Jumat, 17 Agustus 2012
Cerita Dari Maroko
CERITA
DARI MAROKO
Prof. Dr. KH
Ali Mustafa Yaqub, MA
Maktabah
Darus Sunnah
Cetakan I,
Mei 2012
177 Halaman
Aku mendapatkan buku ini dari Pengajian Dhuha, minggu pagi di Masjid
Agung Sunda Kelapa. Biasanya aku jarang hadir kalau pengajian minggu karena agak
berat membuka mata di minggu pagi hari. Tetapi pengaruh dari teman-temanku
sangat kuat membuat aku jadi semangat melangkah pagi-pagi ke Masjid Sunda
Kelapa. Alhamdulillah dapet oleh-oleh dari Maroko…
Senangnya…
Oleh-oleh ini bibawa langsung dari Prof. KH Ali Mustafa Yaqub yang
juga Imam besar masjid Istiqlal dan Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadis
Darus-Sunnah. Menurutku buku ini seperti sosok nyata Prof. KH Ali Mustafa Yaqub
yang hadir dalam bentuk lain ketimbang sebuah diary atau catatan harian dari
perjalanan beliau ketika sedang bersafari Ramadhan di Maroko. Gaya bahasa yang
beliau gunakan sama persis seperti ketika beliau bertutur menyampaikan pelajaran.
Aku merasa sepertinya tak ada kalimat yang di edit atau diperbaharui
penyampaiannya dalam buku ini, misalnya :
·
*) Pada akhir bab selalu dituliskan kalimat sejenis ini, “Pembaca,
Anda jangan kemana-mana, ikuti terus cerita menarik selanjut”.
· *) Ada pula banyolan-banyolan khas Prof. KH Ali Mustafa Yaqub yang
sama persis penyampaiannya seperti saat beliau mengajar, seperti kata “enggagling
carito”.
Hal seperti itulah yang membuat aku tersenyum sendiri dan merasa
bahwa sosok Prof. KH Ali Mustafa Yaqub hadir di depanku dan bercerita tentang
semua pengalamannya ketika di Maroko.
Keberadaan Prof. KH Ali Mustafa Yaqub di Maroko adalah atas
undangan Kemeterian Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Maroko yang sejak masa
pemerintahan Raja Hasan II setiap tahunnya mengadakan Kuliah Ramadhan yang
disebut al-Durus al-Hasaniyah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas
para ulama dan umat islam di dunia. Dan perwakilan dari Indonesia adalah Prof.
KH Ali Mustafa Yaqub. Akan tetapi Prof. KH Ali Mustafa Yaqub tak bisa mengikuti
acara itu secara utuh karena di Indonesia sendiri beliau sudah punya program
kerja.
Pertama kali aku mengenal Maroko dari sebuah buku karya Fatimah
Mernissi yang berjudul “Perempuan-perempuan Haremku” yang bercerita tentang
kehidupan Fatimah di sebuah harem keluarga Mernissi di kota Fez. Dahulu aku mengira
Maroko adalah bagian dari Jazirah Arab, tetapi setelah melihat peta ternyata
letak Negara itu ada di bagian ujung paling barat benua afrika, yaitu Afrika Utara. Dalam novelnya Fatimah
Mernissi tidak berbicara tentang islam di Maroko, tetapi hanya bagaimana
kehidupan wanita dan kondisi sosial-budaya di Maroko. Tetapi dalam bukunya Prof.
KH Ali Mustafa Yaqub kita bisa mengetahui bagaimana islam di Maroko beserta
hasil-hasil budayanya yang masih kokoh dan terpelihara.
Menurut sejarah Maroko pernah menjadi jajahan Perancis, maka tidak heran
juka di negara itu bahasa Perancis menjadi bahasa nomor dua setelah Bahasa
Arab. Mayoritas penduduk Maroko memeluk agama islam, itulah sebabnya di sana banyak masjid tua nan megah dan bergaya arsitektur Maroko yang terkenal dengan keindahannya. Selain itu
di maroko juga banyak benteng dan bangunan indah lainnya. Aku belum pernah ke
Maroko tapi dari buku ini dan dari mesin pencari “google” aku meyakini informasi
itu, bahwa negeri itu meskipun tidak sehijau Indonesia namun sangat indah.
Membaca buku ini aku akhirnya mengetahui bahwa pemerintah Maroko
sangat konsisten untuk menjaga akidah umat islam di Maroko. Di Maroko banyak
terdapat perpustakaan yang terjaga serta terpelihara keberagaman isinya. Pemerintah
Maroko memiliki jaringan Televisi dan Radio yang khusus menyiarkan dan
menayangkan program keagamaan, yaitu Cahannel al-Sadissah dan Radio al-Qur’an
al-Karim Muhammad VI). Andai saja pemerintah di Indonesia bisa mencontoh apa
yang pemerintah Maroko, tetapi sepertinya jauh panggang dari api. Meskipun
mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam tetapi sesungguhnya
pelaksanaan dalam tata cara kehidupan beragamanya menganut paham sekuler karena
keberagaman agama yang diakui oleh negara adalah lebih dari lima agama.
Berbeda dengan di Indonesia yang umumnya bermazhab Syafi’i, umat
islam di Maroko mayoritas bermazhab Maliki. Tata cara shalat malam atau shalat tarawih
di Maroko pun sedikit berbeda dengan di Indonesia. Menurut kitab fiqih Mazhab
Maliki, shalat tarawihnya berjumlah 36 rakaat. Akan tetapi umumnya umat islam
di maroko melaksanakan shalat tarawih 16 rakaat yang waktunya dibagi menjadi
dua, yaitu setelah shalat isya’ 8 rakaat dan tengah malam 8 rakaat kemudian
ditambah shalat witir 3 rakaat. Dengan demikian setiap malam Ramadhan umat islam
di Maroko selalu melakukan qiyamullail atau shalat tahajjud.
Dalam buku ini juga dijelaskan tentang adzan cara Syi’ah. Ternyata
syi’ah tidak hanya ada di Iran saja, tetapi televisi Iraq, al-Iraqiyah sattelite
Channel juga menayangkannya. Dalam adzan versi Syi’ah ada beberapa kalimat
tambahan yang tidak ada dalam adzan versi Ahli Sunnah.
·
Adzan Syi’ah versi Iran.
Sesudah kalimat
“Syahadat”
ada tambahan dua kalimat, yaitu:
ü Aku bersaksi
bahwa Ali adalah wali Allah
ü Aku bersaksi
bahwa Ali adalah Hujjatullah
Kemudian setelah
kalimat “Mari Menuju Kebahagiaan” ada satu kalimat tambahan yang dibaca
dua kali, yaitu:
ü Mari menuju
amal kebaikan (2x)
·
Adzan Syi’ah versi Iraq.
Sesudah kalimat
“Syahadat”
ada tambahan dua kalimat, yaitu:
ü Aku bersaksi
bahwa Ali adalah wali Allah
ü Aku bersaksi
bahwa Ali adalah Hujjatullah
ü Aku bersaksi
bahwa Amirul Mu’minin dan putera-puteranya ma’shum (terjaga dari kesalahan)
Kemudian setelah
kalimat “Mari Menuju Kebahagiaan” ada satu kalimat tambahan yang dibaca
dua kali, yaitu:
ü Mari menuju
amal kebaikan (2x)
Dalam kesempatan yang baik itu digunakan Prof. KH Ali Mustafa
Yaqub untuk berkunjung ke empat kota besar di Maroko yaitu; Casablanca, Rabat,
Marrakech dan Fez. Selain itu juga beliau menyempatkan diri untuk bisa bersilaturahmi
dengan Duta Besar, staff KeDuBes, masyarakat Indonesia di Maroko dan juga
dengan anak-anak didik Beliau yang sedang melanjutkan studinya di Maroko.
Buah tangan yang bagus sekali…..
Hmmm…. Jadi pengen ke Maroko nih…
Semoga niat ini diijabah oleh Allah SWT… Aamiin Yaa Robbal Aalamiin...
Pic Maroko dari Google :
Casablanca
Rabat
Marrakech
Fez
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
2:26:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 16 Agustus 2012
Do'a Warisan Nabi
Doa Warisan Nabi
Allah
SWT berfirman,
سُوۡرَةُ المؤمن /
غَافر
وَقَالَ رَبُّڪُمُ
ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِى
سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)
Surah ORANG YANG BERIMAN
Dan
Tuhanmu berfirman: "Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [*]
akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
(QS
Al-Ghafir [40] : 60)
[*]. Yang dimaksud dengan
menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman,
سُوۡرَةُ الاٴعرَاف
وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِى
نَفۡسِكَ تَضَرُّعً۬ا وَخِيفَةً۬ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ
وَٱلۡأَصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَـٰفِلِينَ (٢٠٥)
Surah TEMPAT TERTINGGI
Dan
sebutlah [nama] Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah
kamu termasuk orang-orang yang lalai.
(QS
A-A’raf [7] : 205)
Kita sebagai hamba
yang lemah juga serba terbatas dan tidak ada yang dapat diandalkan dari diri
kita sendiri melainkan hanya pertolongan Allah SWT semata. Maka dari itu kita
diperintahkan untuk berdo’a, memohon hanya kepada Allah SWT semata. Hanya
kepada-Nya lah kita bergantung. Hidup dan mati, susah dan senang, suka dan
duka, semua berjalan atas kehendaknya. Kita hanya berkewajiban untuk berusaha
dan berdoa sebagai bentuk kepasrahan kita atas kehendak-Nya. Apapun
kehendak-Nya, baik atau buruk, kita harus terima dengan sikap lapang dan
berusaha memperbaikinya serta senantiasa memohon pertolongan dan bimbingan-Nya
dalam menjalani kehendak-Nya atas diri kita. Demikianlah, karena do’a adalah
bagian dari usaha atau ikhtiar untuk menerima segala kehendak yang telah
ditetapkan-Nya.
Do’a yang paling baik
adalah do’a yang diajarkan langsung oleh Allah SWT melalui Al-Qur’an dan lisan
Rasulullah-Nya. Dan di dalam Al-Qur,an banyak sekali do’a-do’a yang bermanfaat
untuk kita. Al-Asma’ Al-Husna adalah salah sutu senjata seorang mukmin yang
hendaknya selalu dibawa dalam medan do’a. Rasulullah SAW juga telah banyak
sekali mewariskan do’a-do’a untuk kita untuk berbagai kondisi. Berdo’a tidak
hanya dilakukan saat kita mengalami kesusahan, duka dan kesempitan saja,
melainkan dalam kondisi gembira, suka, dan lapangpun kita tetap berkewajiban
untuk berdo’a. Hanya orang-orang sombonglah yang enggan berdo’a kepada-Nya.
Demikianlah yang Rasulullah SAW contohkan kepada ummatnya. Apapun kondisinya,
kuncinya adalah berdo’a.
Berikut adalah
beberapa contoh do’a-do’a warisan Rasulullah SAW yang sangat bermanfaat bagi
kita semua.
1. Do’a Sayyidul Istighfar, Siang dan Petang
Dari Syaddad bin Aus ra. dari Nabi SAW
bahwasannya beliau bersabda, “Sayyidul Istighfar adalah berdo’a
بسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ
الرّحيْم
اللّهُمَّ أنْتَ رَبّى
لاَ الَهَ الاّ أنت خَلَـقْـتَنىِ وَ أناَ عَبْدُكَ وَأناَ عَلَى عَـهْدِكَ
ووَعْدِكَ مَا اسْتـَطَـعْتُ أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوْءُ لَكَ
بنِعْمَتِكَ عَلَىّ وَأبُوْءُ بِذَنْبىِ
فاَغْفِرْلىِ فَانّهُ لاَيغفِرُ الذّنوْبَ اِلاّ أنْتَ .
Allahumma
Anta robbi, laa ilaaha illaa Anta, khalaqtanii, wa ana ‘abduka,
wa
ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu,
abuu’u
laka bini’matika ‘alayya, wa abuu’u bidzanbii, faghfirlii,
fa
innahuu la yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.
(Ya Allah, Engkaulah
Tuhanku. Tidak ada Tuhan
selain Engkau. Telah Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tunduk
pada ketetapan dan janji-Mu dengan segenap kemampuanku.
Aku mohon perlindungan
kepadamu agar terjaga dari kejahatan yang kulakukan. Aku datang kepada-Mu untuk
mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau berikan
kepadaku dan mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena
sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.)
Siapa yang mengucapkannya di sebagian siangnya
dengan penuh keyakinan kemudian meninggal di hari itu sebelum masuk sore, maka
dia termasuk ahli surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di sebagian malam
hari seraya meyakininya, lalu meninggal sebelum masuk pagi, maka dia termasuk
penghuni surga”.
[Hadits shahih Imam al-Bukhari]
2.
Doa di
Pagi Hari
Dari Ummu Salamah ra., isteri Nabi Muhammad SAW bahwasannya
Rasulullah SAW selalu berdo’a setelah salam shalat subuh,
“Allaahumma innii as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thoyyiban,
wa ‘amalan mutaqabbalan”.
(Ya Allah, sungguh aku minta kepada-Mu ilmu
yang bermanfaat,
rizki yang baik dan amalan yang diterima)
[Hadits shahih riwayat Imam Ahmad dan Ibnu
Majah]
3.
Do’a
Lailatul Qodar
Sayyidah ‘Aisyah ra.,isteri Rasulullah minta diajarkan oleh
Beliau do’a yang harus dbaca dimalam-malam menanti Lailatul Qodar. Rasulullah
SAW pun menyarankan agar berdo’a,
“Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”.
(Ya Allah, sungguh Engkaulah Pemaaf, Engkau
suka memaafkan, maka maafkanlah aku)
[HR.
Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Demikianlah, ketika para sahabat Beliau yang lain menanyakan hal
yang sama. Beliau selalu menyarankan agar minta ampunan dan pertolongan
(taufiq) Allah SWT. Hanya dengan do’a tersebutlah manusia bisa selamat dan
bahagia di dunia dan akhirat. Maka adakah hal lain yang lebi berharga daripada
ampunan dan pertolongan Allah SWT itu?
4.
Doa
Ketika Bermasalah, Sedih atau Galau
Ketika kita dirundung masalah, musibah, kesedihan, kegalauan
atau apapun yang tidak mengenakkan hati, Rasulullah SAW menghibur diri dengan
cara selalu memasrahkannya kepada Allah Ta’ala dengan berdoa,
Dari Ibn Abbas ra., bahwa Rasulullah SAW saat
dirundung kesedihan, senantiasa berdo’a,
“Laa ilaaha illallaahul ‘azhimul haliim,
Laa ilaaha illallaahu robbul
‘arsyil ‘azhim,
Laa ilaaha illallaahu robbussamaawaati wa robbul ardli
wa robbul ‘arsyil kariim”.
(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung Lagi
bijaksana.
Tiada Tuhan selain Allah Penguasa ‘Arasy yang
Agung.
Tiada Tuhan selain Allah, Penguasa langit,
Penguasa Bumi dan Penguasa Arasy Yang Mulia)
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Kata per kata dalam do’a tersebut merupakan kalimat iman, tauhid
dan ikhlas kepada Allah Azza Wajalla, jauh dari segala bentuk kemusyrikan. Dengan
do’a tersebut, jelas bagi kita bahwa obat kesedihan hati adalah pembaharuan
iman. Iman perlu di-refresh setiap
saat, disegarkan lagi agar tidak pernah luntur dan lemah. Hati yang sedang
gundah mudah tercemari oleh kemusyrikan, ketidak ikhlasan dan kekufuran.
Seringkali orang mencela atau menyalahkan diri sendiri, orang lain, keadaan,
hari nasib, bahkan mencela dan menyalahkan Allah SWT karena sebuah masalah.
Maka dengan kalimat-kalimat tauhid yang diajarkan Nabi SAW tersebut, segala
kesedihan, kegundahan dan kesusahan dapat dengan mudah teratasi karena selalu
diingatkan kepada Allah SWT. Dengan demikian, muncullah sikap tawakkal, rasa
syukur dan ikhlas terhadap apapun yang menimpa kita. Selain itu juga insya
allah dapat meningkatkan keimanan kita seiring dengan berbagai ujian yang telah
berhasil kita lalui.
Sumber :
Biksah – Jurnal Dakwah Papua, No.10/ Th III/ Ramadhan-Syawal 1433 H/ Juli-Agustus
2012 M, Hal. 33-38
Catatan :
Biksah merupakan bulletin yang terbit setiap tiga bulan sekali,
sebagai sarana laporan kepada khalayak terhadap kegiatan para da’i dari
Darus-Sunnah yang dikirim ke Papua untuk mendakwahkan ajaran islam. Selain itu pada
beberapa bagian akhir halaman bulletin “Biksah”
ini juga berisi laporan keuangan dari kegiatan dakwah di Papua dan daftar para donatur yang telah
meng-infaq-kan sebagian hartanya di jalan Allah SWT ini.
Aku mengetahui adanya kegiatan dakwah di Papua
ini dari Pengajian Malam di Masjid Agung Sunda Kelapa dimana Prof. Dr. KH. Ali
Mustafa Yaqub merupakan salah seorang guru yang mengajarkan ilmu Hadits di sana.
Di waktu-waktu tertentu Prof. Dr. KH.
Ali Mustafa Yaqub yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah,
sering membagi-bagikan bulletin “Biksah” untuk mensyiarkan kegiatan
dakwah di Papua sekaligus mengajak kita untuk mencintai infaq dan shodaqoh.
Bagi Teman-Teman yang ingin mensukseskan
kegiatan dakwah ini dan mendonasikan rezekinya untuk membiayai Dakwah Para
Mubaligh dari Darus-Sunnah dapat mentransfer ke:
Dana dakwah &
Beasiswa Papua
Bank Muamalat
CaPem
Cireunde, Ciputat, Jakarta Selatan
No.
Rek. 010.66911.91
a/n
Ali Mustafa Yaqub
Telp
: 021-74701828
Bank Mandiri
Cabang
Jakarta, KP. Pertamina
No.
Rek. 119-00-0587892-9
a/n
Ali Mustafa Yaqub
Telp
: 021-3815277
HP
: 08129614038
Diposting oleh
atik
di
11:00:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Taklim
Rabu, 15 Agustus 2012
Lahirnya Kembali Beringin Putih - The White Banyan

THE WHITE BANYAN
LAHIRNYA KEMBALI
BERINGIN PUTIH
Le
Banian Blanc
バンヤンホワイトバックの誕生
Juru pantun :
Elisabeth D. Prasetyo
Juru gambar :
Heri Dono
Juru mimpi :
Mbah Marijan
Juru desain :
Hari Wahyu
Juru huruf jawa
: K.R.T. Cokro Dipuro
Juru huruf
jepang : Sachiko Nakajima
Juru pustaka :
Agustina Ismurjilah
Juru penerjemah
: Woro Nurfitri, Yuri Sichida, Kosuke Nakajma, George Khal
Cahaya Abadi,
Jakarta
246 Halaman
Lukisan sederhana dan lima
terjemahan dari kalimat “judul - Lahirnya Kembali Beringin Putih”
pada sampul buku ini sangatlah unik dan menarik. Selain itu buku ini juga dikemas dengan
sangat istimewa. Ada banyak lukisan sederhana yang disertai aksara jawa
mengiringi cerita dalam buku ini. Buku ini dicetak secara eksklusif dengan
mengunakan kertas yang biasa dipakai untuk majalah. Dan yang lebih istimewa
lagi adalah cerita dalam buku ini dituturkan dalam empat bahasa’ yakni;
Indonesia, Inggris, Perancis dan Jepang.
Dalam kata pengantarnya disebutkan
bahwa buku ini didedikasikan untuk Mbah Marijan dan penduduk di sekitar Gunung
Merapi. Hingga kini Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif
di dunia. Banyak mitos seputar Gunung Merapi yang berkembang luas di masyarakat
terutama dari suku Jawa yang membuat gunung ini semakin anggun, kokoh dan
angker. Adanya keterkaitan antara Gunung Merapi dan Laut Selatan Pulau Jawa
dengan Keraton Jogjakarta Hadiningrat menambah aura mistis dari Gunug Merapi
ini.
Buku ini berkisah tentang pohon Beringin
Putih dan Batu Gajah. Keberadaan Beringin Putih yang kokoh berdiri dipersimpangan
tiga jalan Desa Kinahrejo tentu saja menimbulkan pernyataan karena pohon itu
bukan jenis tanaman yang biasa tumbuh di daerah pegunungan. Pohon beringin
membutuhkan udara panas untuk membebaskan akar-akarnya agar bisa leluasa
menggelantung dan berjuntai. Batu gajah terletak sekitar dua puluh meter dari Beringin
Putih. Batu itu berbentuk seperti seekor induk gajah terbaring miring dengan
seekor anaknya yang berada diantara
kaki-kakinya. Dan menurut mbah Marijan kedua tempat itu merupakan daerah
keramat karena Beringin Putih dan Batu Gajah itu dipercaya berisi banyak mantra
dan kesaktian.
Mitos-mitos purba yang dituturkan
turun menurun seputar Gunung Merapi pada hakekatnya mengandung nilai-nilai
kebijakan dan kearifan hidup agar manusia dan alam bisa berjalan harmonis serta
seimbang. Mbah Marijan dan penduduk sekitar Gunung Merapi tidak mengangap
gunung itu sebagai makhluk mati.
Penduduk sekitar Gunung Merapi sangat mencintai Gunung itu karena
disanalah sumber penghidupan mereka. Bahkan mereka menganggap Gunung Merapi itu
sebagai bagian dari keluarga mereka dan memanggilnya dengan sebutan “Eyang”.
Tokoh sentral dalam buku ini adalah
Mbah Marijan, juru kunci Gunung Merapi itu.
Menurut infornasi dari “google” nama asli Mbah Marijan adalah Mas Penewu Surakso Hargo atau
Raden Ngabehi Surakso Hargo. Beliau lahir di Dukuh Kinahrejo,
Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman,
5 Februari
1927 dan meninggal
di Sleman,
Yogyakarta,
26 Oktober
2010 pada umur 83 tahun.
Membaca buku ini sedikit banyak aku
bisa mengenal sosok Mbak Marijan dan seberapa besar kekuatannya. Beliau tipikal
“wong
ndeso” yang sangat ramah, sederhana dan rendah hati. Akan tetapi
disitulah sumber kekuatan Beliau dan bukan produk minuman kesehatan“Kuku Bima Ener-G” yang dibintanginya. Dalam setiap
percakapan dengan para tamu beliau selalu mengatakan, “saya ini orang bodoh”. Tetapi sesungguhnya perkataannya itu adalah
sebuah tipu daya dan pada mereka yang ingin tahu artinya, beliau akan
menjelaskan, bahwa;
“Kalau orang pinter diberi satu akan
minta dua.
Tetapi kalau orang bodoh diberi
satu, akan disyukuri”.
Ada lagi kearifan Mbah Marijan yang
bisa dijadikan bahan renungan,
“Buah yang kamu pungut di bawah
pohon terasa manis dan masak.
Sebaliknya yang kamu petik dari
pohon dengan menyogoknya pakai tongkat bambu
akan selalu terasa pahit”.
***
“Orang-orang yang mengenakan sepatu
tetapi tidak bertopi.
Saya berjalan bertelanjang kaki
namun kepala saya selalu saya lindungi karena kepala adalah bagian terhormat
dari tubuh manusia.
Bukankah dia yang memerintahkan
kaki-kaki kita untuk melangkah?”.
Mbah Marijan adalah seorang petani
yang juga abdi dalem keraton Jogjakarta Hadiningrat. Dan Beliau bertugas untuk mengelola
acara tahunan Kraton Yogyakarta di Gunung Merapi yaitu Upacara Labuhan. Tetapi oleh
masyarakat Indonesia, Beliau lebih dikenal sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Banyak opini negatif berkembang seputar upacara ini maupun pada sosok Mbah
Marijan itu sendiri. Dan Mbah Marijan yang sangat mencintai Gunung Merapi dan
tugas yang diembannya lebih memilih untuk setia pada apa yang dicintainya itu
hingga akhir hayatnya.
Mitos tentang Gunung Merapi
sesunguhnya bukan hanya dongeng semata, tetapi memang itulah kehidupan nyata
penduduk Merapi. Mitos itulah yang membuat penduduk Gunung Merapi bertahan
hingga kini. Dengan mitos itulah mereka menghadapi segala ancaman dan tantangan
dari luar. Mitos ini tak dapat ditangkap dengan logika. Menurut penulis
kekayaan mitos ini hanya dapat dipahami melalui impian. Dan impian iu adalah mata
batin, seperti yang dimiliki Mbah Marijan. Jika semuanya hancur, impian itulah
yang tersisa. Dan impian itu tak dapat dihancurkan oleh kekerasan apa pun jua.
Seperti yang diyakini oleh Mbah
Marijan, pohon beringin yang telah menjadi simbol eksistensi, pembelaan dan
perlawanan rakyat itu berwarna putih. Melalui buku ini Elisabeth menyampaikan
sebuah pesan mitologis tentang persahabatan dan cinta antara manusia dan alam.
Aku suka membaca buku ini karena memuat
nilai-nilai kearifan dan keindahan masa lampau yang hingga kini sinar
kebajikannya masih bisa kita nikmati, pahami bahkan diteladani. Meskipun cahayanya
agak meredup karena perubahan zaman tetapi nilai-nilai kearifan masa lampau itu
telah mengkristal dalam budaya dan tradisi yang masih selalu digenggam dan
dipelihara oleh masyarakat jawa khususnya.
