Selasa, 31 Mei 2011

Hadits Ke-9 : Arti Ketaatan


الحــديث التـاسع

HADITS KE-9: ARTI KETAATAN


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu. Dia berkata : “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda : ‘Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka’”.

(Bukhori dan Muslim)
Pelajaran :
1.      Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam.
2.      Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
3.      Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
4.      Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
5.      Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
6.      Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
7.      Wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.
8.      Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.



Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Senin, 30 Mei 2011

Hadits Ke-8 : Kehormatan Seorang Muslim






الحـديث الثـامن
HADITS KE-8 : KEHORMATAN SEORANG MUSLIM

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم    قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا  مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ
[رواه البخاري ومسلم ]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Illah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (utusan Allah), menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam sedangkan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu Wata'ala”.    
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Catatan :
Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : ‘Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)’ . Maka berkatalah Abu Bakar : “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.
2.      Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
3.      Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.
4.      Diperbolehkannya hukuman  mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya .
5.      Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
6.      Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syari’atnya.
7.      Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.


Dikutip dari :

·         Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo

·         Compiled ebook by Akhukum Fillah



~* Rienz *~

Jumat, 27 Mei 2011

Hadits Ke-7 : Agama Itu Nasihat

 


الحــديث السابع

HADITS KE-7 : AGAMA ITU NASIHAT


عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]
 Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad-Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Agama adalah nasehat, kami berkata : ‘Kepada siapa ?’  beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya”.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pelajaran :
1.      Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim.
2.      Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya.

Dikutip dari :
·         Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·         Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-6 : Menjaga Kesucian Jiwa



لحــديث السادس
HADITS KE-6 : MENJAGA KESUCIAN JIWA

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى  الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ  لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ   مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ  أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka barang siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar batas (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan. Dan larangan Allah adalah apa-apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri (jasad) terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
 Catatan :
·    Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat .
2.      Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.
3.      Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.
4.      Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.
5.      Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.
6.      Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.
7.      Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.
8.      Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.


Dikutip dari :
·         Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·         Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Hadits Ke-5 : Ibadah Yang Tertolak




HADITS KE-5 : IBADAH YANG TERTOLAK

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ.   [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami, amalan yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak”. (Riwayat Bukhori dan Muslim, dalam riwayat Muslim disebutkan: ‘Barang siapa yang melakukan suatu amalan (ibadah) yang tidak berdasarkan perintah (agama) kami, maka dia tertolak’).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
2.      Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
3.      Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
4.      Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.



Dikutip dari :
·         Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·         Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~


Kamis, 26 Mei 2011

Hadits Ke-4 : Poses Penciptaan Manusia & Suratan Taqdir-Nya


الحـديث الرابـع

HADITS KE-4 : PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN SURATAN TAQDIRNYA


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا                              
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami - dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya berupa setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat untuk meniupkan ruh padanya dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta saja, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta saja, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga”.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
  • Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
  • Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
  • Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
  • Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
  • Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
  • Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
  • Sebagian ulama dan orang bijak berkata  bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Dikutip dari :
·         Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·         Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

Pagelaran Musik Karya Cipta Ismail Marzuki




Apakah kamu tahu lagu Halo-Halo Bandung ???
Bisa menyanyikannya ???
Pernah menyanyikannya ???
Pasti kamu pernah menyanyikannya dan lagi merdu pula suaranya…
Lagu itu syairnya mudah, iramanya juga riang jadi gampang diingat sehingga sudah sangat populer bagi kebanyakan penduduk negeri ini. Banyak anak kecil usia TK sudah diajarkan lagu ini apalagi bagi mereka yang remaja ataupun dewasa.

Tapi tahukah kalian siapa pencipta lagu ini ???
Pasti hanya sedikit orang yang bisa menjawab pertanyaan ini… (Wong aku sendiri juga lupa… )



Yup… Beliau adalah Ismail Marzuki. Dan Halo-Halo Bandung adalah salah satu dari sekian banyak karya gemilang Beliau. Ismail Marzuki adalah salah satu komponis besar Indonesia. Putra Betawi yang bernama kecil Ma’ing ini  lahir di Kwitang pada tanggal 11 Mei 1914. Selain pandai membaca Al-Qur’an Bang Maing juga mempunyai bakat bermusik yang luar biasa. Tak terhitung sumbangsih Bang Ma’ing bagi kemajuan seni musik di Indonesia. Lagu-lagunya sering menjadi Hits pada zamannya. Bahkan hingga kinipun kita masih bisa menikmatinya. Ismail Marzuki wafat pada tanggal 25 Mei 1958 di usia 44 tahun dan jasadnya dikebumikan di TPU Karet Bivak. Atas jasa-jasanya pada tanggal 10 Nopember 1968 oleh Bapak Ali Sadikin, Gubernur Jakarta pada waktu itu, namanya diabadikan sebagai pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berlokasi di Jalan Cikini Raya No.73. Kemudian 46 tahun setelah Beliau wafat, pemerintah Indonesia menganugerahi Ismail Marzuki sebagai Pahlawan Nasional.


Kini bertepatan 53 tahun wafatnya Ismail Marzuki, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat menyelenggarakan pagelaran musik sebagai bentuk apresiasi dari generasi penerus bangsa ini terhadap karya-karya Ismail Marzuki yang jumlahnya ratusan. Bersama Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai mitra kerjanya, SuDin Kebudayaan JakPus mewujudkan pagelaran itu dalam bentuk Symphony Orkestra. Akhirnya selasa malam lalu atau tepatnya tanggal 24 Mei 2011 Pagelaran Musik Karya Cipta Ismail Marzuki sukses terselenggara dengan dihadiri oleh banyak peminatnya baik dari kelompok maupun perorangan. Alhamdulillah kali ini aku bisa menjadi bagian dari Haul itu.


Banyak untungnya memang menjadi bagian dari Komunitas Historia (KomHis), tambah ilmu, tambah teman dan yang pasti tambah mengenal akar sejarah bangsa ini. Dan asyiknya lagi bisa dapat tiket gratisan untuk beberapa event kerenlumayan... kekekeke…
Alhamdulillah malam itu “narcissus” sedang menguasaiku jadi dengan entengnya aku hadir meramaikan pagelaran itu. Bergabung dengan anggota KomHis lainnya aku memempati salah satu deretan bangku di sayap kanan gedung pertunjukan itu. Aku duduk di deretan D-5, agak jauh memang hingga mataku harus bekerja keras supaya bisa lebih konsentrasi dengan pertunjukan Symphony Orkestra itu. Kulihat di panggung para pendukung Orkestra itu juga telah siap. Latar belakang panggung itu adalah sebuah layar lebar yang menyajikan visualisasi informatif agar acara lebih fokus dan menghibur. Sayang sekali aku tak bisa mengabadikan moment demi moment yang meluncur pada malam itu, malklumkah aku “terbatas”.

Sekitar 07.30 WIB Pagelaran Musik Karya Cipta Ismail Marzuki dimulai. Pagelaran itu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo yang didampingi isteri, Ibu Hartati juga Walikota Jakarta Pusat dan Rektor IKJ. Yang bertindak sebagai Conductor dari Orkes Symphoni IKJ pada malam itu adalah Bapak Hari Poerwanto. Pagelaran musik itu dibuka oleh empat buah lagu yang sudah tidak asing lagi ditelinga para hadirin, yaitu:
  1. “Five Waltz” by Schubert.
  2. “Jali-Jali” diiringi solo biola oleh Eci Utari Ayu Poerwanto dan arranger Singgih Sanjaya.
  3. “Dying Young” by Kenny G diiringi solo saxophone oleh Icad dan orkestrasi oleh M. Dhany Iskandar.
  4. “Bohemian Rhapsody” by Freddie Mercury diiringi oleh Paduan Suara IKJ.

