Selasa, 22 Januari 2013

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 35 : Dosa yang Menjadi Jalan Kepada-Nya




Mutiara Hikmah 35


Dosa yang Menjadi Jalan Kepada-Nya


“Boleh jadi Allah membuka pintu ketaatan bagimu,
akan tetapi tidak (belum) membuka pintu pengabulan (diterimanya ketaatan itu).
Dan boleh jadi pula Allah menakdirkanmu untuk berbuat dosa,
akan tetapi ternyata dosa itu menjadi sebab sampainya tujuan engkau kepada-Nya”


Penjelasan:
Nabi Saw. pernah bersabda, sebagaimana pernah diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra., “Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, andaikan diantara kalian tidak terdapat orang-orang yang melakukan perbuatan dosa, maka dengan kebijaksanaan-Nya Allah akan menggantikan kalian dengan umat baru yang melakukan perbuatan dosa, lalu mereka memohon ampunan-Nya, dan diampunilah dosa-dosa mereka oleh Allah”.

Maka hendaknya kita jangan melihat ketaatan dan kemaksiatan itu secara lahiriah dan dalam waktu tertentu saja. Seorang yang Nampak ahli ibadah mungkin belum dikabulkan permohonannya karena ibadahnya sebetulnya tidak semata-mata bagi Allah. Sedangkan seorang yang jatuh dalam kemaksiatan, lalu berhenti melakukannya karena takut pada Allah, maka Allah akan menuntunnya menjadi orang yang baik di sisi-Nya



Catatan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…

 
Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.

Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 34 : Cara Allah Memperkenalkan Diri Padamu



Mutiara Hikmah 34


Cara Allah Memperkenalkan Diri Padamu


“Manakala Allah memberimu anugerah,
maka berarti Dia memperlihatkan belas kasih-Nya kepadamu.
Apabila Dia menahan pemberian untukmu,
maka berarti Dia memperlihatkan kekuasaan-Nya kepadamu,
Dan pada semua kondisi itu,
Dia memperkenalkan diri kepadamu
serta menghadapimu dengan kelembutan-Nya”


Penjelasan:
Sudah menjadi kewajiban setiap hamba untuk lebih mengenal Rabbnya, berikut semua sifat yang ada bersamanya. Dan ketika sang hamba telah mengenal sifat-sifat tersebut, maka hamba itu akan merasakan, bahwa kesemuanya itu merupakan karunia dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Demikianlah pesan Syaikh Ibn ‘Atha’illah.


Catatan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.



Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 33 : Amal dan Balasan Allah




Mutiara Hikmah 33


Amal dan Balasan Allah


“Cukuplah Allah yang memberi pahala atas ketaatanmu,
Apabila Allah telah meridhaimu sebagai ahli ibadah”


“Cukuplah sebagai balasan Allah bagi orang-orang yang beramal shaleh,
apa yang dibukakan oleh Allah di hati mereka dalam menaati-Nya,
dan apa yang diberikan oleh-Nya berupa kepuasan berhubungan dengan-Nya”


Penjelasan:
Hidayah dan taufiq yang dianugerahkan oleh Allah kepada seorang hamba merupakan karunia terbesar bagi diri hamba itu. Sebab dengan taufiq dan hidayah tersebut seorang hamba dapat merasakan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tidak ada suatu nikmatpun di dunia ini yang hampir menyerupai nikmat yang telah dijanjikan oleh Allah di surga-Nya kelak, kecuali nikmat yang dirasakan oleh para ahli dzikir di hati mereka saat berdzikir di tengah malam.



Catatan :
Ø Butir mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.


Semoga bermanfaat…



Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.