THE KITE
RUNNER
Penulis : Khaled Hosseini
Penerjemah : Esti Budihabsari
Script : Tommaso Valsecchi
Komikus : Fabio Celoni &
Mirka Adolfo
Ilustrasi & Sampul :
Fabio Celoni & Mirka Adolfo
Cetakan I, Dzulqa’dah 1434 H
/ September 2013
Second Winds Comics
Awal tahun 1970-an di Kabul, ibu kota Afganistan
tinggallah seorang anak bernama Amir. Amir adalah anak piatu yang berasal dari
keluarga berada dari suku Pashtun. Ia berkarib dengan Hassan, anak seorang
pelayan keluarganya yang bernama Ali dari suku Hazara. Mereka selalu bersama,
dimana ada Amir pasti ada Hassan disisinya, begitu pula sebaliknya. Amir yang
terpelajar sangat berbakat membuat karya tulis yang bagus. Amir memang lembut
hatinya bahkan terkesan lembek dan kurang mandiri. Hanya Paman Rahim yang memahami
pribadi Amir. Sedangkan Hassan yang setia selalu melindungi dan siap menjadi
"tameng" untuk kebahagiaan Amir. Meski demikian ayah Amir (Baba)
sangat mencintai keduanya (belakangan
kita akan mengetahui alasannya mengapa Baba bersikap demikian).
 |
| Amir sedang membacakan dongeng kesukaan Hassan "Rustam & Sohrab" |
 |
| Pulang setelah seharian bermain dan mengejar layang-lanyang |
Amir
dan Hassan gemar sekali bermain layang-layang, Amir yang menaikkan layangan
sedangkan Ali bertugas untuk mempersiapkan perlengkapannya sekaligus penasehat
strateginya. Bahkan dengan gesitnya Hassan juga akan mengejar setiap layangan
yang kalah lalu dipersembahkan untuk Amir. "Untukmu
seribu kali" , kalimat itu yang sering dilontarkan Hassan
untuk Amir ketika hendak mengejar layangan putus. Titik balik dari hubungan manis mereka adalah ketika kompetisi
layang-layang berakhir. Kompetisi tersebut sebenarnya dimenangkan oleh Amir dan
Hassan akan tetapi perbuatan Assef dan kedua temannya membuat kebahagiaan mereka
sirna seketika. Hassan tidak hanya menerima pukulan dari Assef dan kedua
temannya karena Assef yang mengidap kelainan seksual itu telah memperkosanya.
Sebenarnya Amir melihat kejadian keji itu tetapi ia terlalu pengecut untuk
menyelamatkan Hassan. Amir lari dan menghianati Hasan.
 |
| gaya Amir dan Hassan di kejuaraan layang-layang |
Ketika
Rusia berhasil menguasai Kabul, Baba membawa Amir memyelamatkan diri ke
Peshawar kemudian lanjut ke Fremont, California. Dan Baba menitipkan seluruh
harta bendanya kepada Paman Rahim. Jika di Pakistan Baba seorang terpandang
tetapi di Fremont ia hanya pegawai di pomba bensin. Bahkan untuk mencukupi
kebutuhan hidup mereka, Baba dan Amir berjualan di pasar loak San Jose. Amir
yang berotak encer juga sukses mengasah bakatnya menjadi penulis yang
karya-karyanya diperhitungkan. Di Pasar loak San Jose Amir akhirnya bertemu
dengan cintanya, Soraya Taheri, puteri mantan perwira tinggi Pakistan yang juga
mengungsi di Amerika. Semakin tua kesehatan Baba juga menurun, kebiasaan
"minum" dan merokoknya membuat ia menderita Karsinoma. Di penghujung
hidupnya Baba berusaha keras membahagiakan Amir. Baba meninggal dengan perasaan
bahagia karena karena Amir telah menjadi suami Soraya Taheri.
 |
| Ekspresi Sohrab ketika mendapat kamar baru |
Sekian
lama berumah tangga Amir dan Soraya belum juga dikaruniai anak. Hingga akhirnya
di musim panas tahun 2001 ia mendapat telephone dari Pakistan. Paman Rahim
menghubunginya, karena memang sudah saatnya Amir kembali dan mengambil alih
tanggung jawab yang selama ini dipercayakan Baba kepadanya. Selain karena ia
sudah tua, Paman Rahim juga berpendapat ini waktu yang tepat bagi Amir membayar
pengkhiatan yang telah dilakukannya kepada Hassan. Karena sebenarnya Amir dan
Hassan sebenarnya bersaudara, mereka satu ayah tapi lain ibu.
 |
| Sohrab mulai beradaptasi |
Hassan
dan isterinya telah meninggal dibunuh Taliban sehingga Sohrab, anaknya harus
tinggal dipanti asuhan. Saking cintanya Hassan pada Amir, ia menamai anaknya dengan nama salah satu kisah favoritnya. Seperti ayahnya, Sohrab juga mendapat perlakuan
"rasis" dan kekerasan seksual dari Assef yang kini menjadi salah satu
pemimpin Taliban. Singkat cerita dengan bantuan Farid, untuk pertama kalinya Amir
menunjukkan keberniannya dan mengorbankan nyawanya untuk membebaskan Sohrab
kemudian membawanya ke Amerika.
 |
| Amir, Sohrab & Soraya |
Sedikit
demi sedikit Amir berusaha meyakinkan Sohrab bahwa ia akan menjadi pelindungnya.
Setelah melewati sistem administrasi yang sulit, akhirnya Amir bisa membawa
Sohrab ke Fremont, California dan mengadopsinya. Soraya sangat senang akan
kehadiran Sohrab. Meskipun Sohrab masih perlu waktu untuk beradaptasi dan
melupakan masa lalunya, namun Amir dan Soraya dengan sabar membimbing Sohrab.
Lambat laun kondisi kejiwaan dan emosional Sohrab menjadi lebih baik. Dan
diakhir kisah mereka bertiga mengulang indahnya masa lalu dengan bermain
layang-layang dan bercerita betapa hebatnya ayah Sohrab. Tapi kali ini yang
jadi pengejar layang-layang adalah Amir, seraya berkata, "Untukmu
seribu kali" (seperti yang biasa dikatakan Hassan kepada Amir).
Sungguh
cerita yang sangat menyentuh dengan visualisasi yang pas dan indah. Mengandung
nilai-nilai religi, edukasi, etika dan humanis yang mampu meluaskan paradigma
kita agar hidup bisa lebih damai, harmonis dan bahagia.
*~ Rienz ~*
0 komentar:
Posting Komentar