Masuk ke inti acara, selanjutnya kita disuguhi sekitar tiga belas karya gemilang Ismail Marzuki.

  1. “Indonesia Pusaka (1945)”, yang mengalun indah dari seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SD bernama Juliet Angelia.
  2.  “Gugur Bunga (1945)”, yang dinyanyikan secara syahdu oleh Paduan Suara IKJ. Turut mengiringi lagu ini adalah tampilan pada layar di belakang panggung. Dapat kita saksikan ketika Juliet Angelia berziarah ke makam Ismail Marzuki sambil menaburkan dan meronce bunga lalu adegan itu diteruskan-pindah ke atas panggung. Juliet Angelia hadir di atas panggung sambil membawa bunga ronce merah putih. Selanjutnya Bapak Fauzi Bowo hadir pula ke panggung untuk menerima kalungan bunga dari Juliet Angelia lalu membuka Pagelaran Musik itu dengan iringan do’a dan sekelumit sambutan.
(Mendengar lagu Gugur Bunga membuatku jadi sedikit merinding karena teringat pada film G30S-PKI)
  1. “Sersan Mayorku”, yang dilagukan penuh harmonis oleh enam orang wanita bergaun hitam. Mengiringi lagu ini adalah ilustrasi lucu oleh tiga orang laki-laki berseragam TNI zaman dulu. (hmm... tiba-tiba saja aku jadi teringat pada kekonyolan The Three Stooges)
Nb: Kalau aku gak salah lihat salah seorang penyanyinya yang berambut kribo sering aku lihat wajahnya di iklan PONDS.
  1. “Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi (1945)”, Charles Nasution dengan setelan jas hitam dan selempang ulosnya berhasil memukau para penonton. Klimaksnya adalah kehadiran Icad dengan saxophone-nya.
  2. “Kopral Jono (1946)”, mengalir lewat lengkingan suara biduanita cantik berbaju merah bernama Sastrani. Lagu ini di arransement oleh Adryan Sinulingga.
  3. “Wanita (1942)”, diarransement oleh Adryan Sinulingga dan dilantunkan dengan lembut oleh Acil Bimbo. Lagu ini juga mengiringi aksi gemulai tiga orang penari berkebaya encim dengan nuansa merah putih.
  4. “Candra Buana (1946)”, dilagukan oleh Paduan Suara IKJ.
  5. “Melati di Tapal Batas (1947)”, dilagukan oleh Charles Nasution dan Sastrani diiringi oleh Paduan Suara IKJ.
  6. “Aryati”, dibawakan dengan romantis oleh Fauzi Bowo diiringi oleh Paduan suara IKJ. Dipertengahan lagu Fauzi Bowo mengganti liriknya dengan nama istrinya, yaitu “Hartati”, kontan saja gemuruh tepuk tangan dan siulan langsung membahana di ruangan itu.
(...hhmmm...co...cweeettt... )
  1. “Sapu Tangan Dari Bandung Selatan (1947)” dinyanyikan oleh Paduan Suara IKJ.
  2. “YII (1947)”, dinyanyikan oleh Paduan Suara IKJ.

Sebagai penutup acara Orkes Symphoni dan Paduan Suara IKJ mempersembahkan dua buah lagu melayu, yaitu: “Pak Ketipak Ketipung dan Selayang Pandang-nya Said Effendi.  Tampilan lagu ini juga  dipercantik dengan kehadiran sepasang penari melayu yang bergerak lincah-gemulai penuh semangat.


21.30 WIB passss...
Musik berhenti dan penontonpun balik pergi...
Aku... meninggalkan TIM dengan Metromini...
Ku kira berakhir di Manggarai...
Salah lagi...

22.05 WIB di Kramat Sentiong NU...
Akhirnya Busway jadi penyelamatku...


~* Rienz *~