Senin, 16 Maret 2015

THE KITE RUNNER



THE KITE RUNNER
Penulis : Khaled Hosseini
Penerjemah : Esti Budihabsari
Script : Tommaso Valsecchi
Komikus : Fabio Celoni & Mirka Adolfo
Ilustrasi & Sampul : Fabio Celoni & Mirka Adolfo
Cetakan I, Dzulqa’dah 1434 H / September 2013

Second Winds Comics


Awal  tahun 1970-an di Kabul, ibu kota Afganistan tinggallah seorang anak bernama Amir. Amir adalah anak piatu yang berasal dari keluarga berada dari suku Pashtun. Ia berkarib dengan Hassan, anak seorang pelayan keluarganya yang bernama Ali dari suku Hazara. Mereka selalu bersama, dimana ada Amir pasti ada Hassan disisinya, begitu pula sebaliknya. Amir yang terpelajar sangat berbakat membuat karya tulis yang bagus. Amir memang lembut hatinya bahkan terkesan lembek dan kurang mandiri. Hanya Paman Rahim yang memahami pribadi Amir. Sedangkan Hassan yang setia selalu melindungi dan siap menjadi "tameng" untuk kebahagiaan Amir. Meski demikian ayah Amir (Baba) sangat mencintai keduanya  (belakangan kita akan mengetahui alasannya mengapa Baba bersikap demikian). 

Amir sedang membacakan dongeng kesukaan Hassan "Rustam & Sohrab"

Pulang setelah seharian bermain dan mengejar layang-lanyang

Amir dan Hassan gemar sekali bermain layang-layang, Amir yang menaikkan layangan sedangkan Ali bertugas untuk mempersiapkan perlengkapannya sekaligus penasehat strateginya. Bahkan dengan gesitnya Hassan juga akan mengejar setiap layangan yang kalah lalu dipersembahkan untuk Amir. "Untukmu seribu kali" , kalimat itu yang sering dilontarkan Hassan untuk Amir ketika hendak mengejar layangan putus. Titik balik dari hubungan manis mereka adalah ketika kompetisi layang-layang berakhir. Kompetisi tersebut sebenarnya dimenangkan oleh Amir dan Hassan akan tetapi perbuatan Assef dan kedua temannya membuat kebahagiaan mereka sirna seketika. Hassan tidak hanya menerima pukulan dari Assef dan kedua temannya karena Assef yang mengidap kelainan seksual itu telah memperkosanya. Sebenarnya Amir melihat kejadian keji itu tetapi ia terlalu pengecut untuk menyelamatkan Hassan. Amir lari dan menghianati Hasan.

gaya Amir dan Hassan di kejuaraan layang-layang

Ketika Rusia berhasil menguasai Kabul, Baba membawa Amir memyelamatkan diri ke Peshawar kemudian lanjut ke Fremont, California. Dan Baba menitipkan seluruh harta bendanya kepada Paman Rahim. Jika di Pakistan Baba seorang terpandang tetapi di Fremont ia hanya pegawai di pomba bensin. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Baba dan Amir berjualan di pasar loak San Jose. Amir yang berotak encer juga sukses mengasah bakatnya menjadi penulis yang karya-karyanya diperhitungkan. Di Pasar loak San Jose Amir akhirnya bertemu dengan cintanya, Soraya Taheri, puteri mantan perwira tinggi Pakistan yang juga mengungsi di Amerika. Semakin tua kesehatan Baba juga menurun, kebiasaan "minum" dan merokoknya membuat ia menderita Karsinoma. Di penghujung hidupnya Baba berusaha keras membahagiakan Amir. Baba meninggal dengan perasaan bahagia karena karena Amir telah menjadi suami Soraya Taheri.

Ekspresi Sohrab ketika mendapat kamar baru
Sekian lama berumah tangga Amir dan Soraya belum juga dikaruniai anak. Hingga akhirnya di musim panas tahun 2001 ia mendapat telephone dari Pakistan. Paman Rahim menghubunginya, karena memang sudah saatnya Amir kembali dan mengambil alih tanggung jawab yang selama ini dipercayakan Baba kepadanya. Selain karena ia sudah tua, Paman Rahim juga berpendapat ini waktu yang tepat bagi Amir membayar pengkhiatan yang telah dilakukannya kepada Hassan. Karena sebenarnya Amir dan Hassan sebenarnya bersaudara, mereka satu ayah tapi lain ibu.

Sohrab mulai beradaptasi

Hassan dan isterinya telah meninggal dibunuh Taliban sehingga Sohrab, anaknya harus tinggal dipanti asuhan. Saking cintanya Hassan pada Amir, ia menamai anaknya dengan nama salah satu kisah favoritnya. Seperti ayahnya, Sohrab juga mendapat perlakuan "rasis" dan kekerasan seksual dari Assef yang kini menjadi salah satu pemimpin Taliban. Singkat cerita dengan bantuan Farid, untuk pertama kalinya Amir menunjukkan keberniannya dan mengorbankan nyawanya untuk membebaskan Sohrab kemudian membawanya ke Amerika.

Amir, Sohrab & Soraya

Sedikit demi sedikit Amir berusaha meyakinkan Sohrab bahwa ia akan menjadi pelindungnya. Setelah melewati sistem administrasi yang sulit, akhirnya Amir bisa membawa Sohrab ke Fremont, California dan mengadopsinya. Soraya sangat senang akan kehadiran Sohrab. Meskipun Sohrab masih perlu waktu untuk beradaptasi dan melupakan masa lalunya, namun Amir dan Soraya dengan sabar membimbing Sohrab. Lambat laun kondisi kejiwaan dan emosional Sohrab menjadi lebih baik. Dan diakhir kisah mereka bertiga mengulang indahnya masa lalu dengan bermain layang-layang dan bercerita betapa hebatnya ayah Sohrab. Tapi kali ini yang jadi pengejar layang-layang adalah Amir, seraya berkata, "Untukmu seribu kali" (seperti yang biasa dikatakan Hassan kepada Amir).

Sungguh cerita yang sangat menyentuh dengan visualisasi yang pas dan indah. Mengandung nilai-nilai religi, edukasi, etika dan humanis yang mampu meluaskan paradigma kita agar hidup bisa lebih damai, harmonis dan bahagia.



*~ Rienz ~*


0 komentar: