Selasa, 13 Mei 2008

Kafka Yang Membingungkan



Judul : KAFKA ON THE SHORE ( Labirin Asmara Ibu dan Anak )
Penulis : Haruki Murakami
Penerjemah : Th. Dewi Wulansari
Penerbit : Alvabet Sastra
Tebal : 608 halaman

Haruki Murakami emang jempolan deh bikin cerita2 liar yg bisa mengaduk2 pikiran pembacanya. Sepertinya sudah menjadi sesuatu yg khas bg para penulis Jepang menyajikan tulisan2 yg bertema suram, apatis, ketidakberdayaan dan putus asa. Hal ini bisa disimak dalam karya2 Kenzburo Oe, Ryonusuke Akutagawa atau Yasunari Kawabata. Dalam Kafka of the Shore Murakami menyajikan dan mengekplor kehampaan dalam bentuk lain yg berselimut teka-teki.

Adalah Kafka Tamura seorang remaja yg haus akan aktualisasi diri. Ia tinggal dgn ayahnya, seorang pematung terkenal yg sudah meramalkan bahwa kelak Kafka akan membunuh ayahnya dan akan tidur meniduri ibu juga kakak perempuannya. Sejak berusia 4thn dia ditinggal oleh ibunya. Kepergian ibunya yg membawa serta kakak perempuannya menimbulkan berbagai pertanyaan dalam diri Kafka. “Mengapa ibunya meninggalkan dia? Salah apakah Aku? Kenapa Ibunya hanya membawa kakak perempuannya saja? Sayangkah Ibunya pada dirinya”. Tanya yg tak berujung itu bagai traktor yg terus menggali & memperluas lubang dibenak Kafka. Selain itu ramalan ayahnya juga membebani pikiran dan benak Kafka.

Sebetulnya aq sdikit bingung membaca Kafka coz aq mengira sosok bocah yg bernama gagak itu real tp ternyata Kafka adalah si bocah gagak itu sendiri. Usia Transisi membuat kepribadian Kafka sering terbelah, terutama bila ia sedang menimbang2 arah langkahnya. Nama Kafka sendiri mengingatkan aq pada tokoh dalam novel Ibunda karya Maxim Gorki, mungkinkah Kafka merupakan symbol pemberontakan Murakami terhadap lingkungannya. Sepengetahuan aq dlm bahasa soviet Kafka berarti burung gagak. Burung gagak sering dikaitkan dgn kematian. Aura kelam burung pemakan bangkai seperti cocok untuk menggambarkan sosok Kafka. Tp bisa jadi Murakami mengagumi tokoh Frans Kafka.

Akhirnya bocah 15thn itu mengambil keputusan untuk pergi dari rumah mencari “plester” untuk menambal lubang yg menganga di kepala dan jiwanya. Berbekal uang pribadinya & jg uang yg dicuri dari laci kerja ayahnya, Kafka meninggalkan Nakano menuju Tokyo. Dalam perjalan dia bertemu dgn Sakura yg diyakini sebagai kakaknya. Di Tokyo Kafka banyak meluangkan waktu di perpustakaan umum, coz dia sadar tidak bnyk tempat yg aman buat anak laki2 15thn yg blum lu2s sekolah.

Singkat cerita Kafka memutuskan pergi ke Takamatsu disana dia mendapat pekerjaan sebagai asisten junior di perpustakaan Komura. Perpustakaan komura di kepalai oleh sorang wanita setengah baya bernama Nona Saeki. Dalam melaksanakan tugasnya Nona Saeki dibantu oleh seorang asisten andrigini bernama Oshima. Sejak pertama kali bertemu dgn Nona Saeki, hati kecil Kafka sdh merasakan bahwa dialah ibu kandungnya. Dan di perpustakaan Komura inilah mitos Oedipus dimulai.

Tokoh kunci lain adalah satoru Nakata, orang tua yg menderita cacat ingatan sejak terjadi peristiwa aneh di hutan pd waktu PDII. Peristiwa aneh itu membuat Nakata pingsan dan setelah sadar Nakata bagai orang yg telah dicuci otaknya sehingga dia kehilangan masa lalu dan ingatannya. Sejak itu pula perangai Nakata jd aneh dan ia jg mampu berkomunikasi dgn kucing. Keanehan itu pula yg menjadikan Nakata sebagai detektif untuk kucing2 yg hilang ( jd inget Ace Ventura the Pet Detective ). Ketika ada klien yg memerlukan jasanya Nakata terlibat dalam suatu pembunuhan brutal yg terjadi secara sangat misterius dan ternyata ada hubungan erat dengan Kafka.

Alur cerita novel ini berjalan maju mundur dgn gaya bahasa berputar2 seperti dalam labirin. Novel ini jg diwarnai oleh unsur2 mistik yg bikin qta deg2n. Gaya bahasanya jg ringan dan filosofis. Tapi seperti Norwegian Wood, novel ini jg berbau budaya barat karena sedikit banyak dengan membaca novel ini qta jd tahu segala hal ttg musik klasik. Aq yakin Murakami seorang pecinta musik klasik. Pokoknya novel bergaya surelis & mistik ini asik bgt deh untuk dinikmati, menegangkan skaligus membingungkan, membius dan sangat sensasional.


* Rienz *

Senin, 12 Mei 2008

Menjelajah Norwegian Wood




Sejak pertama kali kemunculan Norwegian Wood aq sudah sangat tertarik dgn novel itu coz dari judulnya saja sudah membetot rasa ingin tahu_Q. Dan awak april lalu terjawab sudah sgala tanda tanya ttg Norwegian Wood dan karya Haruki Murakami yg lain. Makasih bgt buat Murakami yg memperkenalkan Beatles dan musik2dunia lain kpd_Q.Ternyata Norwegian Wood itu salah satu judul lagu2 The Beatles yg populer di tahun 1960an. Saat itu The Beatles menjadi band yg sangat digandrungi oleh seluruh anak muda di dunia termasuk di Jepang. Pada masanya The Beatles mrupakan ikon yg mewakili gairah, kebebalan dan keputusasaan kaum muda yg menginginkan perubahan.Cerita novel ini mengalir sekitar tahun 1968-1970. Norwegian Wood adalah lagu favorit Naoko yg menjalin kasih sejak masih kecil dgn Kizuki. Kizuki sendiri berkawan akrab dgn Watanabe. Waktu umur 17thn (klo tidak salah klas 2 SMA) Kizuki memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menghirup asap knalpot mobil di garasi rumahnya. Kematian watanabe yg tragis itu meninggalkan luka psikologis yg mendalam bg Naoko dan Watanabe. Krn sama2 ditinggalkan oleh orang yg sangat dikasihi membuat hubungan Naoko dan Watanabe semakin dekat walau tidak bs dibilang akrab.Dalam Norwegian Wood, Murakami menggambarkan gejolak yg banyak dialami oleh sebagian besar remaja di seluruh dunia, terutama yg berada di kota2 besar. Mulai dari tuntutan orang tua yg sll menginginkan agar anaknya mnjd yg terbaik, masalah dlm pergaulan, beban pelajaran dari sekolah, masalah seksualitas yg sering tak tertahankan, minum2n keras dan cinta. Karena beratnya beban persaingan yg dialami oleh para remaja Jepang maka tidak heran jika sampai saat ini pun prosentasi angka bunuh diri pelajar di Jepang sangat tinggi. Walaupun dikenal sbg pribadi yg introvert dan kurang banyak bergaul Watanabe berhasil melewati fase2 kelam saat remajanya. Watanabe adalah anak tunggal dari keluarga menengah di Jepang. Dia orang yg sangat pendiam dan agak pemilih dalam bergaul karena memang di Jepang sendiri sepertinya ada peraraturan tidak tertulis dalam berteman. Tidak heran bila Watanabe tidak mempunyai teman dekat. Watanabe bisa di bilang seorang kutubuku yg idealis karena bisa dilihat dari sejumlah literatur yg dibacanya, seperti karya Herman Hesse, Dotoyevsky, Charles Dickens, Scott Fitzgerald (ada lagi sih tapi aq lupa). Watanabe jg pemilih bila ingin mendengarkan musik (karena ada beberapa nama komposer klasik dan pemusik idealis yg mnjd favoritny). Meskipun kuper, pada dasarnya Watanabe adalah pribadi yg baik, open minded jg pendengar yg baik thd berbagai opini yg datang. Karena itu orang tidak bosan bila berbincang2 dengannya. Melalui gambaran fisik Murakami menurutku Watanabe bukan laki2 jelek meskipun tidak bisa dibilang tampan, yah...biasa lah standar laki2 Jepang. Buktinya bukan perkara susah buat Watanabe tuk mendapatkan teman kencan atau berinteraksi dgn perempuan manapun. Pertemanannya dgn Nagasawa dan Rieko jg perbincangan dgn kekasih Nagasawa membuktikan bahwa Watanabe orang yg asik buat berteman dan curhat.Menurut aq hubungan yg kemudian terkembang antara Watanabe dan Naoko agak sedikit aneh dan memusingkan. Secara psikis Naoko adalah pribadi yg sakit. Mungkin ini dampak dari kematian kakaknya yg tewas menggantung diri di tambah bunuh dirinya Kazuki yg membuat jiwa dan emosinya kadang tidak terkontrol. Naoko mengidap penyakit halusinasi yg sangat parah karena sudah membelah kepribadiannya dan memporak porandakan akal sehatnya. Dalam diri Naoko seakan ada lunang hitam yg tak bisa ditutup dan membuat dunianya berhenti bergerak. Aq rasa hubungan Watanabe dan Naoko bukanlah cinta tp lebih kompleks lg, gabungan antara tanggung jawab, perasaan bersalah dan perasaan ingin mjd pahlawan atu bahkn lebih....(mungkin karena gairah remaja Watanabe ya...).Kisah cinta watanabe dan Naoko lama2 tidaklah berjalan mulus karena faktor kejiawaan mrk jg agak timpang terlebih pada diri Naoko. Disaat terjadi krisis hubungan, Watanabe berkenalan dgn teman di kelas drama bernama Midori. Midori berkepribadian hangat, terbuka, lincah dan penuh dengan gairah hidup meskipun pada kenyataannya hidup Midori jg tidak mudah. Watanabe menghadapi dua bentuk rasa cinta yg saling berolak belakang. Bila dgn Naoko, Watanabe merasa hidup itu penuh damai, konstan dan dipenuhi aroma kematian tetapi dengan Midori, Watanabe bisa memandang hidup dgn lebih menggairahkan, ceria dan dinamis.Ditengah2 kebimbangannya akhirnya hidup memilihkan jalan yg termudah bg Watanabe (mungkin memang disengaja oleh Murakami kali ya....). Akhirnya Naoko memilih hidup abadi berselimut kematian dan keputusan Naoko itu telah mempermudah jalan hidup dan masa depan Watanabe jg Midori.Alur cerita yg dirangkai Murakami sangat natural diselingi dgn beberapa guyonan khas anak muda yg lumayan bs mengendorkan urat syaraf. Meskipun novel ini sangat asyik namun ada beberapa hal yg sgt mengganjal dr karya Murakami ini. Karena meskipun novel ini bersetting kota2 di Jepang ttp aroma yg tercium sangat barat sekali. Mulai dari musik yg mjd pilihan pelakonnya, makanan dan minumannya (fast food loh....) juga pilihan literasinya. Mungkin karena Murakami pernah tinggal di Amrik dan mengagumi betapa enaknya hidup instan di negeri Paman Sam. Entah apa isi kepala Murakami, aq mengacungkan 4 jempol untuk karyanya. Unbeliveble...
* Rienz *

Selasa, 22 April 2008

ANNAS


Setelah slesai dgn Al- Fatihah, aq mulai bersentuhan dgn AnNas.

