Rabu, 01 September 2010

Lolita


( Derita Cinta Terlarang )

Penulis            :  Vladimir Nabokov
Penerjemah   :  Anton Kurnia
Penerbit         :  PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan          :  IV, September 2008
Tebal               :  525 Halaman

Lolita adalah salah satu karya sastra klasik karya Vladimir Nabokov ( 1899-1977 ), penulis kelahiran St. Petersburg – Rusia. Novel kontroversial yang merupakan mahakarya Nabokov ini kabarnya banyak menuai kritik di masyarakat karena tema yang diangkat oleh penulis sangat tidak lazim, tabu dan melanggar standart moral yang berlaku di masyarakat pada masa itu ( sekitar tahun 1950-an). Menurut berbagai info yang dapat dipercaya novel ini juga sudah divisualisasikan dan sayangnya Aku sendiri belum pernah menontonnya.

Dalam kata pengantarnya John Ray, Jr, Ph.D. mengatakan bahwa novel ini merupakan memoar seorang Profesor bernama Humbert Humbert dan petualangan cintanya dengan gadis dibawah umur bernama Lolita. Ketika novel ini akhirnya diterbitkan dan direlease pada tahun 1955 di Perancis, Humbert Humbert sendiri sudah meninggal di penjara karena serangan jantung.

Tentunya kita pernah mendengar atau membaca istilah Lolita Syndrom atau Lolita Style bukan?. Istilah Lolita digunakan menggambarkan seorang perempuan yang masih remaja belia ( ABG ) yang secara seksual sudah matang tetapi belum cukup umurnya. Sedangkan Lolita Syndrom adalah istilah yang sering digunakan bila ada seorang pria dewasa yang kehidupan seksualnya menyimpang karena dia hanya menyukai remaja2 perempuan yang masih belia dan belum cukup umur. Umumnya orang menyebutnya dengan istilah Pedofilia. Lain halnya dengan Lolita Style karena istilah itu lebih kearah fashion, yaitu gaya berbusana layaknya ABG atau anak2 sekolah.

Humbert Humbert lahir di Paris dari keluarga yang cukup terpandang. Ia besar di Riviera karena ayahnya mempunyai hotel mewah didaerah itu. Di Riviera ia bergaul akrab dan menjalin cinta monyet dengan gadis cilik yang cantik bernama Annabel Leigh dan usianya hanya terpaut beberapa bulan dengan Humbert. Cinta monyet Humbert kandas ditengah jalan karena Annabel meninggal dunia akibat penyakit tyfus. Berawal dari kisah cinta monyet yang gagal inilah penyimpangan seksual Humbert tercetus. Humbert secara emosional hanya tertarik kepada anak2 perempuan berusia 9-14 tahun. Ia menyebutnya dengan istilah “ Nympet “ atau “ Peri Asmara “.

Ketika tumbuh dewasa gairahnya terhadap gadis2 cilik bukannya berkurang tetapi semakin menggelora dan tidak terbendung. Humbert sangat menyadari “ selera ganjilnya ” dan ia berusaha menutupinya dengan hubungan normal bersama perempuan sebayanya. Humbert memutuskan untuk menikahi Valleria, tetapi pernikahan itu akhirnya kandas karena ternyata Valleria menghianatinya.

Pada tahun 1939 pamannya yang berdomisili di Amerika meninggal dan mewariskan usaha perdagangnnya kepada Humbert. Setelah bercerai humbert-pun memutuskan pindah ke New York. Ia berkelana di beberapa daerah di Amerika dalam rangka studi banding dan riset untuk pendidikan. Di Paman Sam “ selera ganjil “ Hubert juga tak menciut bahkan semakin mengembang tanpa bisa ditahan. Hal itu memnuat Humbert sempat menjalani terapi kejiwaan di sebuah sanatorium karena menderita kegilaan ( melankolia dan depresi yang sangat parah ).

Sekeluarnya dari sanatorium, Humbert pergi ke New England salah satu Negara bagian di Amerika. Ia tinggal di sebuah pemondokan di daerah Ramsdale milik seorang janda bernama Charlotte Haze. Di pondok inilah Humbert bertemu dengan “ peri asmaranya “ atau Sang Lolita, Dolores Haze – putri Charlotte Hase. Pesona yang sangat kuat dari Dolores a.k.a Dolly a.k.a Lolita membuat Humbert tidak bisa menjauh darinya. Saat itu usia Humbert sekitar tiga puluhan dan Lolita masih berusia 12 tahun. Namun Humbert seakan tidak berdaya melawan gairah asmara dan berahinya terhadap Lolita. Humbert melihat sosok Annabel dalam diri Lolita.

Sikap Lolita yang sangat manja dan menggoda tak urung membuat Humbert sering resah. Lolita pintar sekali menarik ulur gairah cinta dan emosi Humbert. Dilain pihak ternyata Charlotte, Si Ibu juga menaruh hati padanya. Charlotte sering bertindak tidak adil pada Lolita karena dia merasa anaknya menjadi pesaing dalam memperebutkan cinta Humbert. Sedangkan Humbert berpikiran lain, ia rela menikahi Charlotte demi mendapatkan cinta dan tubuh Lolita.

Setelah menikah terbersit niat jahat Humbert untuk menghabisi Charlotte agar Lolita menjadi miliknya. Tetapi sebelum niatnya terlaksana Charlotte tewas dalam sebuah kecelakaan. Dan sebenarnya ada unsur Humbert dalam dalam kematian Charlotte karena istrinya menjadi histeris ketika mengetahui bahwa ia telah menikahi monster yang kelak akan membahayakan masa depan anaknya. Lolita yang saat itu sedang berada di perkemahan musim panas Q tidak diberitahu tentang kematian ibunya.

Humbert tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, setelah pemakaman istrinya dia meninggalkan Ramsdale menuju perkemahan musim panas Q untuk menjemput Lolita. Ia membohongi Lolita dengan mengatakan bahwa ibunya sedang sakit keras agar Lolita bisa keluar dari perkemahan itu. Meski akhirnya Lolita mengetahui kebohongan ayah tirinya sebagai anak berusia 12 tahun ia tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa menuruti keinginan ayah tirinya itu. Dan sejak saat itulah kisah cinta terlarang itu dimulai. Lolita dibawa berkeliling Amerika dan disuatu tempat bernama The Enchanted Hunters Humbert menyetubuhi Lolita. Lebih dari setahun Humbert membawa Lolita berkelana ke berbagai Negara Bagian Amerika dan selama itu pulalah tubuh Lolita habis dijelajahi ayah tirinya. Humbert menyadari bahwa dia bukan laki-laki pertama yang menyentuh Lolita tetapi dia tidak pernah berniat untuk melepaskan “ Peri Asmara “ nya itu. Ayah yang tidak bermoral itu melahap setiap inci tubuh molek Lolita kapanpun dan dimanapun dia mau bahkan pada saat anaknya sedang tidak sehat. Aku rasa Lolita menikmati perlakuan tidak wajar ayah tirinya itu karena selain dia telah mengenal seks sebelumnya, ia juga terkesan pasrah dan melakukan aksi radikal untuk menyelamatkan dirinya padahal Lolita sendiri menyadari hubungan mereka salah.

Berdekatan dengan Lolita membuat Humbert berubah menjadi laki-laki posesif dan pencemburu. Humbert akhirnya harus menelan kekecewaan karena cintanya yang besar terhadap Lolita bertepuk sebelah tangan. Lolita ternyata mencintai Clare Quilty ( Cue ), laki-laki yang selalu membuntuti perjalanan mereka. Quilty sebenarnya juga bukan laki-laki normal, ia adalah seorang pedofilia yang ingin menjadikan Lolita bintang film porno.

Humbert sempat kehilangan Lolita selama hampir dua tahun lalu mereka bertemu lagi dalam kondisi dan keadaan yang berbeda. Lolita tengah mengandung dan sudah menikah dengan Dick. Perpisahan ternyata tidak membuat Humbert berubah ia tetap menginginkan Lolita dan kerena itulah hidupnya berakhir di penjara.

Hhhmmm…sungguh kisah yang sangat menggelikan, tragis dan mengharukan dari cinta terlarang dua anak manusia tersebut. Jujur, aku masih tertegun setelah menikmati Lolita. Segenap rasa teraduk meski dari awal Aku sudah mengetahui kisah ini tidak “ Happy Ending “. Lagi pula memang aneh kalo segala sesuatu yang niatnya saja sudah tidak baik tetapi ingin memetik hasil yang membahagiakan. Ungkapan “ You Are What You Do “ ada benarnya juga.

Kisah ini dituturkan dengan sangat deskriptif oleh Nabokov. Dengan sangat natural dan piawai Nabokov membawa dan mengaduk-aduk emosi para pembacanya untuk menyelami jiwa tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini. Memang tidak mudah mencerna novel ini karena Nabokov sering menggunakan symbol-simbol dan metafor-metafor dalam mengungkapkan “ rasanya “. Belum lagi kalimat-kalimat serta peribahasa dalam bahasa Perancis yang sering membuat kening ini berkerut. Lalu lamunan-lamunan Humbert yang terkadang menyesatkan dan menguras energi.

Nabokov menuturkan kisah Lolita lebih banyak dengan gaya psikologis dari pada naratif sehingga kita dapat merasakan emosi tokoh-tokohnya. Aku sebenarnya kasihan dengan Humbert karena sesunggungnya ia sangat kesepian. Tetapi sayang rasa kesepian telah merubahnya menjadi monster. Mungkin jika dari awal orang tua Humbert menyadari ada yang tidak beres dengan anaknya setelah kematian Annabel hal seperi ini dapat dihindari. Mungkin mereka bisa memberikan banyak waktu, perhatian dan terapi khusus untuk anaknya yang sensitive itu.

Satu hal lagi, dalam kata pengantarnya John Ray juga mengatakan tidak ada kata-kata atau istilah-istilah cabul dalam novel ini. Padahal memang tema “ seks dan salah satu bentuk penyimpangannya “ yang diangkat dalam novel ini. Dan hal itu memang benar karena semua emosi dan hasrat purba Humbert dibahasakan dengan gaya sastra yang ( anehnya ) tidak kaku oleh Nabokov.

Sebenarnya kisah hidup Lolita atau seperti Lolita bukan hal yang baru saat ini karena kita sering mendengar berita di surat kabar atau televisi hubungan incest yang terjadi dalam keluarga. Dan tidak ada satupun manusia atau keluarga didunia ini ingin mengalaminya. Tetapi harusnya ada pembelajaran dari semua pihak bahwa kualitas moral seseorang bukan hanya tanggung jawab diri pribadi saja tetapi harus ada kerjasama dari semua pihak seperti; orang tua, keluarga, pendidik, ulama, teman dan lingkungan.


~* Rienz *~

0 komentar: