Selasa, 31 Agustus 2010

THE KITCHEN GOD’S WIFE


Pengarang : Amy Tan
Penerjemah : Joyce K. Isa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Cetakan II, Desember 1994
Halaman : 752 Halaman



Cerita singkat tentang legenda Isteri Dewa Dapur.

Pada zaman dahulu kala, di China ada seorang petani kaya bernama Zhang. Hidup Zhang sangat sejahtera dan damai karena diberkati oleh para Dewa. Zhang mempunyai seorang istri bernama Gao dan ia seorang istri yang baik karena mampu mengurus suami dan mengelola sumber daya keluarganya dengan sangat baik. Pokoknya keluarga Zhang hidupnya sangat beruntung. Ternyata para dewa mempunyai rencana untuk menguji Zhang karena keberhasilan dan kekayaan membuat Zhang lupa diri. Ia tergila-gila dengan seorang perempuan cantik bernama Lady Li. Suatu hari ia membawa Lady Li ke rumahnya dan memperlakukan Gao dengan sangat buruk sampai akhirnya dia mencampakkan isterinya itu. Selanjutnya Zhang dan Lady Li larut dalam kesenangan membabi-buta karena perempuan itu memberi pengaruh yang buruk padanya. Akibatnya dalam waktu dua tahun hidup Zhang berubah drastis dari seorang hartawan menjadi tuna wisma dan tuna karya alias miskin. 
Suatu hari dimusim dingin, ketika sedang mengemis Zhang merasa sekarat dan terjerembab di jalan karena kurang makan. Seseorang kemudian menolongnya dan membawanya ke dapur rumahnya supaya hangat dan sehat kembali. Ketika kesadarannya dan kesehatannya sudah agak pulih dia membawa dirinya untuk menemui penolongnya sekaligus pemilik rumah itu untuk berterima kasih. Betapa terkejutnya Zhang mengetahui siapa penolongnya karena dia adalah Gao, isteri yang telah disia-siakannya. Karena merasa malu Zhang melompat-lompat di dapur mencari tempat untuk sembunyi. Sayangnya dia tidak menemukan apa yang dicari dan akhinya dia melompat ke tungku yang sedang membara. Dan Zhang akhirnya meninggal karena terbakar oleh rasa malunya. Arwah Zhang naik ke nirwana dan disana dia harus menghadap Kaisar Kemala untuk melaporkan hidupnya. Kaisar Kemala sangat terkesan oleh keberanian Zhang yang tidak malu untuk mengakui kesalahannya. Untuk memberi penghargaan atas keberanian Zhang itu Kaisar menitahkan bahwa Zhang sekarang menjadi Dewa Dapur yang memata-matai tindakan semua orang dan melaporkannya setahun sekali kepada Kaisar agar ia dapat mementukan siapa saja yang pantas untuk menerima kesialan. Dan sebaliknya karena Gao adalah perempuan berkepribadian bersih, tulus, bijaksana dan polos yang telah bisa berkompromi dengan masa lalunya serta memaafkan semua tindakan masa lalu Zhang terhadapnya dia rela mendapat predikat Isteri Dewa Dapur atau Dewi yang tidak terkenal tapi bisa mendatangkan keberuntungan.

Sepertinya legenda China inilah yang telah menginspirasi Amy Tan untuk melahirkan novel ini. Trauma masa lalu Jiang Weili atau Winnie membuat hubungannya dengan anak perempuannya, Pearl Brandt selalu berjarak bahkan sering pula beroposisi. Keduanya seperti mengalami kebuntuan dalam berkomunikasi sehingga mereka tidak bisa saling terbuka dan berbagi. Apalagi setelah ayah Pearl atau suami Winnie, Jimmy Louie meninggal, hubungan mereka hanya sebuah kewajiban tanpa rasa dan emosi padahal mereka berdua saling mencintai. Kedua anak beranak itu mempunyai rahasia yang sulit untuk diungkapkan karena ego mereka lebih mendominasi. Meski sudah lama tinggal di Amerika, hati dan pikiran Winnie sebagian masih ada di China. Hal itu sangat kontradiksi dengan pribadi Pearl yang sudah sangat Amerika karena dia lahir dan dibesarkan dalam budaya Amerika yang kental. Pearl bahkan bersuamikan seorang Amerika bernama Phil Brandt dan mereka telah dikaruniai dua orang putri; Tessa dan Cleo.

Winnie mempunyai dua orang sahabat bernama Hu Lan atau Helen dan Bibi Du. Mereka telah bersahabat sejak masih zaman susah di China sampai mereka akhirnya bermigrasi ke Amerika. Perkawinan Helen dengan Henry Kwong  membuahkan dua orang anak; Marry dan Roger ( Bao-Bao). Sedangkan Bibi Du adalah kerabat jauh Helen. Persahabatan mereka yang panjang sejak zaman perang berjalan penuh liku. Dan karena persahabatan pula akhirnya membawa mereka menjadi warga Negara Amerika dan tinggal berdekatan di daerah Pecinan di San Fransisco.

Novel ini bersetting di dua negara, pertama di China, beberapa tahun sebelum dan sesudah perang dunia kedua dan yang kedua di San Fransisco, Amerika Serikat setelah tahun 1950. Aku salut banget dengan energi dan nafas panjang Amy Tan karena telah menyuguhkan suatu kisah dramatik yang mengagumkan. Novel ini dituturkan dan diterjemahkan dengan bahasa yang tidak sulit, tidak terlalu banyak metafore ataupun kalimat - kalimat panjang yang bisa mengaburkan esensi cerita.Kisah dalam novel ini bisa mengalir secara natural, filosofis dan jauh dari kebosanan.

Membaca The Kitchen God’s Wife membuat ingatanku kembali pada novelnya Duong Thu Huong, seorang penulis dari Vietnam. Terutama pada bagian yang menceritakan tentang kehidupan perkawinan Jiang Weili dan suami pertamanya Wen Fu selama hampir sepuluh tahun. Mereka sama-sama menggambarkan tentang kondisi perempuan ditengah budaya patriarki yang sangat kental apalagi waktu itu gerakan feminisme masih berupa gerakan bawah tanah dan belum menjamur di mana-mana.

Menurutku novel ini mengasyikkan karena kita bisa berjalan-jalan ke Shanghai, beberapa daerah di China lalu ke daerah pecinan di San Fransisco, Amerika.

Baca deh….. Menarik loh ceritanya…..

*~ Rienz ~*

0 komentar: