Jumat, 28 Januari 2011

OST. Baker King Kim Tak Goo



Inilah Drama Korea yang baru saja selesai aku tonton...
Drama ini sangat inspiratif dan menyenangkan karena banyak pelajaran hidup yang bisa dicontoh...
Tentang arti kelurga, arti persahabatan, arti kerja keras, arti bersabar, arti loyalitas.... intinya arti keberadaan diri kita dalam hidup ini... 
Sangat menyentuh...


Drama Baker King Kim Tak Goo ini sebenarnya merupakan kisah nyata kehidupan Presiden Paris Baguette, Heo Young In.
Paris Baguette, hadir pertama kali di Korea Selatan pada tahun 1988.
Saat ini produknya sudah mendunia dengan ditandai oleh berbagai Award yang telah diterimanya. Outletnya pun sudah tersebar diberbagai negara termasuk Amerika Serikat.
Selain itu Paris Baguette juga pemegang Bakery franchise no. 1 di Korea dengan berbagai macam awards.


Buat teman-teman yang belum nonton... 
Coba deh ... kalau ada waktu luang untuk menikmatinya...
Tapi buatku sekarang...
Cukup hanya dengan dua soundtracknya ini saja... 
Aku sudah merasa kenyang...
kekeke...

Kita nyanyi bareng yuks... 





Neo Hanaman (Only You)
~ Yoon Shi Yoon ~

seulpeumeun nareul bogo useojugil wonhae
gippeumeun nareul bogo ureojugil barae

unmyeongiramyeon unmyeongiramyeon
ireoke nal gadwodul sun eopseo

sarangeun nareul bomyeo ijeurago hane
ibyeoreun nareul bogo useurago hane

saranghandamyeon naega piryohadamyeon gaseum gipi aewonhan sarang

neomaneul saranghandamyeon neomaneul gieokandamyeon
neomaneul gidarindamyeon neo hana wonhae

unmyeongi nareul samkyeodo nae gaseum muneojindaedo
neo hanaman neo hanaman nan wonhae

sarangeun nareul bomyeo ijeurago hane
ibyeoreun nareul bogo useurago hane

saranghandamyeon naega piryohadamyeon gaseum gipi aewonhan sarang

neomaneul saranghandamyeon neomaneul gieokandamyeon
neomaneul gidarindamyeon neo hana wonhae

unmyeongi nareul samkyeodo naegaseum muneojindaedo
neo hanaman neo hanaman nan wonhae

sesang eodieseo na swil goseun eopjana geuge najana
nae gaseumeun neo hanaman gidael su itjana

neomaneul saranghandamyeon neomaneul gieokandamyeon
neomaneul gidarindamyeon neo hana wonhae

unmyeongi nareul samkyeodo nae gaseum muneojindaedo
neo hanaman neo hanaman nan wonhae

 *****






Geu Saram ( That Person )
~ Lee Seung Cheul ~

geu saram nal utge han saram
geu saram nal ulge han saram
geu saram ttatteutan ipsullo naege
nae simjangeul chajajun saram

geu sarang jiul su eomneunde
geu sarang ijeul su eomneunde
geu saram nae sum gateun saram
geureon sarami tteonaganeyo

geu sarama saranga apeun gaseuma
amugeotdo moreunun sarama
saranghaetgo tto saranghaeseo
bonael su bakke eomneun sarama..
nae saranga..

nae gaseum neodeol georindedo
geu chueok nareul sewo jjilleodo
geu saram heullil nunmuri
nareul deoukdeo apeuge haneyo

geu sarama saranga apeun gaseuma
amugeotdo moreuneun sarama
nunmul daesin seulpeum daesin
nareul itgo haengbokhage sarajwo...
nae saranga…

urisarmi dahaeseo 
uri dunun gameulttae geuttae hanbeon gieokhae

geu sarama saranga apeun gaseuma
amugeotdo moreun sarama
saranghaetgo tto saranghaeseo
bonael su bakke eomneun sarama..

nae saranga…
nae saranga…
nae saranga…


*** English Version ***

That person was the one who made me smile
That person was the one who made me cry
With her warm lips to me
That person found my heart

I can’t erase that love
I can’t forget that love
That person was like my oxygen
That person is now leaving

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
I loved you, and I love you
That’s why I have no choice but to let you leave…
my love…

Even if my heart becomes tattered
Even if that memory pains me all day
The tears that person sheds
Hurts me even more

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
Instead of tears, instead of pain
Forget about me and live happily my love

When our lives are over and we close our eyes,
Then remember me one time

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
I loved you, and I love you
That’s why I have no choice but to let you leave…
my love…

My love…
My love…
My love…


 *** Indonesia Version ***

Dia adalah orang yang membuatku tersenyum
Dia adalah orang yang membuatku menangis,
Dan ia adalah orang yang meraih hatiku lewat kehangatan bibirnya

Dia tak bisa ku hapus
Dia tak bisa kulupakan
Dia adalah seperti nafasku
Namun orang itu sekarang telah pergi

Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku
Aku telah mencintaimu dan terus mencintaimu
Aku harus menjalani ini ( membiarkan kau pergi )
oh cintaku….

Hatiku pun  telah tercabik-cabik
Kenangan itu pun terasa menusuk di setiap hariku
Dia yang mengalir air matanya
Sangat membuat hatiku sedih

Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku
sebagai ganti air mata dan kesedihan
Lupakanlah aku dan hiduplah dengan bahagia
oh Cintaku…

Saat kehidupan kita telah berakhir
Saat menutup kedua mata kita, saat itu sekali saja ingatlah aku

Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku
Aku telah mencintaimu dan terus mencintaimu
Aku harus menjalani ini ( membiarkan kau pergi )

oh cintaku ..
oh cintaku...
oh cintaku…

BILANGAN FU



Penulis          : Ayu Utami
Penerbit        : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan         : Juni 2008
Tebal              : 573 Halaman

Rasanya lumayan panjang juga jeda yang aku butuhkan untuk menikmati lagi karya lain Ayu Utami selain “ Saman “.  Khas Ayu Utami memang jika dia selalu membuat kening pembacanya berkerut penuh tanya. Kali ini Ayu Utami datang dengan “ Bilangan Fu “ untuk meneror para penikmatnya. Ia menyuguhkan sebuah konsep spiritual yang boleh jadi hal itu di luar pemahaman kita sebelumnya. Atau kita sebenarnya sudah paham tapi terkadang sulit untuk mengkomunikasikannya dengan orang-orang disekeliling kita.

Bilangan Fu mengkritisi kekuatan agama-agama langit yang pada kenyataannya tidak selalu membawa keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup ini. Sepertinya Ayu Utami (atau bahkan kita semua) kekecewa dan prihatin atas penganiayaan juga kesewenang-wenangan terhadap lingkungan serta budaya yang terjadi di sekeliling kita. Manusia (yang katanya) bertindak sebagai khalifah di bumi ternyata tidak mampu menunjukkan rasa hormatnya kepada lingkungan dan budaya yang tercipta di masyarakat, bahkan tega-teganya berusaha untuk mengangkangi demi memantapkan ideologi kapitalis. 

“Agama langit terbukti tidak bisa menyelamatkan alam. Agama bumi secara sistematis memelihara alam. Sayangnya agama-agama bumi ini telah terlindas nilai-nilai baru untuk : modernisasi, monotheisme dan militerisme “. (Hal. 452)

Agama bumi ini maksudnya adalah kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh nenek moyang kita, contohnya kepercayaan yang masyarakat jawa kuno, yang disebut kejawen.  Kebudayaan kejawen ada yang masih dilestarikan hingga kini misalnya acara tedak siten dan tujuh bulanan pada bayi.

Lalu Ayu Utami menawarkan sebuah gagasan baru yang dinamakannya “ Neo-Kejawan “ dengan sinkretisme sebagai teksnya. Gagasan ini menekankan pada pemahaman dan kegiatan yang berupa laku kritis, seperti yang dipaparkan pada halaman 384-385.

“… Perbedaan utamanya terletak pada daya kritisnya. Spiritualitas jawa lama tidak merumuskan daya kritis. Spiritual lama tersedot pada rasa dan cipta tapi mengabaikan logika. Menekankan pada inspirasi tapi tidak analisa sama sekali.  Spiritualias baru ini milik orang-orang yang rasional namun sekaligus kritis pada rasionya. Milik orang-orang yang telah mengenal modernisme tapi tidak tertelan pada modernisme. Milik orang-orang postmodernis.”

“… Spiritualitas baru ini senantiasa kritis pada asal dan tujuan hidup. Karena itu ia menundanya dan memusatkan cipta dan karsanya pada bumi ini.”

“… Spiritualias ini lebih tertarik pada bumi dari pada langit. Lebih wigati pada dunia ketimbang akhirat.”

Aku setuju dengan gagasan Ayu Utami soal laku kritis ini, tetapi seperti aku tidak sepaham soal cara pandangnya terhadap agama langit. Sebagai muslimah yang sejak kecil sudah dijejali dengan dogma-dogma yang termaktub dengan pasti dalam Al-Qur’an, aku percaya bahwa Allah SWT sebenarnya sudah memberikan aturan yang baik untuk kehidupan di bumi dan alam semesta ini beserta isinya hanya saja pemikiran dan daya nalar kita sering tidak mampu bahkan terengah-engah memahami petunjuk Allah SWT, karena memang kita adalah makhluk-Nya yang sangat berbatas.  Dan bagusnya pada novel ini Ayu Utami tidak terjebak dalam pergulatan dogmatis yang terkadang bisa berujung perpecahan.

Apakah Bilangan Hu ( Fu ) itu ? Bagaimana bentuknya ? Dari mana asalnya ?

Bilangan hu adalah tanda tentang  sesuatu yang ketetapannya adalah gerak. Ia mengambil bentuk sesuatu yang berpusar  , tidak berbentuk cakra tertutup, seperti nol ( O ) atau berbentuk bindi hitam . Perangkatnya adalah :

         Ji      Ro      Lu     Pat     Mo     Nem     Tu     Wu     Nga     Luh     Las      Sin     Hu

Hu adalah bilangan sunyi, dimana satu dan nol menjadi padu. Sebab ia bukan bilangan matematis, melainkan bilangan metaforis. Dia bukan bilangan rasional, melainkan bilangan spiritual.

Jujur saja aku sebenarnya bingung dengan apa atau siapa yang dimaksud dengan Bilangan Hu (Fu) itu. Apa peranan bilangan fu itu pada novel ini… ( kok masih samar ya …hingga kini…)
Yang aku pahami Hu itu adalah kependekan dari nama Tuhan yaitu Allah SWT karena jika sering menyebutnya dalam do’a dan dzikir.

Lafadz dalam berdzikir yang diajarkan oleh guru tasawufku di Masjid Sunda Kelapa;
Dzikir panjang ----- Laa ilaaha illallah…
Dzikir sedang ----- Allah...
Dzikir pendek ----- Hu…

( Hmmm…mungkinkah maksudku sama dengan Ayu Utami?)
(…sepertinya tidak)
(biarlah…kekeke…)


Ada dua tokoh protagonist dalam novel ini, yang pertama bernama Sandi Yuda. Ia adalah tipikal anak muda masa kini yang berpikiran modern dan instant. Sikapnya agak sinis, egois dan selalu skeptis terhadap sesuatu. Bersama teman-teman kelompoknya Yuda datang ke Watu Gunung untuk menemukan jalur pemanjatan baru. Kemudian tokoh yang kedua bernama Parang Jati, seorang putra daerah yang juga mahasiswa geologi. Ia seorang vegetarian yang selalu berusaha untuk menjaga kelestarian dan keharmonisan alam. Parang Jati juga seorang menghormati budaya yang ada dalam suatu masyarakat. Selain itu juga punya kelebihan yang dianggap berbau mistis terutama oleh orang tua angkatnya, ia mempunyai enam jari di masing-masing kanan-kiri tangan dan kakinya. Parang Jati bermaksud untuk melakukan penelitian dikampung halamannya, di Watu Gunung juga.  Tetapi kemudian kedua pemuda yang berbeda karakter itu akhirnya menjadi sahabat kental. Diantara Yuda dan Parang Jati ada Marja --- kekasih Yuda ---  yang kehadirannya melengkapi dan menjembatanai hubungan antara  kanan  dan kiri. Dengan lihai Ayu Utami meramu idenya itu dalam jalinan kisah yang sangat mengagumkan.

Ada hal lain juga yang dikritisi oleh Ayu Utami yaitu soal panjat tebing yang dilakukan oleh para pecinta alam. Karena ternyata tidak semua pemanjat tebing itu yang perduli akan kelestarian alam alih-alih mereka merusak bebatuan dan tebing-tebing dengan sejumlah pahatan. Parang Jati juga sangat menyukai kegiatan panjat tebing tetapi dia kurang setuju dengan cara-cara yang dilakukan oleh Yuda karena banyak bebatuan yang rusak oleh sepak terjangnya. Meskipun Parang Jati akhirnya bisa memaksa Yuda untuk melakukan clean climbing tetapi sulit juga membalikkan pola pikir sahabatnya agar sepaham dengannya. Meskipun visi, misi serta kehendak mereka berdua banyak yang berseberangan tetapi mereka satu tujuan. Mereka berdua akhirnya bersepakat ingin membangun dunia yang lebih baik dengan Neo-Kejawan yang berbasis sinkretisme.

