Jumat, 10 Desember 2010

The New Life, Kehidupan Baru


Pengarang   : Orhan Pamuk
Penerjemah  : Erwin Salim & Ratih Ramelan
Penyunting  : Rika Iffati Fariha
Penerbit        : Serambi, November 2008
Tebal              : 469 halaman


“Suatu hari, aku membaca sebuah buku,
 dan seluruh kehidupanku pun berubah”

Hal inilah yang terjadi pada diri Osman seorang mahasiswa jurusan teknik sipil di sebuah Universitas Teknik.  Suatu hari ketika sedang dalam perjalan pulang entah kebetulan atau memang karena sudah takdir Osman menemukan buku “ The New Life “ yang sedang dicarinya di sebuah pedagang kaki lima dan ia  langsung membelinya. Buku itu telah membangkitkan rasa ingin tahu Osman karena sebelumnya Osman melihat buku itu dalam genggaman seorang gadis cantik dari jurusan arsitektur bernama Janan.

Selanjutnya Osman menjadi terlalu sibuk dengan buku itu sampai-sampai dia mengabaikan hiruk-pikuk sekitarnya. Daya magis dan hipnotis buku itu sangatlah kuat hingga kehidupan dan pribadi Osman jadi berubah.  Ternyata bukan hanya Osman saja yang terhipnotis oleh buku itu karena banyak orang yang telah berubah setelah membaca buku itu. Aku tidak tahu apa isi buku itu karena Orhan Pamuk tidak menjelaskannya, ia hanya menggambarkan efek yang ditimbulkan bagi pembacanya. Aku rasa ( mungkin ) isi buku itu menceritakan kehidupan dalam dunia yang lebih indah, lebih baik dan lebih sempurna dari pada “ kehidupan riil “ para pembacanya.

Janan juga telah membaca buku itu, ia mendapatkannya dari Mehmet – kekasihnya - yang kebetulan juga telah membaca buku itu dan telah bermetamorfosis karenanya. Dengan bantuan Janan, Osman kemudian dipertemukan dengan Mehmet untuk mengetahui kebenaran atas semua yang tertulis dalam buku itu. Mehmet mengatakan energi buku sangat dahsyat dan berbahaya karena setelah membacanya ia melakukan perjalan dalam rangka mencari dunia dalam buku itu dan hampir terbunuh oleh para peneror yang menganggap buku itu telah membawa pengaruh negatif bagi pembacanya.

Suatu hari dalam waktu yang hampir bersamaan Mehmet dan Janan menghilang. Kehilangan Janan   membuat Osman gundah gulana tidak karuan.  Akhirnya  ia juga melakukan perjalanan untuk menemukan cintanya sekaligus mewujudkan obsesinya akan dunia baru seperi dalam buku itu. Osman melakukan perjalanan tanpa tujuannya dengan menggunakan bus yang dipilihnya secara acak pada waktu yang juga tidak jelas. Menginjakkan kaki dibanyak terminal hanya untuk berpindah dari bus yang satu ke bus yang lain dan membawanya melanglang ke berbagai kota di Turki. 

Perjalanan Osman tidak selalu berjalan mulus, seringkali ( entah kebetulan atau tidak ) mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Meski demikian hal itu menyurutkan niat dan semangat Osman untuk mencari dunia dan kehidupan baru, juga cintanya. Pada suatu kecelakaan yang dialaminya untuk kesekian kalinya, secara kebetulan Osman berjumpa lagi dengan Janan. Berdua mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari dunia dan kehidupan baru.  Mereka berdua ingin mengikuti jejak Nahit yang telah bermetamorfosis menjadi Mehmet dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Mehmet berhasil meninggalkan masa lalunya dan telah mencapai kehidupan baru seperti dalam buku itu.

Dalam suatu perjalan yang masih juga tidak jelas, bus yang mereka tumpangi ( sekali lagi ) mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu menyimpan sebuah kebetulan yang akhirnya membawa mereka berdua ke kota Gudul. Di kota Gudul mereka bertemu dengan Dr. Fine, pemimpin jaringan rahasia yang kegiatannya memerangi efek negatif  hadirnya budaya asing di masyarakat termasuk pengaruh buruk buku itu. Osman dan Janan kemudian mendapat perhatian besar dari Dr. Fine karena mereka yang paling muda usianya dibandingkan anggota jaringan yang lain. Dari Dr. Fine keduanya mendapat informasi tentang “ The New Life “ - buku  yang sangat mempesona itu. Ia mengatakan bahwa buku itu merupakan propaganda asing untuk mempengaruhi pribadi orang-orang muda di Turki. Selain informasi tetang buku itu, Osman dan Janan mendapati fakta tentang siapa Mehmet sebenarnya.

Setelah mengetahui fakta-fakta tentang buku itu dan Mehmet, Osman memutuskan untuk melanjutkan pencahariannya menggapai dunia baru tanpa disertai Janan. Osman yang sudah sangat frustasi karena cintanya juga obsesinya terhadap dunia baru kemudian melenyapkan Mehmet yang ternyata telah berganti identitas menjadi Osman ( juga ). Pada akhirnya Osman dan Janan melanjutkan langkah mereka dengan memanggul mimpi masing-masing. Aku rasa Osman berhasil menempuh perjalanan sampai kepenghujung pencahariannya meskipun sempat rehat sejenak dalam sebuah kehidupan perkawinan.

Sekilas novel ini mengingatkan aku pada film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio tetang sekumpulan anak muda yang idealis dan penuh gelora. Tetapi Orhan tidak sesimple itu karena novel ini penuh dengan teka-teki yang menyuguhkan petualangan juga sensasi yang suram, absurd, magis dan misterius tentang pembunuhan, cinta segitiga dan petualangan. Tokoh Osman, Janan dan Mehmet disini adalah gambaran dari jiwa-jiwa muda yang selalu terbuka sekaligus ( terkadang ) labil pada hal-hal yang sifatnya inovatif dan modern. Sedangkan Dr. Fine mewakili golongan konvensional dengan gayanya yang kaku berupaya untuk melestarikan dan melindungi budaya lokal dari  gempuran pengaruh asing yang ( terkadang ) merusak. Sebagai narator Osman tidak hanya bermonolog tentang kisahnya setelah membaca buku itu. Ia juga mengajak para pembacanya untuk berinteraksi menyelami apa yang diinginkannya dalam hidup ini. 

Seperti karya Orhan Pamuk lainnya yang pernah aku baca, seperti; My Name is Red, Istanbul, Snow dan White Castle, Orhan Pamuk masih berbicara tentang benturan antar Barat dan Timur.  Aku benar-benar kepincut dengan Orhan Pamuk karena lumbung ide dan tenaganya selalu dalam kondisi “ full “. Dia selalu tampil dengan gaya dan cara yang berbeda-beda meski demikian dia tak pernah keluar dari tema dasar pemikirannya yaitu Barat dan Timur dengan segala kelebihan dan kekurangannya.


“Suatu hari, aku membaca sebuah buku,
dan seluruh kehidupanku pun berubah”


~* Rienz *~

0 komentar: