Rabu, 25 Januari 2012

Perisai Mukmin Ke-33: Laghwun (meninggalkan hal-hal yang tidak berguna)


Perisai Mukmin Ke-33 : Laghwun (meninggalkan hal-hal yang tidak berguna)


Perisai laghwun adalah buah dari perisai orang-orang yang pandai memanfaatkan waktu. Setiap langkah dalam hidupnya, setiap tutur bahasanya dan pola fikirnya selalu disandarkan untuk mendapatkah ridho Allah SWT

سُوۡرَةُ المؤمنون
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (١) ٱلَّذِينَ هُمۡ فِى صَلَاتِہِمۡ خَـٰشِعُونَ (٢) وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ (٤) وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَـٰفِظُونَ (٥) إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٲجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُہُمۡ فَإِنَّہُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ (٧)

Surah ORANG-ORANG YANG BERIMAN
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (1)
 [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, (2)
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari [perbuatan dan perkataan] yang tiada berguna, (3)
dan orang-orang yang menunaikan zakat, (4)
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (5)
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; [*] maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (6)
Barangsiapa mencari yang di balik itu [**] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (7)

[*]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.

[**] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

Perisai Mukmin Ke-32: Memanfaatkan Waktu



Perisai Mukmin Ke-32 : Memanfaatkan Waktu


Perisai ini hanya diperuntukkan bagi mukmin yang menjauhi dunia tipu daya yang melalaikan dari ingat kepada Allah SWT. Yaitu, mereka yang pandai mempergunakan waktunya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya, karena mereka menyadari bahwa waktu tidak bisa diputar kembali. Namun hal ini bukan berarti islam melarang ummatnya untuk refreshing atau menghibur jiwanya, tetapi yang menjadi penekanan adalah mereka yang suka mengulur-ulur ibadahnya dan nyaris puas dengan point yang sangat minim tetapi mengharapkan nikmat yang banyak dari Allah SWT dan masuk surga. Bagi mereka Allah SWT member peringatan dalam Al-Qur’an surat Al-Ashr ayat 1-3 :

سُوۡرَةُ العَصر
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلۡعَصۡرِ (١) إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ (٢) إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ (٣)

Surah MASA
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Demi masa. (1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)


Dari: 50 PERISAI MUKMIN by Abdurrahman Al-Mukaffi

Perisai Mukmin Ke-31: Mengingat Kematian


Perisai Mukmin Ke-31 : Ingat mati


Menurut Rasulullah SAW perisai ini merupakan nasehat yang diam dan lebih mengena dibandingkan denga berbagai ceramah agama. Karena perisai ini akan memberikan pelajaran bagi orang-orang yang hidup bahwa :

  1. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 185 :

سُوۡرَةُ آل عِمرَان

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ (١٨٥)

Surah KELUARGA ’IMRAN
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
(185)


  1. Orang yang sudah mati tak dapat kembali ke dunia untuk memperbaiki segala kesalahannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 58:

سُوۡرَةُ الزُّمَر

أَوۡ تَقُولَ حِينَ تَرَى ٱلۡعَذَابَ لَوۡ أَنَّ لِى ڪَرَّةً۬ فَأَكُونَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ (٥٨)

Surah ROMBONGAN-ROMBONGAN
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab: ’Kalau sekiranya aku dapat kembali [ke dunia], niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.
(58)

  1. Bila ajal telah sampai maka kematian tidak dapat ditangguhkan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Munafiquun ayat 11 :

سُوۡرَةُ المنَافِقون

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا‌ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ (١١)

Surah ORANG-ORANG MUNAFIK
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan [kematian] seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(11)

  1. Bila ajal tiba pintu taubat otomatis akan tertutup. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 18 :

سُوۡرَةُ النِّسَاء

وَلَيۡسَتِ ٱلتَّوۡبَةُ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ إِنِّى تُبۡتُ ٱلۡـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمۡ ڪُفَّارٌ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمً۬ا (١٨)

Surah WANITA
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan [yang] hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, [barulah] ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak [pula diterima taubat] orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
(18)

  1. Kita harus mempersiapkan bekal sebelum ajal tiba. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 197 :

سُوۡرَةُ البَقَرَة

ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٌ۬ مَّعۡلُومَـٰتٌ۬‌ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلۡحَجِّ‌ۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٍ۬ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُ‌ۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰ‌ۚ وَٱتَّقُونِ يَـٰٓأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (١٩٧)

Surah SAPI BETINA
[Musim] haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi,[*] barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats [**] berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa [***] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
(197)
[*]. Ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah.

[**]. Rafats artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan berahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.

[***]. Maksud bekal takwa di sini ialah bekal yang cukup agar dapat memelihara diri dari perbuatan hina atau minta-minta selama perjalanan haji.

  1. Terputusnya amal kita di dunia terkecuali tiga hal, yaitu; (a)shadaqah jariayah, (b)ilmu yang bermanfaat dan (c)anak yang shaleh.




Dari: 50 PERISAI MUKMIN by Abdurrahman Al-Mukaffi


Selasa, 24 Januari 2012

Perisai Mukmin Ke-30 : Pemaaf



Perisai Mukmin Ke-30 : Pemaaf


Perisai ini sebaiknya harus dimiliki oleh mukmin yang lapang dada, tidak mudah marah apalagi mendendam. Mereka adalah orang-orang yang mudah untuk memaafkan dan tidak gengsi meminta maaf jika melakukan kesalahan. Mukmin yang memegang erat perisai maafnya bisa mendapatkan perisai ikhlas dan mereka akan jaya di mata manusia serta menerima ganjaran pahala disisi Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 22 :

سُوۡرَةُ النُّور

وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱلۡمُهَـٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْ‌ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ (٢٢)


Surah CAHAYA
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka [tidak] akan ember [bantuan] kepada kaum kerabat [nya], orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [*].
 (22)
[*]. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa dia tidak akan ember apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema’afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.


Bahkan Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa orang yang kuat adalah yang memiliki perisai pemaaf. Sebagaimana tersirat dalam hadis berikut ini ;

Abu Hurairah r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda; ‘Bukankah seorang yang kuat itu, yang kuat bergulat. Tetapi orang yang sungguh kuat, yaitu yang dapat menahan hawa nafsu ketika marah’.”
(HR Bukhari dan Muslim)



Dari: 50 PERISAI MUKMIN by Abdurrahman Al-Mukaffi