Selasa, 11 Januari 2011

HAJI MURAT

,
Penulis          : Leo Tolstoy
Penerjemah  : Koesalah Soebagyo
Penerbit        : Pustaka Jaya
Cetakan         : I, 2009
Tebal              : 191 Halaman


Salah satu faktor penentu mengapa Aku memilih novel terjemahan ini sebagai temanku adalah siapa penerjemahnya. Mengapa?  Karena berdasarkan pengalaman waktu bermain-main dengan “ Rashomon “ karya Akutagawa Ryunosuke yang ternyata isinya sedikit mengecewakan dan tidak “ se-nggreget” reviewnya. Novel “ Haji Murat “ karya Leo Tolstoy ini diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer. Kiprah adik kandung dari Pramoedya Ananta Toer ini juga tidak kalah dengan kakaknya. Ia terkenal sebagai penulis dan budayawan juga mantan narapidana politik di saat rezim Orde Baru masih gagah berdiri di negeri ini.

Lagi-lagi Tolstoy memotret kehidupan masyarakat di negaranya dan kali ini tentang perjuangan di Chechnya. Tidak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan isi buku ini tetapi pesan dan pembelajarannya aku rasa masih relevan hingga saat ini. Ada banyak istilah dari daerah Kaukasia yang diperkenalkan disini. Dan yang lebih menyenangkan bagiku adalah adanya percakapan dalam  bahasa Perancis. Hmmm… romantis... tanpa memandang maknanya…( kekeke…dasar… )

 - Hadji Murad -

Novel ini menceritakan kisah heroik seorang pejuang Chechnya bernama Haji Murat melawan tentara Rusia. Haji Murat adalah sosok ulama, nasionalis dan pejuang Chechnya yang rela berkorban demi  perdamaian negerinya.  Sebelum terjadi pertikaian intern di tubuh para pejuang Chechnya, Haji Murat adalah orang kepercayaan Shamil dan mempunyai pengaruh yang sangat luas dan kuat baik terhadap kawan maupun musuh-musuhnya. Tetapi karena ada pertikaian yang dipicu oleh dendam lama yang sudah mengakar dan tidak bisa ditolelir lagi maka Haji Murat dan Shamil mendaulatkan diri untuk beroposisi antara satu dengan lainnya. 

Akibat perpecahan ini membuat Haji Murat membelot dan menyerahkan diri kepada Tsar Agung Rusia. Haji Murat berjanji akan membantu tentara Rusia memadamkan pemberontakan di Chechnya asalkan pihak Rusia bisa menyelamatkan keluarga dari cengkraman Shamil. Awalnya kesepakatan dan komunikasi yang dibuat antara Haji Murat dan pihak Rusia berjalan sangat baik dan positif, tetapi lambat laun Haji Murat menjadi pesimis karena pihak Rusia ( sepertinya ) sengaja mengulur-ulur waktu. Haji Murat menilai bahwa pihak Rusia bersikap setengah hati terhadap keselamatan dan nasib keluarganya. Karena memikirkan nasib keluarganya yang semakin tidak jelas membuat Haji Murat beralih pikiran lagi. Ia dan keempat anak buah setianya kemudian bergerak sendiri tanpa izin pihak Rusia.  Sedangkan pihak Rusia yang melihat aktifitas Haji Murat yang sudah di luar komandonya  menganggap hal itu sebuah pembelotan. Akibatnya terjadi pertikaian tidak seimbang yang menewaskan Haji Murat beserta keempat abdi setianya. Mungkin hal ini lah yang diinginkan pihak Rusia, mereka tidak ingin sejarah menilai mereka sebgai pihak yang tak punya hati. Pihak Rusia ingin dianggap pahlawan bagi rakyatnya sedangkan kaum pembelot sebagai penjahatnya yang harus dihentikan dibasmi keberadaannya.

 - Pejuang Chechnya yang sedang beristirahat -
Novel ini mengadaptasi konflik berkepanjangan yang tengah terjadi di negara-negara pecahan Uni Soviet di kawasan Kaukasus dengan kelompok pejuang muslimnya.  Dan tokoh-tokoh seperti Haji Murat, Shamil dan Tsar Nikolai bukanlah tokoh imajiner. Mereka benar-benar ada dan menjadi ikon perjuangan disana.  Bahkan kejadian yang melatarbelakangi cerita itu adalah nyata dan itu adalah sejarah. Tolstoy meramu fakta-fakta sejarah dan imajinasinya ke dalam bahasa sastra yang gamblang tanpa merusak atau merubah essensinya. Ia mampu mengeksplor sisi humanisme dan sosialime seorang  pahlawan besar ketika dihadapkan pada pilihan apakah keluarganya ataukah negaranya yang lebih penting. Dan Tolstoy dengan jujur mengungkapkan bahwa keadilan dan kemanusiaan lebih penting dari pada cinta tanah air.


~*   Rienz  *~

Senin, 10 Januari 2011

Something Delight From Miss Potter



MISS  POTTER
Directed by  :  Chrish Noonan
Written by    :  Richard Maltby, Jr
Starrig           :  Renee Zellweger,  Ewan McGregor, Emily Watson, Lloyd Owen,
                           Bill Paterson, Barbara  Flyn
Release          :  3 December 2006
Duration       :  92 Menit



Seperti biasa akhir pekanku di awal tahun 2011 ini juga aku habiskan dirumah, bermain dan menghabiskan waktu dengan “ Fight Club dan Miss Potter “. Film ini merupakan biografi dari seorang penulis dan illustrator cerita anak-anak kasik yang sangat terkenal di Inggris bernama Beatrix Potter ( Rene Zellwegwer ).  Film ini disajikan dengan mengkombinasikan kisah hidup penulisnya dengan karakter dari cerita-cerita yang dihasilkannya seperti Peter Rabbit, Benjamin Bunny, Jemima Puddle-Duck, Mrs. Tiggy-Winkle, Tom Kitten, Squirrel Nutkin, Mr. Todd dan lainnya.

- Berbagai karakter yang ada dalam cerita Beatrix Potter -

Film ini dibuka dengan hadirnya tangan seseorang yang sibuk melakukan proses pencampuran beberapa warna di palet lalu menggoreskannya di kertas gambar untuk mengetahui kesesuaian hasil akhirnya. Tangan siapakah itu? Yup benar sekali... itu tangan Miss Potter. Hmm... tiba-tiba aku jadi teringat dengan Shin Yoon Bok ( Moon Geun Young ) dan Kim Hong Dodalam “ The Painter of The Wind “. Aargghhh... ma'af jadi ngelantur habis film dan drama Korea memang Okeh sih...

Kemudian hadir pemandangan yang sangat indah di sebuah danau yang dikelilingi pegunungan. Dan ditempat itulah Beatrix Potter memulai kisahnya.

 - Beatrix Potter -

Ada sesuatu yang nikmat ketika menulis kata-kata awal dari sebuah cerita.
Kamu tak akan pernah tahu kemana mereka membawamu.
Aku dibawa kesini.
Dimana tempatku berada...


- Aksi Peter Rabbit -

Selanjutnya cerita berpindah ke sebuah ruangan di kantor penerbitan keluarga bernama Warner Publisher. Pada hari itu Beatrix Potter dengan ditemani Mirs. Wiggen datang ke Warner Publisher untuk memperlihatkan portofolio dan narasi dari karya-karyanya. Setelah melalui diskusi yang alot  akhirnya pihak Warner menyetujui untuk mencetak dan mempublikasikannya. Sebenarnya pihak Warner tidak terlalu tertarik dengan karya-karya Beatrix Potter, tetapi karena mereka telah menjanjikan sebuah “ project “ kepada adiknya yang bernama Norman Warner, maka mereka sepakat untuk menjadikan Beatrix Potter sebagai percobaan.  Beatrix Potter gembira sekali dengan kesepakatan itu karena jalan untuk mewujudkan mimpinya menjadi penulis sekaligus illustrator cerita anak-anak semakin terbuka lebar. Dan sebelum pulang kerumah Beatrix Potter terlebih dahulu berkeliling ke taman-taman yang indah untuk merayakan keberhasilannya

Sebenarnya aku sendiri belum pernah membaca karya-karya Beatrix Potter . Seingatku novel terindah yang pernah aku miliki dan aku baca baik bentuknya, tulisannya maupun gambarnya adalah  buku kumpulan dongeng-dongeng karya Hans Christian Andersen. Dan sewaktu aku melihat gambar-gambar illustrasi karya Beatrix Potter aku jadi teringat dengan buku dongengku yang telah lama menghilang itu. Aku sangat terkesan dengan gambar-gambar binatang yang dibuat oleh Beatrix Potter, mereka terlihat real dan manusiawi, natural  sangat klasik dan warna-warnya juga menarik.

- Teman-teman Peter Rabbit -

Beatrix Potter membuat tokoh-tokoh binatang rekaannya seakan nyata dan mempunyai keterikatan emosional serta psikis dengannya.  Sejak kecil Beatrix Potter dan adiknya, Walter Beltram mendapat pengajaran yang istimewa dari kedua orang tuanya, Rupert dan Helen Potter. Mereka sering diajak untuk berinteraksi dengan alam di sebuah peternakan di skotlandia dan distrik lake. Beatrix sangat menyukai lingkungan pedesaan itu dan menuangkan kecintaan juga khayalannya itu dalam bentuk lukisan. Ia banyak melukis kelinci dengan berbagai gaya. Beatrix Potter kecil juga pandai mendongeng bahkan adik laki-laki dan pengasuhnyapun tak pernah bosan mendengarnya. Ia selalu mempunyai nama untuk setiap tokoh binatang khayalannya, bahkan ia juga sering mengajak binatang dalam lukisannya untuk berkomunikasi. Jadi jangan heran jika di film itu kita bisa melihat Peter Rabbit atau Jemima Pudle-Duck bergerak mengeluarkan aksi dan emosi mereka.

- Jemima Puddle-Duck & Foxy Gentleman -

Helen Beatrix Potter ( 26 July 1866 ) adalah seorang penulis wanita kelahiran Kensington, London. Keluarga Beatrix Potter juga sangat kaya dan terpandang di London. Tetapi terlepas dari semua kelebihan yang dimilikinya ternyata hingga usia dewasa ia masih melajang. Kondisi anaknya yang demikian tentu saja membuat orang tua khususnya ibu Beatrix Potter menjadi risau. Telah banyak laki-laki dari golongan atas yang terpandag dan kaya diperkenalkan, tetapi tak satupun yang menarik hati Beatrix Potter. Orang tua Beatrix Potter bingung dengan putrinya karena lebih tertarik untuk melukis binatang dari pada bersosialisasi atau menjalin hubugan dengan seorang pria.

“ Aku ingin menikah dengan cinta dan bukan karena status atau kekayaan “ begitu kilah Beatrix ketika menghadapi ibunya.

Sore harinya Norman Warner menemui Beatrix Potter di rumahnya untuk mengkonsolidasikan keinginan yang menguntung kedua belah pihak, tetapi Beatrix Potter telah memutuskan hasil akhir dari karyanya termasuk ukuran, warna dan harganya. Mereka berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang baik agar dapat membuktikan kepada saudaranya bahwa penilaian mereka selama ini salah. Keesokan harinya Norman membawa Beatrix Potter ke percetakan  untuk memastikan bahwa karya-karya Beatrix Potter dibuat sesuai dengan keinginan penulisnya.

- Squirrel Nutkin -

Singkat cerita akhirnya kerja keras Beatrix Potter terbayar ketika buku dongeng anak-anak karyanya terpajang di etalase toko buku di kotanya. Buku yang menampilkan karakter anthropomorphic “ Tale of Peter Rabbit “ menjadi buku favorit dan sangat digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Keberhasilan Beatrix Potter juga mendapat apresiasi yang bagus dari ayahnya, Rupert Beatrix. Tetapi tidak dengan ibunya, ia lebih suka jika anak perempuannya itu bisa menikah, punya anak dan mengurus keluarga.

- The Tale of Peter Rabbit -

Keberhasilan Beatrix Potter juga membuat keluarga Warner ingin berkenalan dengannya. Norman kemudian membawa Beatrix Potter untuk menemui dan berkenalan dengan ibu dan saudarinya, Amelia yang biasa dipanggil Millie. Millie sangat senang bertemu seseorang yang mempunyai pemikiran dan idealisme yang sama sehingga ia memutuskan untuk bersahabat dengan Beatrix Potter.

Kerjasama Beatrix Potter dengan Norman Warner yang awalnya bersifat profesional-formal lambat laun lebih berubah emosional karena cinta telah menyelubungi keduanya. Awalnya mereka masih tidak yakin dan menyembunyikan perasaannya masing-masing. Tetapi di pesta perayaan natal Norman memberanikan diri melamar Beatrix Potter untuk menjadi istrinya. Keduanya terlihat bahagia tetapi hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga Potter karena Norman Warner dianggap tidak setara dengan mereka. Mmm... aku suka dengan back sound sewaktu Norman meminta Beatrix Potter untuk menjadi isterinya. Dan dengan bantuan mbah google akhirnya ketemu deh informasi… When You Tought Me How To Dance yang dinyanyikan dengan sangat menyentuh oleh Katie Melua.


- When You Tought Me How To Dance in Accoustic by Katie Melua -
Meski berat hati akhirnya Rupert Potter mengijinkan anaknya bertunangan dengan Norman Warner. Mereka tidak mengumumkan pertunangan anaknya itu di depan khalayak karena  karena masih berharap putrinya berubah pikiran atas pilihannya. Suatu hari kedua orang tua Beatrix Potter mengadakan kesepakatan dengan anaknya bahwa mereka akan merestui hubungan keduannya asalkan putrinya bersedia untuk menghabiskan musim panas di Distrik lake bersama mereka.

Beatrix Potter dan Norman kemudian menjalani hubungan jarak jauh. Banyak surat yang hilir mudik sebagi cara menuntaskan kerinduan mereka. Suatu hari datang surat dari Millie yang mengabarkan bahwa Norman sedang sakit.  Mengetahui kabar itu Beatrix Potter mempersingkat liburan musim panasnya, ia kembali ke London untuk memastikan kesehatan Norman. Tetapi Beatrix Potter terlambat karena Norman telah meninggal. Kematian Norman membuat jiwa Beatrix terguncang, ia sangat sedih hingga mengurung diri dikamar. Untuk mengatasi kesedihannya Beatrix banyak membuat sketsa binatang kesayangannya, tetapi tak satupun yang jadi karena semua karakter yang dia buat tiba-tiba menjadi sangat menjengkelkan lalu menghilang dari pandangannya. Sebelum semuanya terlambat, Millie datang menyelamatkan Beatrix Potter agar tidak menyia-nyiakan hidupnya karena kematian.  Millie ingin sahabatnya itu kembali bersemangat dan tegar menghadapi situasi apapun dalam hidup ini. Akhirnya Beatrix memutuskan untuk memulai hidup baru di luar London, dan tempat yang dipilihnya adalah Distik Lake.

Dari hasil penjualan buku-buku karangannya Beatrix memperoleh royalty yang jumlahnya lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya. Karena ia telah mandiri secara finansial ditambah lagi ada peristiwa yang mengharuskan dia untuk pindah akhirnya dia membeli peternakan  “ Hill Top Farm “ di Distrik lake. Untuk selanjutnya Beatrix akhirnya juga mampu memperpanjang daftar kepemilikan properti di daerah tersebut. Beatrix menyewa beberapa orang sebagai buruh untuk menjalankan pertanian dan peternakan miliknya. Beatrix benar-benar merasa nyaman tinggal di sana.

Di tempat yang indah itu Beatrix akhirnya menemukan cintanya. Seorang teman dimasa kecilnya yang kini telah berprofesi sebagai pengacara, William Heelis ( Llyod Owen ). 


Dan di akhir film ada penjelasan yang sempat aku pindahkan.

Eight years after moving to the Lake District
Beatrix married William Heelis.
Her mother did not approve

Beatrix donated 4000 acres of farmland to the British people
trough a land preservation trust.

Beatrix Potter’s stories became the best selling children’s books of all time


Aku menyukai ekspresi Renee Zellweger yang berperan sebagai Beatrix potter dalam film ini; ketika dia berbicara, tertawa, sedih, bahagia, khawatir, bangga, cinta. Pokoknya pipi si tokoh utama ini hampir selalu bersemu-semu… Akting yang sangat brilliant…

Aku sangat menyukai film ini karena aku jadi bisa mengenal sosok yang sangat mengagumkan… Helen Beatrix Potter
Dan aku sangat penasaran dengan karya-karyanya…


- Miss Potter Thriller -




~* Rienz *~

Selasa, 04 Januari 2011

THE KREUTZER SONATA

Kisah  Suami  Pencemburu
Penulis          : Leo Tolstoy
Penerjemah  : Wawan Eko Yulianto
Penerbit        : Jalasutra
Cetakan         : I, November 2009
Tebal              : viii+160 Halaman

Lagi-lagi kudapatkan salah satu karya terbaik dari sastrawan kelas dunia di event Book Fair. Dengan harga miring aku bisa dapatkan salah satu karya Leo Tolstoy. Bukunya memang tipis tetapi isinya benar-benar dahsyat, kritis,  dan sangat emosional. 

Kisah Posdnicheff diawali dari percakapan yang terjadi dalam sebuah gerbong kereta api yang sedang melaju. Sepertinya untuk mengurangi kebosanan selama dalam perjalanan para penumpang berbagi cerita tentang berbagai hal.  Aku jadi teringat sama penumpang kereta api jurusan Jakarta-Bogor / Bogor-Jakarta yang juga sangat akrab. Bahkan kabarnya dalam sebuah artikel disurat kabar ibukota pernah dibahas kalau komunitas itu membuat acara arisan segala. Duhh… jadi ngelantur nih…kembali ke Posdnicheff…

Seiring dengan laju kereta, percakapan diantara para penumpangpun bergulir mulai dari soal bisnis, seni, pendidikan hingga soal cinta, perkawinan dan perceraian. Pada awalnya Posdnicheff tidak tertarik dengan pembahasan mereka tetapi ketika ada seorang wanita berkata bahwa; “ … cinta mensucikan perkawinan dan bahwa perkawinan sejati adalah perkawinan yang disucika oleh cinta “, Posdnicheff mulai terusik. Ia kemudian meminta penjelasan tentang “ Hakikat Cinta “ kepada semua orang yang terlibat dalam diskusi itu. Ia merasa wanita itu kolot, tidak realistis, terlalu mengagung-agungkan cinta dan membiarkan dirinya dibuai mimpi karena menurut Posdnicheff cinta itu mempunyai banyak wajah yang bisa berganti rupa sesuai dengan kebutuhan. Menurutku sebenarnya wanita itu tidak benar-benar salah karena kehidupan percintaan setiap orang itu berbeda-beda.

Ketika Posdnicheff tinggal berdua saja dengan sang narator, ia mencurahkan semua beban yang menggalayutinya. Apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Posdnicheff tentang kisah cinta dan kehidupan perkawinannya ditumpahkan seluruhnya kepada sang narator yang lebih memilih sebagai pendengar yang baik ketimbang menjadi  lawan bicaranya. Posdnicheff menjelaskan bahwa perempuan tidaklah selemah yang yang dikira laki-laki.

Jadi siapakah sebenarnya yang lebih berkuasa : lelaki atau perempuan ? Secara lahiriah mungkin banyak yang menyetujui jika laki-laki lebih kuat dan berkuasa ketimbang perempuan. Tetapi Posdnicheff memberikan penilaian dari sudut pandang yang berbeda, ia mengatakan bahwa perempuan tidak akan mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki jika ia tidak dilihat sebagai objek dari kepuasan dan kenikmatan laki-laki. Secara tidak langsung Posdnicheff ingin membuka pemahaman kita bahwa perempuan punya cara sendiri untuk menunjukkan kekuatannya dan eksistensinya di dimata laki-laki. Karena dengan segala kelemahan dan kekurangannya ( sesuai dengan kodratnya ) ternyata perempuan bisa membuat laki-laki tanpa sadar terjebak dan bertekuk lutut dihadapan perempuan.

Hmmm… mendadak aku jadi teringat dengan syair lagu  “ Sabda Alam “ yang dipopulerkan oleh Titik Puspa
Diciptakan alam pria dan wanita
Dua makhluk dalam asuhan  dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
Adapun wanita lemah lembut manja
Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
Namun ada kala pria tak berdaya
Tekuk lutut di kerling wanita
Posdnicheff datang dari salah satu keluarga bangsawan Rusia. Dan hidupnya hampir tidak pernah jauh dari pesta, wanita dan minuman. Meskipun menjalani kehidupan yang bebas Posdnicheff selalu berangan-angan tentang masa depan yang ideal, yaitu bahwa suatu saat ia akan menikahi wanita yang tidak banyak tingkah serta tuntutan dan menjadi laki-laki yang setia pada istri dan keluarganya.

Singkat cerita Posdnicheff jatuh cinta dan menikah dengan seorang wanita. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka penuh dengan gairah cinta meski terkadang diselingi dengan percekcokan. Tetapi lama kelamaan cek-cok itu membesar menjadi perang dingin bahkan pertengkaran. Kehadiran anak-anak dalam rumah tangga mereka juga tidak bisa  menjembatani segala permasalahan diantara keduanya. Sebetulnya Posdnicheff menyadari akar permasalahan yang terjadi dalam pernikahan mereka, tetapi sepertinya mereka tidak mampu menguasai  dan mengontrol emosinya.

“... penyebab abadi luka-luka pernikahan ialah kecemburuan “. ( hal. 70 )

Selanjutnya masih dihalaman yang sama Posdnicheff juga menjelaskan

“ Mustahil kecemburuan hilang antara suami istri yang hidup secara amoral. Jika menolak mengorbankan kenikmatandemi kesejahteraan anak-anak, artinya sejak saat itu mereka bulat-bulat menyimpulkan tak akan mengorbankan kesenangan, jangankan demi kebahagian dan ketentraman hidup, demi nuranipun tidak “.

Perbincangan dalam kereta itu terus berlangsung hingga akhirnya Posdnicheff menceritakan bagian yang paling tragis dalam kehidupan perkawinannya.  Setelah melahirkan anak kelima, dokter menyarankan kepada istri Posdnicheff untuk memasang alat kontrasepsi agar hidupnya bisa lebih santai dan jauh dari histeria. Dan Posdnicheff yang pencemburu dan posesif itu tidak menyukai posisi yang menguntungkan istrinya karena kemerdekaan istrinya itu berarti kekalahannya. Posdnicheff merasa superioritasnya sebagai suami dan kepala rumah tangga terganggu dan terabaikan dengan kebebasan isterinya.

Disaat yang kritis itu hadirlah laki-laki lain, seorang pemain biola bernama Traoukhatchevsky. Meskipun telah mempunyai lima anak istri Posdnicheff masih terlihat cantik dan kehadiran pemain biola seakan menjadi oase bagi hidupnya yang menjemukan. Posdnicheff benar-benar terpojok tetapi ia berusaha bersabar dengan segala tingkah istrinya. Mereka berdua terlihat akrab bahkan dalam sebuah pertunjukan musik di gedung balai kota mereka berkolaborasi memainkan bait-bait The Kreutzer Sonata dengan apik.

Hingga suatu malam tragedi itupun menyapa. Ketika Posdnicheff sedang berada di luar kota dengan segala pesonanya istri Posdnicheff berhasil menggaet si pemain biola.  Posdnicheff yang sudah dikuasai amarah akhirnya menukar kekalahannya dengan nyawa isterinya. Ia menghunuskan belati ke bagian bawah payudara isterinya. Dan istri yang melakukan perzinahan itu akhirnya tewas di tangan suaminya yang pencemburu.

Untuk beberapa lama Posdnicheff harus menpertanggung jawabkan perbuatannya. Tetapi  tak lama kemudian ia dibebaskan. Lalu Posdnicheff melanjutkan perjalannya dengan menaiki kereta api Pozdnyshev. Dan di perjalanan ia mencari pengampunan dari sesama penumpang dengan cara menceritakan kisahnya.

Aku menyukai novel ini, aku menyukai Tolstoy karena ia selalu menggambarkan dan menyuarakan kondisi sosial masyarakat Rusia pada zamannya, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Novel ini menggambarkan pertarungan antara kaum tua dan kaum muda; antara mereka yang menjunjung tingggi nilai-nilai pernikahan dengan mereka yang menganggap pernikahan sebagai prostitusi jangka panjang; antara kekangan dan kebebasan; antara penindasan dan perjuangan. Dan Tolstoys adalah seorang yang briliant.

Menurut informasi yang kudapat dari sinopsis di bagian belakang novel ini dan juga dari mesin pencari otomatis google, kisah tragis yang terbit pertama kali pada taun 1889 ini langsung di cekal dan ditentang keras perdarannya oleh pemerintah Rusia. Pemerintah Rusia mungkin menganggap ide-ide serta nilai-nilai yang disampaikan dalam novel ini dapat memicu ekses-ekses negatif di masyarakat yang bisa membahayakan negara.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa setidaknya sekitar delapan film dibuat berdasarkan novel ini. Selain itu juga ada beberapa pementasan, musik, lukisan, tari balet di Rusia, Eropa dan Amerika yang diadaptasi dari novel ini. 

Woww..... aku jadi pengen nonton filmnya.....


~*  Rienz  *~