploitasi pubertas ketika Ehwa mengalami menstruasi pertama atau ketika Chung Myung mendapat mimpi basah disajikan dengan sangat natural. Hubungan internal yang sangat dalam antara Ehwa dan Ibunya atau antara Chung Myung dengan Kepala Biksu mampu membuatnya jauh dari kesan vulgar atau tabu.
Ibu Ehwa hati-hati sekali menjawab semua keingintahuan Ehwa yang haus akan pengetahuan terutama hal-hal yang berhubungan dengan seks. Sikap ibu Ehwa yang terbuka secara tidak langsung juga membentuk karakter Ehwa yang juga terbuka dan bisa bertoleransi dengan kepentingan orang lain. Seperti ketika Ehwa menerima kehadiran si Tukang Gambar yang menjadi kebahagiaan ibunya. Ehwa menyadari Ibunya sangat mendambakan kasih sayang dari seorang laki-laki dan Ehwa berbesar hati ketika dinding rumahnya dihiasi oleh pena si Tukang Gambar bahkan dia memetik bunga Azalea untuk dibuat anggur lalu dipersembahkan kepada orang yang dianggapnya istimewa, si Tukang Gambar.
Ehwa sering menghabiskan waktunya untuk bermain bersama Bong Soon, Jung Hee, Dong Chul dan lainnya tetapi dia lebih akrab dengan Bong Soon, mungkin karena Bong Soon lebih terbuka untuk membicarakan hal-hal yang bersifat dewasa ( seks )bila dibandingkan dengan anak-anak lain. Bong Soon ini ini punya hubungan yang menyimpang dan lucu dengan Dong Chul dan itu terbawa hingga mereka remaja. (ckckckck…. )
Ketika Ehwa pertama kali jatuh cinta kedua anak-beranak itu juga berubah kearah yang lebih dewasa. Cinta pertama Ehwa adalah seorang biksu muda Buddha bernama Chung Myung. Tapi karena seorang biksu terikat dengan sepuluh aturan “ Samanera ” ( menahan diri dari kesenangan duniawi ) maka perasaan Chung Myung terhadap Ehwa tidak bebas terekspresi bahkan menemui kebuntuan. Ia tidak bisa menegosiasikan antara hasratnya yang dahaga dengan keimanannya yang mengharuskannya berada dalam posisi mulia.
Untuk yang satu ini aku benar-benar salut pada Kim Dong Hwa karena dia menyajikan berbagai bentuk “ seksualitas dan sensualitas “ dalam nuansa puitis yang ringan bahkan terkesan “ kocak “. Salah satunya seperti pada halaman 107 ;
“…. Ketika seorang wanita basah kuyup karena hujan,
malam itu kekasihnya akan mimisan hebat. “
( maaf sekali jika aku selalu ingat bagian ini, tapi terus terang bagian ini membuat aku tersenyum untuk waktu yang cukup lama , hihihihihihi… )
Cinta kedua Ehwa adalah Tuan Muda Sunoo , ia satu-satunya yang berpendidikan di desa itu. Mungkin pada saat itu karena banyak keterbatasan pendidikan hanya untuk golongan tertentu, ada di tempat tertentu dan biayanya juga mahal jadi tidak semua orang dari berbagai usia golongan bisa menikmatinya dan “” melek “ ilmu. Tetapi cinta kedua Ehwa ini juga kandas karena Tuan Muda Sunoo harus ke kota untuk melanjutkan pendidikannya.
Buku ini tampil sangat cantik. Membacanya membuat aku seperti masuk ke dalam alur cerita. Aku seperti menjadi bagian dari desa di Namwon yang sangat indah, sejuk, basah dan ceria. Percakapan para tokoh didalamnya mengalun bak puisi, ringan dan menyenangkan. Kim Dong Hwa melukiskan cinta dengan hujan dan bunga. Bunga digunakan sebagai symbol untuk mengekspresikan cinta. Bunga juga menggambarkan pribadi seseorang seperti: Ehwa yang diwakili oleh bunga Hollyhock, Ibunya Ehwa dengan bunga labu putih atau Chung Myung dengan bunga Tiger lily.
Hujan dengan elemen air melambangkan potensi kekuatan hidup. Bagi Ehwa yang baru saja memulai perjalanannya menjadi wanita hujan merupakan kekuatan untuk tumbuh menjadi seorang wanita yang matang secara fisik dan pikiran. Hujan juga memberikan kekuatan kepada ibu Ehwa untuk mengukir kebahagiaan bersama si Tukang Gambar. Hubungan Ehwa dengan ibunya sangat dekat, dalam dan mempesona. Keduanya sama-sama sedang tumbuh dan berubah. Keduanya merupakan sekutu bagi yang lain, saling mendukung untuk menghadapi dunia yang tidak selalu ramah.
ManHwa ini mengungkapkan cerita yang lebih indah dan lebih luas dari yang terlukiskan serta terucapkan dari setiap karakternya.
ManHwa ini cantik…
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
1:38:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Buku,
Cerita Warna,
Kim Dong Hwa
Selasa, 12 Oktober 2010
OST. Playful Kiss
Satu lagi dari negeri ginseng...
menyenangkan bila nonton dramanya...
apa lagi menyanyikan lagunya....
happy loh...( meski kagok sama bahasanya....hfffiuhh...)
happy loh...( meski kagok sama bahasanya....hfffiuhh...)
" KISS ME "
G.NA
G.NA
( Romanji Lyrics )
eonjebuteo yeonneunji neoreul bon sunganbuteo
ibunichomada niga jakku saenggangna
neoneun mueolhaneunji…
ibunichomada niga jakku saenggangna
neoneun mueolhaneunji…
. jigeum eodiinneunji…
Ooh baby…
irijeori boado igeotjeogeot dajyeodo
niga jakku mame deureo michilgeo gatae..
ireon naemameul aneunji...
niga jakku mame deureo michilgeo gatae..
ireon naemameul aneunji...
ireon nae gamjeongeun aneunji…
haruharu neoman barabomyeo hangsang gidaryeo bollae
ojik neo hanaman algo saranghae julge
saranghagiedo akkaun siganinde
neo eobsin amugeotdo hagi sirheunde
ojik neo hanaman algo saranghae julge
saranghagiedo akkaun siganinde
neo eobsin amugeotdo hagi sirheunde
maeilmaeil achimmada nunman tteumyeon bogo sipeunde
ije neo eobsineun harurado salsu eomneunde
saranghanda geu hanmadi deutgo sipeunde
maeil saranghae.. neoman saranghae uriduri
ije neo eobsineun harurado salsu eomneunde
saranghanda geu hanmadi deutgo sipeunde
maeil saranghae.. neoman saranghae uriduri
Ooh baby…
hoksi niga naekkeoran geureon sangsangmaneuro
harujongil dugeungeoryeo michilgeo gatae
neoegero dallyeoga.. soljikhage gobaekhalgeoya
haruharu neoman barabomyeo hangsang gidaryeo bollae
ojik neo hanaman algo saranghae julge
saranghagiedo akkaun siganinde
neo eobsin amugeotdo hagi sirheunde
ojik neo hanaman algo saranghae julge
saranghagiedo akkaun siganinde
neo eobsin amugeotdo hagi sirheunde
maeilmaeil achimmada nunman tteumyeon bogo sipeunde
ije neo eobsineun harurado salsu eomneunde
saranghanda geu hanmadi deutgo sipeunde
maeil saranghae…
ije neo eobsineun harurado salsu eomneunde
saranghanda geu hanmadi deutgo sipeunde
maeil saranghae…
neoman saranghae uriduri
malmuni makhyeo.. sumi chaolla(chaolla)
tteollineun naeson kkok jabeun ni dusone
nunmuri nalgeot gata…
tteollineun naeson kkok jabeun ni dusone
nunmuri nalgeot gata…
jigeum naege gobaekhangeoni…
naman hangsang jikyeojugo barabwa jullae
neo ttaemune nunmullamyeon kkok ana jullae
geutorok ganjeolhi wonhadeon sunganine
amuri saenggakhaedo mitgijil anha
neo ttaemune nunmullamyeon kkok ana jullae
geutorok ganjeolhi wonhadeon sunganine
amuri saenggakhaedo mitgijil anha
maeilmaeil nae yeopeseo naman bomyeo jikyeobwa jullae
chinguro jinaegin neoreul neomu saranghanikka
saranghan geu hanmadi jigeum haejullae
maeil saranghae...
chinguro jinaegin neoreul neomu saranghanikka
saranghan geu hanmadi jigeum haejullae
maeil saranghae...
naman saranghae...
kiseuhae jullae…
======= English Translation =========
When did this begin, I guess the moment I first saw you
Every 1 minute 1 second, you keep coming onto mind
What are you doing.. Where are you now
Ooh baby
I see this I see that
I do this I do that
You keep coming into my heart, I seemed to have gone crazy..
You do know why my heart is like this.. You do know why I'm feeling like this
Day by day I look at you only and waits for you always
Until now you're the only one I know and I will love only you
It's a valuable moment even when I'm loving you
If there is no you, I do not want to do anything at all
Every single day when I open my eyes in the morning, I want to see you
In my present days now, I cannot live if there is no you
I want to hear that one sentence "I love you" though
Every day, I love you..Only you, I love only you, Just the two of us
Ooh baby..
Probably just by imagination, thoughts like 'You are mine'
Can make my heart pound whole day long
I seemed to have gone crazy
I will run towards you..and confess honestly
Day by day I look at you only and waits for you always
Until now you're the only one I know and I will love only you
It's a valuable moment even when I'm loving you
If there is no you, I do not want to do anything at all
Every single day when I open my eyes in the morning, I want to see you
In my present days now, I cannot live if there is no you
I want to hear that one sentence "I love you" though
Every day, I love you..Only you, I love only you, Just the two of us
Struck for words.. Out of breath (out of breath)
Your two hands that is grabbing tightly of my shaking hand
I'm crying already.. Are you gonna confess to me now
Keep watching and guarding me always
If I cry because of you, you must hug me in you tightly
That's the moment I sincerely wish for
No matter how I think, I won't be able to believe
Every single day, guard by my side and look upon me only
Because I love you too much, you who treats me as a friend only
Will you say that one sentence that you love me now
Every day, I love you.. You love me only..
Shall we kiss?
When did this begin, I guess the moment I first saw you
Every 1 minute 1 second, you keep coming onto mind
What are you doing.. Where are you now
Ooh baby
I see this I see that
I do this I do that
You keep coming into my heart, I seemed to have gone crazy..
You do know why my heart is like this.. You do know why I'm feeling like this
Day by day I look at you only and waits for you always
Until now you're the only one I know and I will love only you
It's a valuable moment even when I'm loving you
If there is no you, I do not want to do anything at all
Every single day when I open my eyes in the morning, I want to see you
In my present days now, I cannot live if there is no you
I want to hear that one sentence "I love you" though
Every day, I love you..Only you, I love only you, Just the two of us
Ooh baby..
Probably just by imagination, thoughts like 'You are mine'
Can make my heart pound whole day long
I seemed to have gone crazy
I will run towards you..and confess honestly
Day by day I look at you only and waits for you always
Until now you're the only one I know and I will love only you
It's a valuable moment even when I'm loving you
If there is no you, I do not want to do anything at all
Every single day when I open my eyes in the morning, I want to see you
In my present days now, I cannot live if there is no you
I want to hear that one sentence "I love you" though
Every day, I love you..Only you, I love only you, Just the two of us
Struck for words.. Out of breath (out of breath)
Your two hands that is grabbing tightly of my shaking hand
I'm crying already.. Are you gonna confess to me now
Keep watching and guarding me always
If I cry because of you, you must hug me in you tightly
That's the moment I sincerely wish for
No matter how I think, I won't be able to believe
Every single day, guard by my side and look upon me only
Because I love you too much, you who treats me as a friend only
Will you say that one sentence that you love me now
Every day, I love you.. You love me only..
Shall we kiss?
Diposting oleh
atik
di
1:14:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Kimchi,
Cerita lagu,
Cerita Senggang
OST. Personal Taste
Karena aku lagi suka nonton drama korea ... suka tak suka denger soundtrack-nya juga..
Lagunya enak didengar...
Menyenangkan..
Blushing...
Blushing...
“ Can’t Believe It “
By Younha
( romanji lyrics )
Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Pyeonhan neukkimi jo a mae il tigyeok taegyeokaedo neon nae mam jaraljana
Jemeotdaero guljiman mwodeun badajul su isseo nan ojik neo hanaman
Oerowo gaseumi michyeotnabwa nae dununen neoman boyeo
Jemeotdaero guljiman mwodeun badajul su isseo nan ojik neo hanaman
Oerowo gaseumi michyeotnabwa nae dununen neoman boyeo
Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Gati itneunge jo a hangsang anjeolbu jeolhaedo nan neoramyeon kwaenchana
Mani seotun najiman neoman gildeuril su isseo nal keurae neo hanaman
Eoneusae ma eumeul ppaetgyeotnabwa nan onjongil neoreul keuryeo
Mani seotun najiman neoman gildeuril su isseo nal keurae neo hanaman
Eoneusae ma eumeul ppaetgyeotnabwa nan onjongil neoreul keuryeo
Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Miwohaebwado aereul sseobwado sumgyeobwado andoeneungeol
Ireom andwae jakku wonhae nege ppajyeotdago malhae
Kkumeul kkwo bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Hanabuteo yeolkkaji dalla neomudo dalla
Jeomjeom kkeullineun gabwa be my baby, be my baby
Meoributeo kkeutkkaji nawa matneunge eopseo
Jom deo algoshipeojyeo be my baby, be my baby
Jeomjeom kkeullineun gabwa be my baby, be my baby
Meoributeo kkeutkkaji nawa matneunge eopseo
Jom deo algoshipeojyeo be my baby, be my baby
Maldo andwae nado mollae neoreul saranghage dwaesseo
Bulleoman bwado nunbitman bwado bwadobwado cham jo eungeol
Keugeomyeon dwae neodo wonhae nawa kkokgatdago malhae
Amuri bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
Bulleoman bwado nunbitman bwado bwadobwado cham jo eungeol
Keugeomyeon dwae neodo wonhae nawa kkokgatdago malhae
Amuri bwado neo ppuningeol maldo andoejiman neol saranghae
======= English Translation =========
No way, I’ve realized that I’ve been looking at you
It won’t do even if I hate it, stop it, or hide it
It can’t go on like this
I will confess that I’ve fallen for you
You’re everywhere in my dream
I know that it doesn’t make any sense but I love you
I like this sensation, you know how I feel even if we were to fight everyday
You always want it your way but I can accept anything from you, only you~
I’m lonely, my heart’s crazy for you and and you’re the only one I see~
You always want it your way but I can accept anything from you, only you~
I’m lonely, my heart’s crazy for you and and you’re the only one I see~
No way, I’ve realized that I’ve been looking at you
It won’t do even if I hate it, stop it, or hide it
It can’t go on like this
I will confess that I’ve fallen for you
You’re everywhere in my dream
I know that it doesn’t make any sense but I love you
It won’t do even if I hate it, stop it, or hide it
It can’t go on like this
I will confess that I’ve fallen for you
You’re everywhere in my dream
I know that it doesn’t make any sense but I love you
When I’m with you, I don’t mind being nervous
I may be a little hasty, but you’re the only one who can tell me what to do~
I guess my heart was stolen before I knew it and I’m missing you all day long~
I may be a little hasty, but you’re the only one who can tell me what to do~
I guess my heart was stolen before I knew it and I’m missing you all day long~
No way, I’ve realized that I’ve been looking at you
It won’t do even if I hate it, stop it, or hide it
It can’t go on like this
I will confess that I’ve fallen for you
You’re everywhere in my dream