Sepak terjang Parang Jati dan Yuda di kampung halamannya mendapat tentangan keras dari seseorang bernama Kupu-Kupu (Hmmm…jadi inget sama My Name is Red-nya Orhan Pamuk). Sebenarnya Kupu-kupu yang kemudian berganti nama menjadi Farisi adalah adik kandung dari Parang Jati tetapi sayangnya ia tidak diadopsi oleh Suhubudi untuk menjadi anaknya. Suhubudi yang punya kepercayaan jawa yang kental sepertinya lebih tertarik dengan “si jari dua puluh empat”, Parang Jati. Farisi adalah pribadi yang sangat dogmatis, ia sangat mengagungkan agama dan Tuhan-nya tetapi gagal memahi semua ajarannya.

Novel ini bersetting di sebuah tempat yang kaya akan batuan kapur bernama Watu Gunung. Ayu Utami menjadikan Watu Gunung sebagai contoh atau lebih tepatnya potret dari sebuah negara atau dunia beserta permasalahan yang menyelimutinya.  Semua kejadian yang terjadi di Watu Gunung adalah gambaran kongkret permasalahan-permasalahan akibat modernisasi dan kapitalisasi yang berujung pada eksploitasi di berbagai bidang kehidupan. Selain bisa mengikis kadar spiritual seseorang atau kelompok, modernisasi dan kapitalisasi membuahkan percikan-percikan api akibat gesekan  yang terjadi antara golongan dan kepentingan. Kaum agamis fundamentalis dan moderat saling berhadapan untuk mempertahankan dan menyelamatkan  argumennya masing-masing.  Modernisasi dan kapitalisasi  tentu saja melibatkan peran militer agar bisa lebih berkembang.  Jika sudah demikian pasti akan ada pihak-pihak yang terdzolimi lahir – bathin yang akhirnya mau tak mau membebek pada pemenang.

Terus terang novel ini bacaan yang “berat” dan agak sulit memang menahaminya. Aku saja butuh waktu yang lama untuk memahaminya karena ada bagian yang mesti dibaca ulang agar dapat menangkap maknanya. Sangat melelahkan, apa lagi jika Ayu Utami sudah mendongeng, misalnya tentang Sangkuriang, Nyi Loro Kidul, Raja Mataram atau bicara gado-gado mulai dari soal agama, politik bahkan  sampai ke militer. Aduuuhhh…..Kalau tak hati-hati menyimaknya bisa tersesat kita dalam pusara khayalnya.
( Hhhfffhhh….. sumpah… bener-bener capek gaul sama “Bilangan Fu”…)

Novel ini banyak menyajikan dialog-dialog cerdas yang memperkaya wawasan pengetahuan kita. Ayu Utami juga banyak memperkenalkan kosakata bahasa Indonesia yang sepertinya jarang dipergunakan dalam bahasa lisan dan tulisan, misalnya; periferi, menabal, bergoler-goler, miang, terpelecok mendebik, membeting dan masih banyak lagi
(Fiuhhh… sampai capek bolak-balik buka kamus bahasa Indonesia…)

Aku suka Bilangan Fu, karena menunya komplit, ada serius, ada humor, ada romantis, ada kesedihan, ada misteri, ada teka-teki, ada petualangan, ada kebahagiaan, ada yang memuakkan, ada yang “ bunglon “ dan ada pula sex-nya (huuuu…tapi bahasa penjelasannya jauh dari porno loh…).  Sepertinya aku sedikit terganggu dengan kehadiran guntingan-guntingan berita koran di beberapa halaman novel.  Tapi aku menyukai artikel yang dibuat oleh Parang Jati yang berjudul “ 3M : Tiga Musuh Dunia Postmodern “ dan 3M itu adalah Modernisasi, Monotheisme dan Militerisme.

Covernya juga unik seperti lukisan kalung etnik padahal sepertinya itu symbol dari Bilangan Fu. Dan ternyata lukisan cover itu karya AU sendiri.

Jadi…Baca deh Bilangan Fu… recommended banget deh…
karena Bilangan Fu memang bukan bacaan biasa…



~*  Rienz  *~

Kamis, 20 Januari 2011

FIGHT CLUB

Penulis                 : Chuck Palahniuk
Penerjemah       : Budi Warsito
Penerbit              : Jalasutra
Tebal                   : x + 285 Halaman


“… memperoleh perhatian Tuhan karena berbuat jahat lebih baik
 dari pada tidak memperoleh perhatian sama sekali.
 Mungkin karena kebencian Tuhan lebih baik
 daripada ketidakpedulian-Nya.”
(hal. 191)


Jika ada yang bertanya, apa yang menjadi pertimbanganku memilih novel ini sebagai teman di akhir pekan, mungkin kalian bisa menemukan jawabannya di cover bagian belakang novel ini.
Yups…
Komentar-komentar itu menstimulus keingintahuanku.
Seberapa ganjilkah? Sepekat apa kegelapannya? Sesadis apa kekejamannya? Sesedih apa kemuramannya? Sedahsyat apa guncangannya? atau separah apa daya rusaknya terhadap syaraf?....
Semua Tanya itu menggelayut riang dikepalaku.

Kata demi kata… Kalimat demi kalimat… paragraf demi paragraf… bab demi bab…
Ya Tuhan… benar-benar bacaan yang tak biasa…

Sebenarnya tema yang diangkat oleh Chuck Palahniuk adalah fenomena sosial yang sering terjadi disekeliling kita.  Tetapi cara penyajiannya yang tidak biasa bahkan terkesan aneh, “sinting“ bahkan menjijikkan ini membuat novel ini layak mendapat apresiasi yang tidak biasa.

Dewasa ini keberadaan single parent khususnya single mother di sekitar kita sudah tidak asing selain itu masyarakat juga lebih dewasa menyikapinya. Tetapi bagaimana kondisi psikis anak yang dibesarkan oleh single mom? Seperti apa laki-laki yang dibesarkan dalam budaya feminis (matriarchal)?  Bisakah anak laki-laki menjadi maskulin tanpa campur tangan seorang ayah atau laki-laki lain dalam keluarga? Banyak yang sudah membahasnya termasuk dalam novel ini.

“ Aku, aku mengenal ayahku selama kurang-lebih enam tahun, tapi aku tidak mengingat apapun. Ayahku, ia memulai sebuah keluarga baru di kota baru setiap kurang-lebih enam tahun. Itu bukan keluarga melainkan lebih seperti membuka kantor cabang. “ (hal. 59)

Mungkin kalimat ini bisa dijadikan salam pembuka untuk mengenal sosok si tokoh utama yang juga berperan sebagai narator dalam novel ini. Kalimat itu sepertinya menunjukkan kemarahan, kebingungan juga keputus-asaan dan sang narator menceritakan kisahnya secara “flashback”.

Si tokoh utama memperkenalkan dirinya dengan nama  “Joe“. Joe bekerja sebagai pegawai di sebuah persahaan otomotif. Ia  yang bertanggung jawab untuk menarik produk-produk cacat yang telah beredar di konsumen dengan menggunakan metode rasio manfaat/biaya (benefit/cost, B/C). Beban kerja yang berat ditambah seringnya melakukan perjalan bisnis ke berbagai kota membuat Joe mengalami kelelahan secara phisik dan mental. Ia merasa jenuh dan stress yang akhirnya berkembang menjadi insomnia.

Suatu hari ia mendatangi seorang dokter untuk membantu masalah insomnia-nya. Dokter itu mengatakan; “…Insomnia hanyalah gejala dari sesuatu yang lebih besar. Cari apa yang salah. Dengarkan tubuhmu”. Dokter itu memberikan alternative tang bersifat tradisional sedangkan Joe membutuhkan sesuatu yang lebih instant. Akhirnya dokter itu menyarankan agar Jo mendatangi sebuah klub motivasi pagi para penderita kanker tertis bernama Remaining Man Together yang jadwal pertemuannya setiap minggu sore. Mungkin maksud dokter itu supaya Joe bisa mengambil hal-hal positif untuk mengobati rasa sakitnya karena insomnia. Tetapi ternyata tidak demikian yang dipikirkan oleh Joe.

Berawal dari Remaining Man Together kegiatan Joe dimalam hari bertambah dengan memasuki klub-klub motivasi lainnya. Mungkin kegiatan inilah yang kemudian menstimulasi pembelahan jiwa dan karakter Joe karena disetiap klub yang dimasukinya ia selalu menggunakan nama samaran, seperti; Bob, Paul, David atau Terry. Sebenarnya Joe tidak mengalami sagala hal yang diderita oleh para anggota klub tersebut. Ia sengaja berbohong untuk mengobati insomnianya. Kegiatan yang penuh tipuan itu berlangsung selama dua tahun. Di sebuah klub akhirnya Joe bertemu dengan Marla Singer, seorang perempuan kesepian yang menggunakan trik kotor yang sama untuk mengobati krisis jiwanya. Joe tidak menyukai Marla karena perempuan itu seperti cermin dari semua kebohongannya. Untuk mengatasi masalah mereka akhirnya Joe dan Marla melakukan negosiasi agar mereka tetap dapat menghadiri acara klub-klub motivasi tanpa harus bertemu satu dengan lainnya untuk menghindari konfrontasi. Meski demikian mereka tetap hidup dengan berbagai kegelisahaan dan kekosongan.

Sosok Tyler Durden mulai muncul dari dalam diri Joe ketika ia sedang menikmati liburan akhir musim panas di pantai LAX. Joe mengenal Tyler sebagai seorang yang sangat bebas dengan ide-ide ekstrim. Tyler bekerja sebagai operator proyektor paruh waktu dari sebuah perusahaan dan ia juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai pelayan pada pesta-pesta jamuan makan malam di hotel.  Suatu hari rumah Joe terbakar dan kemudian ia tinggal bersama Tyler yang menyewa sebuah rumah di Paper Street. Sebelumnya Joe harus bernegosiasi dengan Tyler agar ia bersedia membantunya. Joe berkata; “…Bebaskan aku Tyler, dari menjadi sempurna dan mapan”.
Lalu Tyler mengajukan syarat; “Aku ingin kau memukulku sekeras mungkin”.

Inilah cikal bakal “Fight Club”. Apa yang dilakukan oleh Joe dan Tyler menarik minat banyak laki-laki. Menurutku Fight Club berisi orang-orang yang mempunyai benang merah derita dan karakter yang hampir sama sehingga keberadaan klub itu cepat meluas dan membesar. Sebagai pendiri Tyler menyusun peraturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota Fight Club dengan harga mati. Peraturan Fight Club adalah:

  1. Jangan berbicara tentang Fight Club.
  2. Jangan berbicara tentang Fight Club.
  3. Jika seseorang telah mengatakan berhenti atau menyerah baik itu berpura-pura atau tidak , maka pertarungan harus berakhir.
  4. Dua orang dalam tiap pertarungan dan setiap pertemuan satu pertarungan bagi yang telah siap.
  5. Tanpa sepatu dan baju dalam setiap pertarungan.
  6. Pertarungan berlangsung selama yang dibutuhkan.
  7. Jika kamu baru bergabung di Fight Club maka kamu harus bertarung
( Bab 6, hal.56-60)

Kemudian menyusul dua peraturan tambahan yaitu;
  1. Tidak ada seorangpun yang menjadi pusat perhatian dari Fight Club kecuali dua orang petarung.
  2. Fight Club akan selalu menjadi klub yang bebas.

Awalnya aku mengira novel ini bercerita tentang persahabatan antara dua orang pria dewasa yang mempunyai nasib, latar belakang dan karakter yang hampir sama tetapi ketika Marla hadir diantara keduanya, aku langsung mengubah opiniku. Setelah ku simak ulang ternyata Tyler adalah Joe dan Joe adalah Tyler. Seperti kisah  ”Sybill” kepribadian Joe terbelah dalam sosok Tyler yang lebih maskulin, kharismatik, bebas dan penuh dengan ide-ide gila.

“Tyler dan Marla tak pernah berada di ruangan yang sama. Aku tak pernah melihat mereka pada saat bersamaan.” (Hal. 80)

Karena Marla Singer mengenal Joe maka secara tidak langsung ia juga diperkenalkan dengan sosok Tyler. Menurut cerita Marla Singer adalah seorang wanita dengan kondisi kejiwaan yang agak terganggu. Suatu malam Marla menghubungi Joe untuk meminta pertolongan tetapi saat itu Joe tengah berubah menjadi Tyler sehingga pribadi Tyler-lah yang datang ke tempat tinggal Marla Singer dan menggagalkan usaha bunuh diri yang akan dilakukan oleh wanita itu.

Karena keberadaan Fight Club sudah meluas ke berbagai kota dan anggotanya juga sudah banyak maka Tyler melanjutkan proyeknya dengan mendirikan “Project Mayhem”. Project Mayhem bertujuan untuk menggulingkan peradaban dan anggotanya sebagian besar terdiri dari anggota Fight Club.

“… Project Mayhem akan menghancurkan peradaban hingga kita bisa menbangun suatu dunia yang lebih baik.” ( Hal.167)

Project Mayhem bermarkas di rumah sewaan Tyler di Paper Street dan kegiatan utamanya adalah membuat sabun dari lemak manusia yang bahan dasarnya diambil dari tempat pembuangan limbah rumah sakit. Project Mayhem ini juga mempunyai aturan yang mutlak harus dipatuhi oleh setiap anggotanya.

  1. Kau tak boleh bertanya apapun.
  2. KAu tak boleh bertanya apapun.
  3. Tak ada alasan.
  4. Tak ada kebohongan.
  5. Kau harus mempercayai Tyler.
(Bab 16, Hal. 156-168)

Awalnya Project Mayhem ini membuat Joe nyaman dan Tyler pun selalu memotivasi anggotanya bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mengontrol sejarah dan menguasai dunia. Tetapi setelah Robert Paulson (Bob), teman Joe di Klub Remaining Man Together meninggal ditembak oleh polisi, Joe berusaha untuk menghentikan Project Mayhem karena ia menyadari lambat laun kegiatan organisasi mereka meresahkan dan cenderung mengarah pada anarkisme. Apalagi ketika musuh Project Mayhem, utusan walikota untuk urusan daur ulang bernama Patrick Madden terbunuh, Joe semakin menyadari penyakitnya.

“Kita bukan dua orang yang berbeda, singkatnya, ketika kau bangun, kau yang mengontrol, dank au bias memanggil dirimu dengan nama apapun, tetapi tepat setelah kau tidur, aku mengambil alih, dan kau menjadi Tyler Durden”. (Hal.229)

Joe juga disibukkan dengan kegilaan Tyler yang lain karena target selanjutnya adalah meruntuhkan symbol kemapanan, sebuah gedung tertinggi bernama Parker-Morris. Sebenarnya yang menjadi tujuan Tyler adalah meruntuh Museum Sejarah yang berdiri di samping gedung Parker-Morris. Ia menganggap museum itu sebagai hasil budaya masyarakat yang penuh kemunafikan dan kegagalan.

Meskipun terlambat akhirnya Joe menyadari bahwa dirinya mempunyai kepribadian ganda. Ia berusaha keras untuk menghentikan kekuasaan Tyler terutama pada dirinya. Dengan bantuan Marla Joe mencoba menyusun kembali kepingan kepribadiannya. Akhirnya di atap gedung Parker-Morris, Joe berhadapan dengan Tyler. Setelah mempermalukan Joe yang menodongkan pistol ke mulutnya sendiri, Tyler meninggalkan Joe bersama seperangkat bom. Nomun bom itu urung meledak karena komposisinya salah. Marla datang ke atap bersama anggota klub-klub yang sering mereka datangi untuk menolong Joe. Tetapi sepertinya semua sia-sia karena itu hanya halusinasi Joe saja.

Beberapa saat kemudian Joe terbangun disebuah  sakit (kemungkinan rumah sakit jiwa). Dan Joe mempecayai bahwa dirinya sudah meninggal dan saat ini sedang berada di surga. Joe merasa masih berhubungan dengan Marla dan anggota Project Mayhem juga masih mengharapkan kehadirannya untuk meneruskan perjuangan mereka yang terhenti.

Jadi kesimpulannya adalah, bahwa ternyata kepribadian Joe itu terbelah menjadi tiga. Yang pertama menjadi Tayler Durden yang mewakili sisi maskulin, bebas dengan mobilitas yang tinggi dan cenderung anarkis. Yang kedua menjadi Marla Singer yang mewakili sisi feminin, meski agak kelam tetapi menyukai kedamaian. Dan yang ketiga Joe yang menjadi dirinya sendiri.

Jujur saja aku mengalami kesulitan memahami novel ini. Pertama karena alurnya yang sangat cepat dan yang kedua karena gaya bahasanya (mungkinkah ada distorsi dalam proses  penerjemahannya?).

Yang paling mengasyikkan dari novel ini adalah banyak ide-ide aneh, menjijikkan dan ekstrem yang dituangkan secara detil. Contohnya saja cara pembuatan bom dari jus jeruk beku, diet cola atau dengan kotoran kucing, lalu cara pembuatan sabun dari lemak hasil liposunction. Lelucon tentang Kokpit dan kondom juga ada (hal.48). Bahkan hal yang paling menjijikkan dari petualangan mereka adalah bersin di atas masakan atau mengencingi dan memuncratkan sperma ke dalam sup hangat siap santap (yeaxxx….)

Tetapi ada juga informasi berguna seperti cara kerja proyektor film dan cara mengganti gulungannya (hal.25) dan guna soda api untuk melancarkan saluran pembungan yang tersumbat (hal.93).

Penulis novel ini bernama lengkap Charles Michael Palahniuk (Pasco Washington 21 February 1961) dan ini adalah novel pertamanya (1996). Selain sukses dipasaran, berdasarkan informasi yang diambil dari wikipedia novel ini juga mendapat The 1997 Pacific Northwest Booksellers Association Award dan The 1997 Oregon Book Award for Best Novel. Chuck Palahniuk termasuk dalam jajaran penulis Generation X dengan gejala edgy (sesuatu yang sebaiknya tidak untuk ditebak). Dalam berkarya ia mempunyai gaya pemberontak yang khas, yang kemudian dinamai gejala Wry Athmosphere, semacam segala sesuatu yang serba “ngaco”.

Kesuksesan Fight Club mendapat sambutan dari seorang sutradara bernama David Fincher yang memindahkan ceritanya ke dalam pita seluloid pada tahun 1999. Film ini dibintangi oleh Brad Pitt dan Edward Norton dan sukses di pasaran. Sayang aku belum sempat nonton filmnya.

Dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada novel ini, aku sangat menikmati setiap detilnya. Satu hal yang patut dicermati bahwa tidak selamanya kemapanan itu membawa kebahagiaan. Karena dengan kemapanan hidup jadi membosankan, jenuh dan kurang berirama. Kondisi itu tentu saja bisa menimbulkan presenden buruk karena orang bosan bisa menjadi liar dan tidak terkontrol.

~*Rienz*~

Rabu, 12 Januari 2011

Katie Melua


***


~ When You Taught Me How To Dance ~

When you taught me how to dance

When you taught me how to dance
Years ago with misty eyes
Every step and silent glance
Every move a sweet surprise

Someone must have taught you well
To be guile and to entrance
For that night you cast your spell
And you taught me how to dance

Light reflections in a lake
I recall what went before
As I give, I'll learn to take
And to be alone no more

Other lights may light my way
I may even find romance
But I won't forget that night
When you taught me how to dance

Cold winds blow
But on those hills you’ll find me
And I know
You’re walking right behind me

When you taught me how to dance
Years ago with misty eyes
Every step and silent glance
Every move a sweet surprise

Someone must have taught you well
To be guile and to entrance
For that night you cast your spell
And you taught me how to dance
And you taught me how to dance.

***


~ I Cried For You ~

You're beautiful so silently
It lies beneath a shade of blue
It struck me so violently
When I looked at you

But others pass, they never pause
To feel that magic in your hand
To me you're like a wild rose
They never understand why

I cried for you
When the sky cried for you
And when you went
I became a hopeless drifter
But this life was not for you
Though I learned from you
That beauty need only be a whisper

I'll cross the sea for a different world
With your treasure, a secret for me to hold

In many years they may forget
This love of ours or that we met
They may not know
How much you meant to me

I cried for you
And the sky cried for you
And when you went
I became a hopeless drifter
But this life was not for you
Though I learned from you
That beauty need only be a whisper

Without you now I see
How fragile the world can be
And I know you've gone away
But in my heart you'll always stay

I cried for you
When the sky cried for you
And when you went
I became a hopeless drifter
But this life was not for you
Though I learned from you
That beauty need only be a whisper
That beauty need only be a whisper

***


~ Learnin' The Blues ~

The tables are empty
The dance floor's deserted
You play the same love song
It's the tenth time you've heard it
That's the beginning just one of the clues
You've had your first lesson
In learnin' the blues

The cigarettes you light
One after the other
Won't help you forget him
When you are losing your lover
You're only burning a torch you can't lose
But you're on the right track
For learnin' the blues

When you're out in a crowd
The blues will taunt you constantly
When you're out in a crowd
The blues will haunt your memory

The nights when you don't sleep
The whole night you're crying
But you cannot forget him,
Soon you even stop trying
You'll walk the floor
And wear out your shoes
When you feel your heart break
You're learnin' the blues

***

~ Just Like Heaven ~

Show me how you do that trick
The one that makes me scream he said
The one that makes me laugh he said
And threw his arms around my neck
Show me how you do it
And I promise you I promise that
I'll run away with you
I'll run away with you

Spinning on that dizzy edge
I kissed his face and kissed his head
And dreamed of all the different ways I had
To make him glow
Why are you so far away?
he said
Why won't you ever know that I'm in love with you
That I'm in love with you

You, soft and only
You,lost and lonely
You, strange as angels
Dancing in the deepest oceans
Twisting in the water
You're just like a dream
You're just like a dream

Daylight licked me into shape
I must have been asleep for days
And moving lips to breathe his name
I opened up my eyes
And found myself alone
 alone…alone
Above a raging sea
That stole the only boy I loved
And drowned him deep inside of me

You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven

You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven

***

Selasa, 11 Januari 2011

HAJI MURAT

,
Penulis          : Leo Tolstoy
Penerjemah  : Koesalah Soebagyo
Penerbit        : Pustaka Jaya
Cetakan         : I, 2009
Tebal              : 191 Halaman


Salah satu faktor penentu mengapa Aku memilih novel terjemahan ini sebagai temanku adalah siapa penerjemahnya. Mengapa?  Karena berdasarkan pengalaman waktu bermain-main dengan “ Rashomon “ karya Akutagawa Ryunosuke yang ternyata isinya sedikit mengecewakan dan tidak “ se-nggreget” reviewnya. Novel “ Haji Murat “ karya Leo Tolstoy ini diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer. Kiprah adik kandung dari Pramoedya Ananta Toer ini juga tidak kalah dengan kakaknya. Ia terkenal sebagai penulis dan budayawan juga mantan narapidana politik di saat rezim Orde Baru masih gagah berdiri di negeri ini.

Lagi-lagi Tolstoy memotret kehidupan masyarakat di negaranya dan kali ini tentang perjuangan di Chechnya. Tidak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan isi buku ini tetapi pesan dan pembelajarannya aku rasa masih relevan hingga saat ini. Ada banyak istilah dari daerah Kaukasia yang diperkenalkan disini. Dan yang lebih menyenangkan bagiku adalah adanya percakapan dalam  bahasa Perancis. Hmmm… romantis... tanpa memandang maknanya…( kekeke…dasar… )

 - Hadji Murad -

Novel ini menceritakan kisah heroik seorang pejuang Chechnya bernama Haji Murat melawan tentara Rusia. Haji Murat adalah sosok ulama, nasionalis dan pejuang Chechnya yang rela berkorban demi  perdamaian negerinya.  Sebelum terjadi pertikaian intern di tubuh para pejuang Chechnya, Haji Murat adalah orang kepercayaan Shamil dan mempunyai pengaruh yang sangat luas dan kuat baik terhadap kawan maupun musuh-musuhnya. Tetapi karena ada pertikaian yang dipicu oleh dendam lama yang sudah mengakar dan tidak bisa ditolelir lagi maka Haji Murat dan Shamil mendaulatkan diri untuk beroposisi antara satu dengan lainnya. 

Akibat perpecahan ini membuat Haji Murat membelot dan menyerahkan diri kepada Tsar Agung Rusia. Haji Murat berjanji akan membantu tentara Rusia memadamkan pemberontakan di Chechnya asalkan pihak Rusia bisa menyelamatkan keluarga dari cengkraman Shamil. Awalnya kesepakatan dan komunikasi yang dibuat antara Haji Murat dan pihak Rusia berjalan sangat baik dan positif, tetapi lambat laun Haji Murat menjadi pesimis karena pihak Rusia ( sepertinya ) sengaja mengulur-ulur waktu. Haji Murat menilai bahwa pihak Rusia bersikap setengah hati terhadap keselamatan dan nasib keluarganya. Karena memikirkan nasib keluarganya yang semakin tidak jelas membuat Haji Murat beralih pikiran lagi. Ia dan keempat anak buah setianya kemudian bergerak sendiri tanpa izin pihak Rusia.  Sedangkan pihak Rusia yang melihat aktifitas Haji Murat yang sudah di luar komandonya  menganggap hal itu sebuah pembelotan. Akibatnya terjadi pertikaian tidak seimbang yang menewaskan Haji Murat beserta keempat abdi setianya. Mungkin hal ini lah yang diinginkan pihak Rusia, mereka tidak ingin sejarah menilai mereka sebgai pihak yang tak punya hati. Pihak Rusia ingin dianggap pahlawan bagi rakyatnya sedangkan kaum pembelot sebagai penjahatnya yang harus dihentikan dibasmi keberadaannya.