~* Rienz *~
Diposting oleh
atik
di
11:10:00 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerita Buku,
Elisabeth D. Prasetyo
Senin, 13 Agustus 2012
Kitab AL-HIKAM - Mutiara Hikmah 20 : Cahaya, Mata Batin & Rahasia Hati
Mutiara Hikmah 20
Cahaya, Mata Batin & Rahasia Hati
“Cahaya
adalah kendaraan hati dan rahasia hati (asrar)”
Penjelasan:
Hati (jiwa) manusia memiliki
balatentara dan sekaligus sarana yang berfungsi untuk menempuh perjalanan. Dan
kendaraan yang dipergunakan oleh hati untuk menuju Allah Ta’ala itu adalah
cahaya. Sedangkan tentara hati yang dengannya ia dapat mengalahkan tentara
setan juga adalah cahaya. Jadi, ada dua peran yang dimainkan cahaya dalam hati.
Syaikh Ibn ‘Atha’llah
mengingatkan pula,
“Cahaya
adalah tentara qalbu sebagaimana
kegelapan
adalah tentara tentara nafsu.
Ketika Allah
hendak menolong hamba-Nya,
maka Dia
membantunya dengan pasukan cahaya (anwar)
dan
memutus bantuan kegelapan serta kepalsuan”
Penjelasan:
Cahaya tauhid, iman dan
keyakinan itu merupakan pasukan yang membantu hati. Sebaliknya, kegelapan
syirik dan sikap was-was (ragu) adalah pasukan yang menyokong hawa nafsu. Dan peperangan
diantara keduanya tidak kunjung usai, selalu ada yang kalah atau menang. Bisa juga
ada yang lebih mendominasi dibanding lainnya. Sebab itu, bagi siapa yang diberi
petunjuk Allah Ta’ala, maka tak akan ada satupun yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya,
siapapun yang terlanjur disesatkan oleh-Nya, maka tidak ada satu orang pun yang
mampu menolongnya
Ibn ‘Atha’illah juga mengingatkan,
“Tugas
cahaya menyingkap tabir,
tugas
mata batin (bashirah) menetapkan hukum,
sedangkan
tugas qolbu menghadapi atau menbelakangi”
Penjelasan:
Tugas cahaya sangatlah
penting. Sebab, jika seseorang memiliki lampu penerang, dimana pada kondisi
malam yang gelap gulita lampu itu dinyalakan, maka akan terlihat segala sesuatu
yang berada di sekelilingnya. Dan jika sesuatu itu jelas terlihat, maka akal
akan berperan untuk memutuskan apakah sesuatu itu membahayakan atau justru
bermanfaat, buruk atau baik, harus dilakukan sesuatu atau menahan diri atasnya.
Adapun dalam urusan yang
berkaitan dengan masalah akhirat, peran cahaya batin sangat membantu. Dengan cahaya
ini akan terlihat perbedaan antara cara pandang seorang muslim dengan
non-muslim dalam menilai sesuatu. Sebagaimana digambarkan oleh Allah Ta’ala
dalam firman-Nya
سُوۡرَةُ البَقَرَة
مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ
ٱلَّذِى ٱسۡتَوۡقَدَ نَارً۬ا فَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهُ ۥ ذَهَبَ
ٱللَّهُ بِنُورِهِمۡ وَتَرَكَهُمۡ فِى ظُلُمَـٰتٍ۬ لَّا يُبۡصِرُونَ (١٧)
Surah
SAPI BETINA
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang
menyalakan api [*] maka setelah api itu
menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya [yang menyinari] mereka, dan
membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(QS
Al-Baqarah [2] : 17)
[*]. Orang-orang munafik itu tidak
dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena
sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka
digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.
Pada tahap selanjutnya adalah
bashirah
(mata batin), yaitu karunia cahaya yang dengannya seorang hamba mampu
menentukan hukum tentang apa yang wajib dilakukan dan yang wajib pula
ditinggalkan (dijauhi)
Catatan :
Ø Butir
mutiara hikmah ini, pertama kali aku mendapatkannya dari Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA dalam kajian
tasawuf – MASK yang diasuh oleh beliau.
Semoga bermanfaat…
Sumber:
Kitab Al-Hikam, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Dr. Ismail Ba’adillah, Khatulistiwa Press, Cetakan Kedua Juni 2008.
Diposting oleh
atik
di
1:57:00 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Komentar (Atom)