I know that it doesn’t make any sense but I love you
It won’t do even if I hate it, stop it, or hide it
It can’t go on like this
I will confess that I’ve fallen for you
You’re everywhere in my dream
I know that it doesn’t make any sense but I love you
Everything’s so different, it’s too different~
I think I am falling in love, be my baby, be my baby~
From head to toe we have nothing in common
Now I wanna know more about you, be my baby, be my baby~
I think I am falling in love, be my baby, be my baby~
From head to toe we have nothing in common
Now I wanna know more about you, be my baby, be my baby~
No way, I’ve realized that I’ve been looking at you
I’m happy whenever I say your name or look into your eyes
That will do and I want you too
Please say that we’re alike
Wherever I see, you are the only one in my eyes
I know that it doesn’t make any sense, but I love you
I’m happy whenever I say your name or look into your eyes
That will do and I want you too
Please say that we’re alike
Wherever I see, you are the only one in my eyes
I know that it doesn’t make any sense, but I love you
*****
Diposting oleh
atik
di
1:03:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Kimchi,
Cerita lagu,
Cerita Senggang
Musikalisasi Puisi
AKU INGIN
~ Sapardi Djoko Damono ~
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu…
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…
***
Suatu malam di tahun 2009
Dikeriuhan suasana Warung Apresiasi Blok M
Temanku Nissa memperdengarkannya padaku
Meski jejak Nissa hanya adadi Facebook saja
Toh sosoknya masih ada di hati dan pikiranku
Aku cuma ingin berterimakasih padanya
Karena bisa menikmati salah satu karya SDD dalam alunan yang begitu romantis…
Bersama tarikan biola Ari yang mampu membangunkan rambut di pori-poriku
Ditambah lembutnya suara Reda melagukan sajak SDD
Aku Ingin..
Ingin sekali…
Ingin berkali-kali…
~ * Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
10:50:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Senggang
Senin, 11 Oktober 2010
WORLD’S FOUR GREAT INVESTORS
Penulis : Ken Tanaka
Penerjemah : Yenny Hendrawati
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tebal : v + 195 Halaman + Grafik
Janganlah berkecil hati hanya karena beberapa kali kegagalan.
Setelah memahami bahwa hidup ini memang penuh kesulitan,
pada akhirnya hidup kita akan berjalan lancar kalau kita terus melangkah ke depan
dan mengikuti patokan penilaian yang benar.
Jumat minggu lalu temanku, Maria meminjamkan sebuah novel. Sebenarnya kalau dilihat dari tampilan luarnya aku sudah bisa menduga bahwa novel ini agak berbeda dengan yang biasa yang aku baca. Yang bikin aku agak terkejut dan agak penasaran adalah “ taste “ temanku itu. Tak ku dapat jawaban darinya…. Dia benar-benar mengejutkan…satu lagi sisi lain Maria yang tertangkap olehku.
Kisah hidup empat orang investor hebat dari negeri Paman Sam ini disajikan dalam bentuk komik sehingga jalan ceritanya terasa segar dan tidak membosankan karena ada ekspresi dari gambar-gambar yang tersaji disana. Aku rasa jika penyajian biography seseorang dituangkan dalam bentuk komik menyenangkan juga untuk dibaca meski terlalu singkat karena hanya intinya saja yang ditampilkan. Tapi untuk biography keempat orang hebat ini sepertinya pemilihan penyajian dalam bentuk komik adalah yang terbaik karena sepertinya akan sangat membosankan bagiku jika terlalu banyak teori. (huff…padahal aku lulusan ekonomi …)
Meski penyajiannya berbentuk komik tetapi buku ini sarat akan ilmu karena dalam filosofi hidup serta keberhasilan keempat investor hebat yang legendaris ini tersembunyi kebenaran-kebenaran yang perlu dipelajari dan dicontoh, khususnya oleh orang-orang yang berniat untuk menjadi investor sejati.
Philip Fisher ( 8 September 1907 ), si detektif investasi yang menitik beratkan pada perumbuhan perusahaan yang tidak dapat ditunjukkan dengan angka lalu membandingkannya dengan profit serta kinerja perusahaan, misalnya kualitas pihak eksekutif manajemen, moral para pegawai, ada tidaknya pengembangan usaha, ekspansi pasar saham dan lain-lain. Tips dari Fisher adalah “ Ambillah kegagalan berinvestasi sebagai pengalaman belajar. Jangan terus terpaku pada kegagalan karena kegagalan yang sulit dihindari juga ada. “
Benjamin Graham ( London 1894 ) yang dikenal sebagai bapak analisis. Ia membuat metode yang memperhitungkan penjualan per-saham dan profit secara matematis lalu menganalisisnya apakah suatu bargain stock bernilai untuk diinvestasikan atau tidak. Bargain stock adalah saham rekomendasi yang harganya relatif lebih murah dibandingkan harga rata-rata pasar. Graham juga mengatakan “ Sebenarnya perbedaan antara spekulator dan investor terletak pada posisi yang diambilnya terhadap fluktuasi pasar saham. Investor yang bijak tidak memusatkan perhatiannya pada fluktuasi harga saham tetapi pada nilai intrinsik perusahaan ( nilai perusahaan yang sebenarnya ). “
Warren Buffett ( Omaha, 30 Agustus 1930 ), investor brilliant yang mengidolakan teori Fisher meskipun ketika di Universitas ia berguru kepada Benjamin Graham. Buffett membangun filosofi investasinya sendiri, yaitu membeli perusahaan dan tak akan pernah menjualnya dan hal itu merupakan cerminan dari kata-katanya “ Saya bukannya rakus uang, melainkan menikmati proses bertambahnya uang. “
Pada tahun 1959 secara kebetulan Buffett bertemu dengan Charles Thomas Munger ( 1 Januari 1924 ), seorang pengacara lulusan Harvard Law School yang kemudian menjadi partner sekaligus penasihatnya. Tips dari Munger adalah “ Untuk menjadi investor unggul, pahamilah tabiat anda lebih dari apapun juga “. Dengan strategi investasi yang membatasi pada perusahaan yang mempunyai nilai saham stabil serta berkaitan erat dengan sektor kehidupan, mereka membangun Berkshire Hathaway menjadi perusahaan sekuritas nomor satu di dunia.
Meski pengarangnya dari Jepang tetapi penggambaran tokohnya tidak seperti komik Jepang pada umumnya yang pernah aku baca ( berwajah tirus baik laki-laki maupun perempuan dengan mata besar ) hanya alur ceritanya saja yang seperti komik Jepang, cepat dan dramatis. Oya… kalau novel komik ini dicetak berwarna …gimana ya …. mungkin rasa pembacanya juga akan beda….
Pokoknya tidak rugi deh jika membaca novel ini… karena gaya bahasanya ringan jadi ilmunya lumayan bisa terserap oleh pembacanya. Thanks...Maria....
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
2:12:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Buku,
Ken Tanaka
Senin, 04 Oktober 2010
MISTERI RUBAIYAT OMAR KHAYYAM
Penulis : Amin Maalouf
Penerjemah : Winarsih Arifin
Penyunting : Anton Kurnia
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Oktober 2008
Tebal : 514 Halaman
Tahukah kamu semua salah satu sumbangsih Omar Khayyam dibidang aljabar???
Pada awalnya Khayyam memakai istilah Arab “ Chay ” yang berarti “ sesuatu ” untuk menunjukkan unsur yang tak dikenal dalam hitungan aljabar. Lalu ketika kekuasaan islam meluas hingga ke Spanyol sepertinya kata “ Chay ” ini diadaptasi oleh para ilmuan spanyol karena dalam karya-karya ilmiahnya kata “ Chay ” sering ditulis “ Xay ”. Lama-kelamaan kata itu disingkat dengan menggunakan huruf awalnya saja “ x “, yang kemudian menjadi lambing universial untuk unsure yang tak dikenal.
Prestasi penting lainnya dari seorang Omar Khayyam adalah keberhasilannya mengkoreksi kalender Persia ( tarikh Favardin ) dan melengkapinya dalam penanggalan Masehi. Hasil kerja kerasnya selama tiga tahun di observatorium Isfahan itu kemudian diresmikan tanggal 21 Maret 1079. Tidak heran jika pada tahun 1980 seorang astronom Rusia menggunakan nama besar Omar Khayyam untuk diabadikan menjadi nama sebuah planet kecil yang dia temukan dalam galaksi luas ini.
Rubaiyat Omar Khayyam merupakan kumpulan ( antologi ) puisi karya Omar Khayyam yang ditulis dalam bahasa Persia . Setiap untai syair dan puisi Omar Khayyam terdiri dari empat baris selain itu menurut keterangan dari google jumlahnya sekitar seribu puisi. Antologi puisi dan syair Omar Khayyam itu telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dunia.
Aku agak sedikit kecewa dengan novel ini karena sebelumnya aku berharap bisa menikmati secara mendalam keindahan dan kesyahduan Rubaiyat Omar Khayyam yang sangat termasyhur itu. Kisah dalam novel ini terbagi dua, sebagian pertama bercerita tentang kehidupan Omar Khayyam serta asal muasal penulisan Rubaiyat dan sebagian lagi berkisah tentang pencarian naskah asli Rubaiyat Omar Khayyam oleh Benjamin O. Lasage.
Omar Khayyam sejatinya adalah seorang astronom, matematikawan, dokter dan filusuf. Tetapi karena ia mempunyai bakat lebih dalam berpuisi maka dikemudian hari ia lebih dikenal sebagai penyair dibandingkan sebagai ilmuwan. Omar Khayyam lahir di Nisyapur pada tanggal 8 Juni 1048 M dan wafat pada tanggal 4 Desember 1131 dalam usia 84 tahun. Omar Khayyam hidup di zaman dinasti Seljuk. Ia bersahabat dengan Hassan Sabbah juga menjalin hubungan erat dengan penguasa Isfahan bernama Sultan Maliksyah dan wazirnya bernama Nizam Al-Mulk. Selama hidupnya Omar Khayyam banyak membuat karya-karya penting di bidang ilmu pengetahuan yang sayangnya dalam novel ini tidak mendapat porsi yang seimbang dengan gelar yang disandangnya. Amin Malouf hanya membahas cikal bakal Naskah Rubaiyat dan perjalanannya di Samarkand dan Isfahan hingga terkurung di Benteng Alamut, markas kaum pembunuh ( sekte paling mengerikan sepanjang sejarah ). Perjalan Omar Kayyam tentu saja diiringi dengan panasnya intrik politik serta serta lezatnya bumbu asmara . Naskah Rubaiyat itu sempat dikira musnah sewaktu tentara Mongol yang dipimpin Jenghis Khan menyerbu dan memusnahkan hasil budaya yang ada dalam benteng Alamut. Tetapi tiba-tiba naskah itu muncul lagi enam abad kemudian di tangan seorang pembunuh. Sampai disini kisah Omar Khayyam dan Rubaiyat-nya yang menghilang.
Kemudian enam abad kemudian, diawal abad ke-20 Benjamin O. Lasage mencoba mencari jejak dan keberadaan Naskah Rubaiyat Omar Khayyam. Melalui pamannya, Benjamin dikenalkan kepada Sayid Djamaludin yang kemudian diteruskan kepada Mirza Reza. Dengan berlatar belakang revolusi di Timur-Tengah beserta intrik-intriknya dan juga dihiasi jalinan kasih yang menyentuh serta mendebarkan, cerita ini berujung dengan terkuburnya kitab legendaris itu di Samudra Atlantik bersama kapal pesiar mewah Titanic.
Tak banyak memang puisi Omar khayyam di novel ini tapi dua di bawah ini membuatku menjadi termenung.
Surga dan Neraka ada di dalam dirimu
***
Langitlah yang menjadi pemain, kita hanya pion belaka
Itulah kenyataan, bukan sekedar gaya-gayaan.
Di atas papan catur dunia kita ditempatkan dan dipindahkan-Nya.
Lalu tiba-tiba kita dijatuhkan-Nya ke dalam sumur ketiadaan.
***
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
2:20:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Amin Maalouf,
Cerita Buku
Langganan:
Komentar (Atom)