 - Pejuang Chechnya yang sedang beristirahat -
Novel ini mengadaptasi konflik berkepanjangan yang tengah terjadi di negara-negara pecahan Uni Soviet di kawasan Kaukasus dengan kelompok pejuang muslimnya.  Dan tokoh-tokoh seperti Haji Murat, Shamil dan Tsar Nikolai bukanlah tokoh imajiner. Mereka benar-benar ada dan menjadi ikon perjuangan disana.  Bahkan kejadian yang melatarbelakangi cerita itu adalah nyata dan itu adalah sejarah. Tolstoy meramu fakta-fakta sejarah dan imajinasinya ke dalam bahasa sastra yang gamblang tanpa merusak atau merubah essensinya. Ia mampu mengeksplor sisi humanisme dan sosialime seorang  pahlawan besar ketika dihadapkan pada pilihan apakah keluarganya ataukah negaranya yang lebih penting. Dan Tolstoy dengan jujur mengungkapkan bahwa keadilan dan kemanusiaan lebih penting dari pada cinta tanah air.


~*   Rienz  *~

Senin, 10 Januari 2011

Something Delight From Miss Potter



MISS  POTTER
Directed by  :  Chrish Noonan
Written by    :  Richard Maltby, Jr
Starrig           :  Renee Zellweger,  Ewan McGregor, Emily Watson, Lloyd Owen,
                           Bill Paterson, Barbara  Flyn
Release          :  3 December 2006
Duration       :  92 Menit



Seperti biasa akhir pekanku di awal tahun 2011 ini juga aku habiskan dirumah, bermain dan menghabiskan waktu dengan “ Fight Club dan Miss Potter “. Film ini merupakan biografi dari seorang penulis dan illustrator cerita anak-anak kasik yang sangat terkenal di Inggris bernama Beatrix Potter ( Rene Zellwegwer ).  Film ini disajikan dengan mengkombinasikan kisah hidup penulisnya dengan karakter dari cerita-cerita yang dihasilkannya seperti Peter Rabbit, Benjamin Bunny, Jemima Puddle-Duck, Mrs. Tiggy-Winkle, Tom Kitten, Squirrel Nutkin, Mr. Todd dan lainnya.

- Berbagai karakter yang ada dalam cerita Beatrix Potter -

Film ini dibuka dengan hadirnya tangan seseorang yang sibuk melakukan proses pencampuran beberapa warna di palet lalu menggoreskannya di kertas gambar untuk mengetahui kesesuaian hasil akhirnya. Tangan siapakah itu? Yup benar sekali... itu tangan Miss Potter. Hmm... tiba-tiba aku jadi teringat dengan Shin Yoon Bok ( Moon Geun Young ) dan Kim Hong Dodalam “ The Painter of The Wind “. Aargghhh... ma'af jadi ngelantur habis film dan drama Korea memang Okeh sih...

Kemudian hadir pemandangan yang sangat indah di sebuah danau yang dikelilingi pegunungan. Dan ditempat itulah Beatrix Potter memulai kisahnya.

 - Beatrix Potter -

Ada sesuatu yang nikmat ketika menulis kata-kata awal dari sebuah cerita.
Kamu tak akan pernah tahu kemana mereka membawamu.
Aku dibawa kesini.
Dimana tempatku berada...


- Aksi Peter Rabbit -

Selanjutnya cerita berpindah ke sebuah ruangan di kantor penerbitan keluarga bernama Warner Publisher. Pada hari itu Beatrix Potter dengan ditemani Mirs. Wiggen datang ke Warner Publisher untuk memperlihatkan portofolio dan narasi dari karya-karyanya. Setelah melalui diskusi yang alot  akhirnya pihak Warner menyetujui untuk mencetak dan mempublikasikannya. Sebenarnya pihak Warner tidak terlalu tertarik dengan karya-karya Beatrix Potter, tetapi karena mereka telah menjanjikan sebuah “ project “ kepada adiknya yang bernama Norman Warner, maka mereka sepakat untuk menjadikan Beatrix Potter sebagai percobaan.  Beatrix Potter gembira sekali dengan kesepakatan itu karena jalan untuk mewujudkan mimpinya menjadi penulis sekaligus illustrator cerita anak-anak semakin terbuka lebar. Dan sebelum pulang kerumah Beatrix Potter terlebih dahulu berkeliling ke taman-taman yang indah untuk merayakan keberhasilannya

Sebenarnya aku sendiri belum pernah membaca karya-karya Beatrix Potter . Seingatku novel terindah yang pernah aku miliki dan aku baca baik bentuknya, tulisannya maupun gambarnya adalah  buku kumpulan dongeng-dongeng karya Hans Christian Andersen. Dan sewaktu aku melihat gambar-gambar illustrasi karya Beatrix Potter aku jadi teringat dengan buku dongengku yang telah lama menghilang itu. Aku sangat terkesan dengan gambar-gambar binatang yang dibuat oleh Beatrix Potter, mereka terlihat real dan manusiawi, natural  sangat klasik dan warna-warnya juga menarik.

- Teman-teman Peter Rabbit -

Beatrix Potter membuat tokoh-tokoh binatang rekaannya seakan nyata dan mempunyai keterikatan emosional serta psikis dengannya.  Sejak kecil Beatrix Potter dan adiknya, Walter Beltram mendapat pengajaran yang istimewa dari kedua orang tuanya, Rupert dan Helen Potter. Mereka sering diajak untuk berinteraksi dengan alam di sebuah peternakan di skotlandia dan distrik lake. Beatrix sangat menyukai lingkungan pedesaan itu dan menuangkan kecintaan juga khayalannya itu dalam bentuk lukisan. Ia banyak melukis kelinci dengan berbagai gaya. Beatrix Potter kecil juga pandai mendongeng bahkan adik laki-laki dan pengasuhnyapun tak pernah bosan mendengarnya. Ia selalu mempunyai nama untuk setiap tokoh binatang khayalannya, bahkan ia juga sering mengajak binatang dalam lukisannya untuk berkomunikasi. Jadi jangan heran jika di film itu kita bisa melihat Peter Rabbit atau Jemima Pudle-Duck bergerak mengeluarkan aksi dan emosi mereka.

- Jemima Puddle-Duck & Foxy Gentleman -

Helen Beatrix Potter ( 26 July 1866 ) adalah seorang penulis wanita kelahiran Kensington, London. Keluarga Beatrix Potter juga sangat kaya dan terpandang di London. Tetapi terlepas dari semua kelebihan yang dimilikinya ternyata hingga usia dewasa ia masih melajang. Kondisi anaknya yang demikian tentu saja membuat orang tua khususnya ibu Beatrix Potter menjadi risau. Telah banyak laki-laki dari golongan atas yang terpandag dan kaya diperkenalkan, tetapi tak satupun yang menarik hati Beatrix Potter. Orang tua Beatrix Potter bingung dengan putrinya karena lebih tertarik untuk melukis binatang dari pada bersosialisasi atau menjalin hubugan dengan seorang pria.

“ Aku ingin menikah dengan cinta dan bukan karena status atau kekayaan “ begitu kilah Beatrix ketika menghadapi ibunya.

Sore harinya Norman Warner menemui Beatrix Potter di rumahnya untuk mengkonsolidasikan keinginan yang menguntung kedua belah pihak, tetapi Beatrix Potter telah memutuskan hasil akhir dari karyanya termasuk ukuran, warna dan harganya. Mereka berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang baik agar dapat membuktikan kepada saudaranya bahwa penilaian mereka selama ini salah. Keesokan harinya Norman membawa Beatrix Potter ke percetakan  untuk memastikan bahwa karya-karya Beatrix Potter dibuat sesuai dengan keinginan penulisnya.

- Squirrel Nutkin -

Singkat cerita akhirnya kerja keras Beatrix Potter terbayar ketika buku dongeng anak-anak karyanya terpajang di etalase toko buku di kotanya. Buku yang menampilkan karakter anthropomorphic “ Tale of Peter Rabbit “ menjadi buku favorit dan sangat digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Keberhasilan Beatrix Potter juga mendapat apresiasi yang bagus dari ayahnya, Rupert Beatrix. Tetapi tidak dengan ibunya, ia lebih suka jika anak perempuannya itu bisa menikah, punya anak dan mengurus keluarga.

- The Tale of Peter Rabbit -

Keberhasilan Beatrix Potter juga membuat keluarga Warner ingin berkenalan dengannya. Norman kemudian membawa Beatrix Potter untuk menemui dan berkenalan dengan ibu dan saudarinya, Amelia yang biasa dipanggil Millie. Millie sangat senang bertemu seseorang yang mempunyai pemikiran dan idealisme yang sama sehingga ia memutuskan untuk bersahabat dengan Beatrix Potter.

Kerjasama Beatrix Potter dengan Norman Warner yang awalnya bersifat profesional-formal lambat laun lebih berubah emosional karena cinta telah menyelubungi keduanya. Awalnya mereka masih tidak yakin dan menyembunyikan perasaannya masing-masing. Tetapi di pesta perayaan natal Norman memberanikan diri melamar Beatrix Potter untuk menjadi istrinya. Keduanya terlihat bahagia tetapi hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga Potter karena Norman Warner dianggap tidak setara dengan mereka. Mmm... aku suka dengan back sound sewaktu Norman meminta Beatrix Potter untuk menjadi isterinya. Dan dengan bantuan mbah google akhirnya ketemu deh informasi… When You Tought Me How To Dance yang dinyanyikan dengan sangat menyentuh oleh Katie Melua.


- When You Tought Me How To Dance in Accoustic by Katie Melua -
Meski berat hati akhirnya Rupert Potter mengijinkan anaknya bertunangan dengan Norman Warner. Mereka tidak mengumumkan pertunangan anaknya itu di depan khalayak karena  karena masih berharap putrinya berubah pikiran atas pilihannya. Suatu hari kedua orang tua Beatrix Potter mengadakan kesepakatan dengan anaknya bahwa mereka akan merestui hubungan keduannya asalkan putrinya bersedia untuk menghabiskan musim panas di Distrik lake bersama mereka.

Beatrix Potter dan Norman kemudian menjalani hubungan jarak jauh. Banyak surat yang hilir mudik sebagi cara menuntaskan kerinduan mereka. Suatu hari datang surat dari Millie yang mengabarkan bahwa Norman sedang sakit.  Mengetahui kabar itu Beatrix Potter mempersingkat liburan musim panasnya, ia kembali ke London untuk memastikan kesehatan Norman. Tetapi Beatrix Potter terlambat karena Norman telah meninggal. Kematian Norman membuat jiwa Beatrix terguncang, ia sangat sedih hingga mengurung diri dikamar. Untuk mengatasi kesedihannya Beatrix banyak membuat sketsa binatang kesayangannya, tetapi tak satupun yang jadi karena semua karakter yang dia buat tiba-tiba menjadi sangat menjengkelkan lalu menghilang dari pandangannya. Sebelum semuanya terlambat, Millie datang menyelamatkan Beatrix Potter agar tidak menyia-nyiakan hidupnya karena kematian.  Millie ingin sahabatnya itu kembali bersemangat dan tegar menghadapi situasi apapun dalam hidup ini. Akhirnya Beatrix memutuskan untuk memulai hidup baru di luar London, dan tempat yang dipilihnya adalah Distik Lake.

Dari hasil penjualan buku-buku karangannya Beatrix memperoleh royalty yang jumlahnya lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya. Karena ia telah mandiri secara finansial ditambah lagi ada peristiwa yang mengharuskan dia untuk pindah akhirnya dia membeli peternakan  “ Hill Top Farm “ di Distrik lake. Untuk selanjutnya Beatrix akhirnya juga mampu memperpanjang daftar kepemilikan properti di daerah tersebut. Beatrix menyewa beberapa orang sebagai buruh untuk menjalankan pertanian dan peternakan miliknya. Beatrix benar-benar merasa nyaman tinggal di sana.

Di tempat yang indah itu Beatrix akhirnya menemukan cintanya. Seorang teman dimasa kecilnya yang kini telah berprofesi sebagai pengacara, William Heelis ( Llyod Owen ). 


Dan di akhir film ada penjelasan yang sempat aku pindahkan.

Eight years after moving to the Lake District
Beatrix married William Heelis.
Her mother did not approve

Beatrix donated 4000 acres of farmland to the British people
trough a land preservation trust.

Beatrix Potter’s stories became the best selling children’s books of all time


Aku menyukai ekspresi Renee Zellweger yang berperan sebagai Beatrix potter dalam film ini; ketika dia berbicara, tertawa, sedih, bahagia, khawatir, bangga, cinta. Pokoknya pipi si tokoh utama ini hampir selalu bersemu-semu… Akting yang sangat brilliant…

Aku sangat menyukai film ini karena aku jadi bisa mengenal sosok yang sangat mengagumkan… Helen Beatrix Potter
Dan aku sangat penasaran dengan karya-karyanya…


- Miss Potter Thriller -




~* Rienz *~