Senin, 21 April 2008

AL FATIHAH


Hampir 2 minggu aq berusaha berkanalan dan memahami Surah Al-Fatihah dan alhamdulillah ada ilmu yang bisa aq ambil. Surah Al-Fatihah adalah satu2nya surah Al-Qur'an yg plng sering dibaca oleh umat islam. Umumnya mereka hafal surah tsb krn Al-Fatihah adalah bacaan wajib dlm shalat.
Al-Fatihah disebut jg " surah pembuka " atau " Ummu Al-Qur'an " krn seluruh kandungan Al-Qur'an terangkum dlm surah Al-Fatihah. Keutamaan surah Al-Fatihah adalah sbg obat dr segala macam penyakit lahir dan bathin kecuali kematian. Oleh sebab itu Al-Fatihah jg disebut " surah Al-Syifa".
Al-fatihah termasuk dlm surah Makkiyah krn diwahyukan kpd Nabi Muhammad di makah (sebelum hijrah ke Madinah). Surah Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat. Ayat pertama adalah ;
~ Bismillaairrahmaanirrahiim ~
( Dgn menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Jd dgn mengucapkan basmallah berarti qta menyatakan bahwa setiap perbuatan atau tindakan qta hrs dgn nama Allah SWT yg Maha Pemurah lg Maha Penyayang. krn jika setiap perbuatan utama tdk dimulai dgn basmallah maka bernilai cacat sebab qta tlah melupakan Allah yg tlahmemberikan karunia yg tdk terhigga kpd qta umat manusia.
Menurut hadis dr Abu Hurairah yg diriwayatkan oleh Turmudzi, disebutkan bahwa Allah SWT mempunyai 99 nama dan barang siapa yg menghafal kan serta meneladaninya dgn benar maka dia akan mendapat kemuliaan dr Allah SWT.
~ Allahulaaillaaha' illaallau Walahul Asmaaulhusna ~
(Dialah Allah, tiada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai Al-Asmaul Husna, nama2 yg plng baik)
Adapun Asma'ul Husna adalah sbb ;
* Ar-Rahmaan (Yg Maha Pengasih)*Ar-Rahiim (Yg Maha Penyayang)*Al-Maliku(Yg Merajai)* Al-Qudduusu (Yg Maha Suci)* As-Salaamu (Yg Memberi Keselamatan)* Al-Mukmini (Yg Memberi Keamanan)* Al-Muhaiminu (Yg Memelihara)* Al-Aziizu (Yg Maha Mulia)* Al-Jabbaaru (Yg Maha Perkasa)* Al-Mutakabbiru (Yg Mempunyai Kebesaran)* Al-Khaaliqu (Yg Menciptakan)* Al-Baari-u (Yg Mengadakan)*

Rabu, 16 April 2008

Sapa Takut




Ada tantangan asyik dari Mama Attah dr ruang MP. Dia bilang " Jangan cuma dibaca yah... Gw gak butuh Comment... G pengen liat aksi loh... "

Y2n tantangn lo bkn otak qyu capek neh..., bingung kn klo hrs mnilai diri sendiri seperti apa?

Aqyu ke toilet bercermin mematut diri, balik kiri putar ke kanan, dari dulu gak da yg brubah, sami mawon, standart ajah... Naik k closet ttutup dgn pintu terbuka juga belum nanmbah tinggi_qyu. Mungkin rambut_qyu yg smakin jauh dr tanah atau daging_qyu yg smakin susut dimakan hidup.

Ah....pasti Y2n kn manyun mbaca gambaran_qyu coz layaknya lukisan Picasso pribadiku terkotak2 dgn banyak gradasi warna-warni....Hi....Ngeri...
Ada baiknya aqyu coba de... coz mungkin aqyu bs jd lebih mengenal diri sendiri n tau apa yg di mauin.
Disimak baik2 yah....

1. I'm a Dreamer (Tukang Ngayal yg hobby bengong)
Sptnya Kamar Mandi tmpt fav_qyu buat berandai2 tuk jd pribadi yg bbeda ( If I.... , When I... ). Ke-2 Kasur, aromanya itu loh..scr ajaib bs menstimulasi syaraf2 angan_gyu tuk bkhayal. Ke-3 Bis kota, aroma bensin n bau keringat penumpang d dlmnya sptny mjd campuran yg sangat impulsif n mlenakan tuh... Mau tau mimpi_qyu? Aqyu bharap suatu saat pny peternakan sapi dan bisnis sgala hal yg bhubungan dgn sapi serta produk2 turunannya (Jauh.....3x tp VVIP bgt slaki...). Tapi sekarang sih G pengennya pny; a. Bisnis sendiri (kan gak slamanya aqyu jd orang gajian) b. Pengen pny Lap Top r Note Book sbg mediasi olah pikir. Solusi : brusaha keras (banting tulang n jungkir balik) paling tidak sedikitnya mewujudkan 50% mimpi_qyu. Doa'in yah....

2. Aqyu sang pelupa
Sbenarnya agak malu sama kebiasaan_qyu yg satu ini. Aneka comment yg datang seakan gak mempan tuk mengobati penyakit_qyu ini. Gak fair rasanya klo aqyu mengkambing hitamkan USIA. Da apa dengan otak kiri_qyu yah.... Solusi: pasang reminder di HP n minta tolong dengan sangat pd orang2 yg gak pernah males baweln aqyu (sampai kapan R2n....). pecaya de...aqyu sll brusaha meminimalisasi alpa_qyu...

3. Aqyu yg Sok Idealis
Mngkn itu sebabnya aqyu jd suka meremehkan eksistensi n ability jg skill orang lain coz sring kali aqyu menilai seseorang atau (apa ajah yg bs dilihat dan di ukur) dr pnampilan fisiknya saja. Intinya sikap spt ini yg bs mjd bomerang coz aqyu kerap kali telalu cepat ambil keputusan akibat mindset standar pnilain_qyu yg kdang tll subyektif. Solusi : Be positive thdp sgala hal, sama sapa ajah, kpn ajah n dmn ajah.

4. Aqyu yg gak PeDe plus Minderan
Prasaan spt ini yg sll aqyu alami kapan pun, dmn pun n pd sapa pun pdhl scr sadar aqyu tau jika hal ini bisa menghadang langkah_qyu, pa lg jika aqyu bhadapn sm orang2 baru. Kadang bila PeDe_qyu lg ngacir, aqyu gak bs menatap mata lawan bicara_qyu. Intinya aqyu sring mposisikan diri sbg Under-Dog pdhl aqyu tau bgt jika aku bisa n mampu tuk jd yg terbaik. Solusi : Bnyk2 bersyukur pd Allah SWT atas sgala hal yg ada pd diri qta.

5. Aqyu yg Naturalis n Down 2 Earth
Aqyu pribadi yg apa adanya bgt n nrimo, bukan krn gak sk bmake-up yah.... tp aqyu lbh sneng klo orang mnilai aqyu apa adanya scr obyektif. Wlau tkesan krng fleksible tp sptnya scr kseluruhn aqyu cukup mnyenangkn. Slain itu Aqyu sk kegiatan apa aja yg bhub dgn plestarian alam dan lingkungn. Aqyu sgt sk bgt sama yg namanya jogging n aerobic. Bukan hanya buat kbugaran tp jg bisa loh meminimize masalah (klo dah capek bs lngsng bo2 jd tuk smentara bs lari dr masalah), gubraxxxx... padahal kn gak bisa yah.... Aqyu gak ikut kegiatan pecinta alam n lingkungan sih...tp aqyu lbh nyaman tuk mlakukan aksi spontan yg dmulai dr diri sndiri yg mlibatkn orang sekitar yg bs diajak tuk bsikap adil pd alam. Solusi : hrs lebih ramah n pduli pd ruang lingkup pribadi jg alam n skitarnya.
6. Aqyu yg Book Addict
Maksudnya sih seneng bli n koleksi buku doang, dibaca kapan2 klo sempet...hahahaha.... Tapi emang hobby_qyu yg satu ni gak bs di ganggu-gugat. Buat_qyu lbh baik gak pny baju baru dr gak bs memuaskan hati pd bbagai tema n jenis bacaan. Literasi_qyu lumayanlah banyaknya coz aqyu butuh containner box baru tuk pmeliharaannya. Sekarang ini Aq lg memuaskn sisi religius_qyu dgn karya2 Ahmad Chodzim tuk mperkuat iman ku pd Allah SWT n kcintaan_qyu pd Islam. Slain itu aqyu jg mnyukai buku2 motivasi tuk mbangun sisi positif diri ini. Solusi : Sring2 dateng k acr Book Fair spy dpt diskonan, hehehehe....

