Selasa, 01 Mei 2012
Diantara Sebab-Sebab Turunnya Rizki
Diantara Sebab-Sebab
Turunnya Rizki
Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat melapangkan rizki,
yaitu :
1. Takwa Kepada Allah SWT.
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki
dan dapat menjadikannya teru bertambah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an
surat At-Thalaq ayat 2-3, yaitu ;
سُوۡرَةُ الطّلاَق
فَإِذَا بَلَغۡنَ
أَجَلَهُنَّ فَأَمۡسِكُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ فَارِقُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ۬
وَأَشۡہِدُواْ ذَوَىۡ عَدۡلٍ۬ مِّنكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلشَّهَـٰدَةَ لِلَّهِۚ
ذَٲلِڪُمۡ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِۚ
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢)
وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ
حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ
إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا
(٣)
Surah TALAK
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah
mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah
dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan
kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang
beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (2)
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
[keperluan] nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan [yang dikehendaki] Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (3)
Setiap orang yang bertakwa menetapi segala yang diridhoi Allah
SWT dalam segala kondisi (istiqamah), maka Allah SWT akan memberikan keteguhan
dunia dan akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh
adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap permasalahan dan
problematika hidup. Selain itu Allah SWT juga akan memberikan rizki dengan cara
yang tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah SWT di atas, yaitu ;
"Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja
yang Dia larang, maka Allah akan memberikan jalan keluar dalan setiap
urusannya. Dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka,
yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya".
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A’raf (7) ayat
96, yaitu ;
سُوۡرَةُ الاٴعرَاف
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ
ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ
يَكۡسِبُونَ (٩٦)
Surah TEMPAT TERTINGGI
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. (96)
2. Istighfar dan Taubat
sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Nuh (71) ayat
10-12 yang mengisahkan tentang Nabi Nuh. Juga dalam surat Hud (11) ayat 52,
yaitu ;
سُوۡرَةُ نُوح
فَقُلۡتُ
ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُ ۥ كَانَ غَفَّارً۬ا (١٠)
يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ
عَلَيۡكُم مِّدۡرَارً۬ا (١١)
وَيُمۡدِدۡكُم
بِأَمۡوَٲلٍ۬ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّـٰتٍ۬ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ
أَنۡہَـٰرً۬ا (١٢)
Surah NABI NUH
maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada
Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, (10) niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat, (11)
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu
kebun-kebun dan mengadakan [pula di dalamnya] untukmu sungai-sungai. (12)
سُوۡرَةُ هُود
وَيَـٰقَوۡمِ
ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ
عَلَيۡڪُم مِّدۡرَارً۬ا وَيَزِدۡڪُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا
تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ (٥٢)
Surah HUUD
Dan [dia berkata]: "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada
Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan
janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (52)
Al-Qurthubi mengatakan ; “Di dalam ayat-ayat tersebut
(diatas) terdapat petunjuk, bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki
dan hujan”.
Ada seseorang yang mengeluh soal kekeringan kepada al-Hasan
al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah".
Lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya dan beliau menjawab, "Beristighfarlah
kepada Allah". Ada lagi seseorang yang mengatakan kepada beliau,
"Mohonkanlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak". Maka beliau
menjawab,"Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang
mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang dan beliaupun menjawab, "Beristighfarlah
kepada Allah". Karena jawaban beliau selalu sama membuat
orang-orang bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai
persoalan, namun mengapa anda memerintahkan mereka semua beristighfar?".
Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya
Allah SWT telah berfirman di dalam surat Nuh (seperti yang telah disebutkan di
atas).
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan
lisan lalu berhenti total dari segala dosa. Karena orang yang beristighfar
dengan lisannya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati
masih senantiasa menyukainya, maka ini merupakan istighfar yang dusta.
Istighfar yang demikian tidak memberikan faedah sebagaimana yang diharapkan.
3. Tawakkal Kepada Allah
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Talaq ayat 3
سُوۡرَةُ الطّلاَق
وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ
حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ
إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا
(٣)
Surah TALAK
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan [keperluan] nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan [yang
dikehendaki] Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. (3)
Nabi Muhammad SAW juga bersabda ;
"Seandainya kalian
mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah akan memberikan
rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki. Mereka pergi pagi-pagi
dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang".
(HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Bani)
Tawakal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan
diri dan sikap bersandar hanya kepada-Nya saja serta yakin hanya Allah SWT
satu-satunya yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di
alam berupa makhluk, rizki, pemberian, mudhorot dan manfaat, kefakiran dan
kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan serta lain sebagainya adalah
dari Allah SWT semata.
Maka hakikat tawakal adalah sebagaimana yang disampaikan oleh
al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza
wa Jalla dalam mencari kebaikan (kemaslahatan) dan menghindari mudhorat
(bahaya) untuk seluruh urusan dunia dan akhirat. Menyerahkan seluruh urusan
hanya kepada Allah dan merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat
memberi, menahan atau mendatangkan manfaat serta mudhorot selain Dia.
4. Silaturahim
Berikut ini adalah hadits-hadits yamg berkaitan dengan silaturahmi.
Dari Abu Hurairah ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah
SAW bersabda, 'Siapa yang senang untuk
dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung
silaturahim'."
(HR. Al-Bukari)
Dari Abu Hurairah r.a,
"Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Ketahuilah
orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan
kekerabat dengannya. Karena sesungguhnya silaturahim menumbuhkan kecintaan
dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur'."
(HR Ahmad dan disahihkan
oleh al- Bani)
5. Infaq fi Sabilillah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Saba' (34) ayat 39)
سُوۡرَةُ سَبَإ
قُلۡ إِنَّ رَبِّى
يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُ ۥۚ
وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَىۡءٍ۬ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۖ ۥ وَهُوَ خَيۡرُ
ٱلرَّٲزِقِينَ (٣٩)
Surah KAUM SABA’
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku
melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan
menyempitkan bagi [siapa yang dikehendaki-Nya]". Dan barang apa saja yang
kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang
sebaik-baiknya. (39)
Ibnu Katsir berkata, "Apapun yang kau infaq-kan dalam hal
yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Allah akan memberi
ganti kepadamu di dunia serta memberi pahala dan balasan di akhirat
kelak".
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat
267-268, yaitu ;
سُوۡرَةُ البَقَرَة
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا ڪَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ
أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ
تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِۚ
وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ (٢٦٧)
ٱلشَّيۡطَـٰنُ
يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُڪُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم
مَّغۡفِرَةً۬ مِّنۡهُ وَفَضۡلاً۬ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ۬ (٢٦٨)
Surah SAPI BETINA
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah [di
jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa
yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah,
bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (267)
Syaitan menjanjikan [menakut-nakuti] kamu
dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan [kikir]; sedang Allah
menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia [*]. Dan
Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. (268)
[*].
Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
Dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah SAW bersabda, "Allah
SWT berfirman, 'Wahai anak Adam, berinfaqlah
maka Aku akan berinfaq kepada’."
(HR. Muslim)
6. Menyambung Haji dengan Umroh.
Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW.
Dari Ibnu Mas'ud ra. Rasulullah SAW bersabda, "Ikutilah haji dengan umroh karena
sesungguhnya keduanya akan menghilang kefakiran dan dosa sebagaimana pandai
besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak. Dan haji yang mabrur tidak
ada balasannya kecuali surga".
(HR. at-Tirmidzi dan
an- Nasai disahihkan oleh al-Bani)
Maksudnya adalah jika kita berhaji, maka sambung ibadah haji itu
dengan umroh atau jika kita melakukan umroh, maka sambung umroh tersebut dengan
melakukan ibadah haji.
7. Berbuat Baik (Ihsan) Kepada Orang Lemah (Dhu’afa).
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah
kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan orang-orang lemah
diantara kalian”.
(HR. Bukhari)
Yang termasuk kaum dhu’afa adalah
·
Fuqara, adalah
orang-orang yang membutuhkan bantuan tapi tidak mencari bantuan tersebut karena
malu padahal mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut.
·
yatim, miskin, orang yang sedang tertimpa
musibah, orang-orang terlantar, janda-janda miskin, hamba sahaya, dan lain
sebagainya.
8. Serius Dalam Beribadah.
Nabi Muhammada SAW bersabda, “Allah
SWT berfirman, ‘Wahai anak Adam bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada-Ku,
maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu.
Jika engkau tidak melakukan itu, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan
dan Aku tidak menanggung Kefakiranmu’.”
(HR. Abu Hurairah)
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid tanpa
melakukan aktivitas sosial dan bekerja. Namun yang dimaksud adalah menghadirkan
hati (qolbu) dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah
SWT. Merasa sedang menghadap Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa. Yakin
sepenuhnya bahwa diri ini sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang Menguasai
Langit dan Bumi.
Sebenarnya masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti
; hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah SWT, meninggalkan
kemaksiatan, istiqomah serta melaksanakan ketaatan-ketaatan lain yang belum bisa
disampaikan lebih rinci lagi.
Mudah-mudahan Allah SWT selalu melimpahkan taufiq dan bimbingan
kepada kita semua…
Amiin...
Sumber :
·
Kitab “Al-Asbab al-Jalibah
Lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan.
·
Buletin Dakwah Th X No.433 Jum’at 1 Muharram 1425 H / 27 Februari
2004
·
Kajian MKI-Sehati (Cilember, 28 April 2012)
Diposting oleh
atik
di
12:03:00 PM
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Sehati MKI,
Cerita Taklim
Senin, 30 April 2012
Tips Agar Iman Tetap Terjaga
Tips Tetap Menjaga Iman
Berikut ini sejumlah tips praktis harian untuk memelihara grafik
besar iman agar terus meningkat, yaitu ;
1. Kata Terakhir dan Kata Pertama. Pastikan bahwa "Allah" adalah
kata terakhir yang terucap sebelum anda terlelap, begitu juga kata pertama
terucap saat anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong anda untuk
mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin mengingat Dia.
2. Bangun Malam Hari. Hal pertama berwudhulah dan sholatlah
di malam hari sendirian. Umar bin
Khattab R.A (semoga Allah SWT meridhoinya) selalu minta disediakan air di
sebelah tempat tidurnya. Begitu terbangun, tangannya dibasahinya dan
diusapkannya ke wajahnya, langsung bangkit berwudhu dan shalat.
3. Bukalah Al-Qur'an di tengah malam. Bacalah pelan-pelan di malam hari
sendirian dan baca terjemahannya juga. Resapi
maknanya, karena itu disampaikan Allah SWT khusus untuk anda.
4. Bangunkan Orang Lain.
Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga anda yang lain dengan lemah lembut
untuk melakukan hal yang sama dengan anda.
5. Sholat Subuh Berjama'ah. Bagi laki-laki sholat subuh di masjid hampir-hampir wajib.
Sampai Rasulullah SAW berkata, “untuk orang munafiq, sholat berjama'ah yang
paling berat adalah isya' dan subuh”. Ada saja alasan untuk
menghindarinya. Bagi perempuan, sholat berjama'ah di rumahpun baik.
6. Bacakan Ayat dan Hadits. Pilihlah satu ayat Al-Qur'an dan satu hadits Rasulullah SAW
kepada orang-orang di rumah anda sebagai hadiah di pagi hari. Jadikan ayat dan
hadits itu bahan obrolan pertama anda sebelum berbincang tentang hal lain.
7. Baca Sirah Nabi. Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah
Rasulullah SAW di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshidiqan kita kepada Muhammad Nabiyullah yang
namanya kita sebut dalam syahadat keislaman kita.
8. Sebelum Keluar Rumah.
Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja atau menuntut ilmu urusan
lainnya, sebelum menyatakan tawakal kita hanya kepada Allah SWT dalam segala
urusan. Ucapkan "Bismillahittswakaltu 'Alallahi Laa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billahi... Dengan
nama Allah aku bertawakal (menggantungkan semua urusanku) hanya kepada Allah,
tidak ada kemampuan kecuali denhan izin Allah.
9. Mendengarkan Al-qur'an. Usahakan tetap mendengarkan lantunan Al-Qur'an kemanapun anda
pergi, baik dari alat elektronik yang bisa di-stel atau dari senadung hafalan
bacaan anda sendiri.
10. 24 Jam Do'a.
Ucapkanlah berbagai macam do'a sehari-hari (mulai do'a masuk kamar kecil sampai
do'a berkendaraan) yang diajarkan Rasulullah, dengan niat hanya kepada Allah
SWT. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan, semakin
independent kita dari pengaruh manusia lain, siapapun dia, setinggi apapun
jabatannya terhadap kita atau sebanyak apapun hartanya dibandingkan dengan diri
kita. Begitu Allah SWT melihat bukti bahwa kita hanya bergantung kepada-Nya,
pasti Dia akan mengangkat derajat kita
dihadapan manusia lain dan memudahkan semua urusan kita.
11. Kegiatan Utamaku Sholat. Aturlah agenda harian anda berdasarkan rotasi lima waktu sholat.
Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian rupa yang membuat anda
sudah berada di tempat menunaikan sholat dalam keadaan berwudhu minimal 15
menit sebelum adzan berkumandang. Rasakanlah berkah demi berkah akan
dilimpahkan kepada anda.
11. Wudhu Sempurna.
Peliharalah wudhu anda selama mungkin. Berwudhulah dengan sempurna.
Perhatikanlah air yang menetes dari kulit wajah dan bagian-bagian tubuh anda
dan saksikanlah dosa-dosa anda bercucuran bersama air itu.
13. Sholat Terakhir.
Laksanakan sholat seakan-akan sholat anda itu sholat yang terakhir. Hadapkan
tubuh anda lurus-lurus ke arah Ka'bah Baitullah. Tundukkan jiwa anda di hadapan
Allah SWT, pencipta dan pemelihara hidup anda. Lafadzkan bacaan sholat anda
dengan penghayatan tinggi, kerendahan hati dan kehinaan diri dihadapan Allah
SWT.
14. Berpuasa. Lakukanlah puasa
sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang berpuasa do'anya langsung dikabulkan
Allah SWT. Sedangkan do'a adalah senjata utama orang mukmin.
15. Berinfaq dan Bershodaqoh. Apapun bentuk harta yang anda miliki, itu sepenuhnya hak Allah
SWT. Gunakan harta itu sesuai dengan kehendak Pemiliknya yang sejati.
Perbanyak shodaqoh dan infaq untuk menunjukkan kepada Allah SWT, bahwa harta
yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran kita, "Bahwa
ini semua milik Engkau ya Allah..."
16. Bersahabat. Bergaul
dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin dengan orang-orang yang
se-aqidah. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan amal sholih sebagai kriteria kita
memilih teman apalagi sahabat karib. Karena Rasulullah SAW berkata bahwa "di akhirat, kita akan dihidupkan
bersama dengan teman kita semasa hidup”. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah iman atau bahkan
kafir, pasanglah niat yang kuat bahwa anda bergaul dengannya bertujuan membagi
kelezatan iman yang sudah kita rasakan.
Wallahu a'lam Bishshawab...
Sumber : Majalah Alia
Note : Artikel
ini aku dapat ketika menghadiri Dauroh MKI di Cilember dengan pembicara saat
itu Ust. Harris
Diposting oleh
atik
di
1:18:00 PM
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Sehati MKI,
Cerita Taklim
Jumat, 27 April 2012
Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 3 : Tertundanya Pengabulan Do’a
Mutiara Hikmah 3
Tertundanya Pengabulan Do’a
“Terlambat
datangnya pemberian (Allah), meski sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah
membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan
permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut
keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu
yang engkau inginkan”
Penjelasan:
Tidak
sepatutnya seorang hamba berburuk sangka kepada Allah karena do’a-do’anya belum
dikabulkan oleh-Nya. Dan sebaiknya seorang hamba yang tidak tahu apa yang akan
terjadi atas dirinya esok hari segera melakukan introspeksi diri. Allah SWT
telah mengatakan dalam sebuah firman-Nya dalam dalam Al-Qur’an surat al-Qashash
(28) ayat 68, yaitu:
سُوۡرَةُ القَصَص
وَرَبُّكَ يَخۡلُقُ مَا
يَشَآءُ وَيَخۡتَارُۗ مَا ڪَانَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُۚ سُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ
وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ (٦٨)
Surah CERITA-CERITA
Dan
Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak
ada pilihan bagi mereka [*]. Maha
Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan [dengan Dia]. (68)
[*]. Bila Allah telah
menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus
menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah.
Dan hendaknya kita selalu mengingat
firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah
(2) ayat 216, yaitu;
سُوۡرَةُ البَقَرَة
كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ
ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ۬ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ
خَيۡرٌ۬ لَّڪُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ شَرٌّ۬ لَّكُمۡۗ
وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ (٢١٦)
Surah
SAPI BETINA
Diwajibkan
atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
[pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui. (216)
Syaikh Ibnu ‘atha’illah juga mengingatkan;
“Tidak terlaksananya sesuatu yang dijanjikan
oleh Allah,
janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji
Allah itu.
Ini agar tidak mengaburkan bashirahmu
(pandangan mata batin)
dan memadamkan nur (cahaya) hatimu”
Penjelasan :
Sebagai hamba, manusia tidak mengetahui kapan persisnya Allah
SWT akan menurunkan karunia dan rahmat-Nya. Sehingga apabila seseorang melihat
tanda-tanda tertentu, maka ia akan menduga bahwa itu adalah saat yang
dijanjikan oleh Allah SWT. Sementara itu dari sisi Allah SWT, sebetulnya masih
ada persyaratan yang Dia kehendaki atas diri hamba-Nya itu. Jadi jangan sampai
menuduh Allah melanggar janji-janji-Nya.
Allah SWT berfirman surat Al-Baqarah ayat 214, yaitu ;
سُوۡرَةُ البَقَرَة
أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن
تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن
قَبۡلِكُمۖ مَّسَّتۡہُمُ ٱلۡبَأۡسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُواْ حَتَّىٰ
يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ ۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِۗ
أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ۬ (٢١٤)
Surah
SAPI BETINA
Apakah
kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu
[cobaan] sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan [dengan bermacam-macam
cobaan] sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat. (214)
Dalam firman
Allah SWT yang lain digambarkan, bahwa manusia itu memiliki sifat cenderung
tergesa-gesa.
سُوۡرَةُ بنیٓ اسرآئیل
/ الإسرَاء
وَيَدۡعُ ٱلۡإِنسَـٰنُ
بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُ ۥ بِٱلۡخَيۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَـٰنُ عَجُولاً۬ (١١)
Surah
MEMPERJALANKAN DI MALAM HARI
Dan
manusia berdo’a untuk kejahatan sebagaimana ia berdo’a untuk kebaikan. Dan
adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (11)
Tambahan :
Ø Butir
mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian
tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.
Semoga bermanfaat…
Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.
Diposting oleh
atik
di
12:44:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)