7. Aqyu yg Egois n Kras Kpala
Aqyu pribadi yg agak sulit menerima kritik n perubahan. Kalo ada input dr seseorang sring gak di denger n mrasa paling pinter jg paling bener. Pokoknya I'M ALL THAT dah... Saking mlubernya Ego yg ada di kpala di tambah ajakn dajjal yg sgt menggoda kadang aqyu mrasa pada titik paling tinggi r Lost Control. Klo blom kpentok sampe benjol n babak bonyok, pasti aku masih jd pribadi yg sangat menjengkelkan, Weleh...weleh de...jeleknya adat_qyu. Solusi : Lbih bnyak Istigfar kali ye.... Mnurut teori sih qta hrs bnyk bzikir....

8. Aqyu si Gemini Penyendiri jg Plin-Plan
Aqyu kurang suka brada di tengah kramaian, pa lg klo lingkungannya gak aqyu knal, high class r suprime-mind, Duhh... rasanya aqyu keciii....ll bgt. Aqyu lbh sk dirumah ngrecokin Nyokap klo gak da ajakn kluar r keperluan lain yg mharuskn aqyu tuk berinteraksi dgn dunia luar. Sbenarnya Aqyu sk klo bgaul dgn bnyak macam tipe orang coz rasanya aqyu pny cukup sabar n toleran. Aqyu jg lbh sk mnyelesaikn masalah sndiri n jarang bs bbagi dgn orang lain kec dgn sohib2 aqyu, bis malu sih..., mungkin krn aq sulung yah jd dah tbiasa mandiri n bsikap egois. Aqyu jg sorang gemini yg pny bnyk xtra energi coz da 2 sumber energi mengalir ke tubuh_qyu. Si2 negatifnya dr 2 in 1 energi adanya 2 kepribadian yg bs jd sgt mlelahkan trutama bl hrs ngambil keputusan (sring d persimpangan tanpa 7an). Qyu rasa tll bnyk angin mengisi rongga kepala ini jd gampang trombang ambing gak jlas. Solusi: hrs bsikap open minded kali yah... coz dunia ini sgt indah dengan aneka warna n rasa. slain itu mgkn aq hrs blajar manajemen diri (lahir & bathin) tuk mjd yg lbh baik lagih....

Inilah skelumit diri_qyu, silahkan senyum asal jgn mringis apa lg nyinyir. Silahkan Comment asal jgn mnghujat yah...takut....
*~ Rienz ~*

Jumat, 28 Maret 2008

G@k JelAZzzz


Ada yg tak biasa dalam diriku
Ada yg mengaduk-aduk isi kepalaku
Ada yg menonjok dadaku
Ada yg nemplok di punggungku
Ada yg menggelayuti langkahku
Dingin....
Pusing....
Ngantuk....
Capek....
Kemana si aspirin...
Dimana si konidin....
Perlukah aku nge-Josss....
~ * Rienz * ~

Senin, 24 Maret 2008

Bad Personality

" Maksud kamu? "


" Kenapa harus disimpan di sini? kan orangnya ada diruangan lain"

" Titipin aja sama supervisornya? Apa susahnya sih!"

" Kalo maksudnya jelas kan gak masalah! Dan gak harus disimpan di sini"
"Kamu kayak orang baru aja, semua serba takut, Aneh tau gak....."

Itu sepenggal tanggapan sinisku atas permintaan seorang teman. Duar....ternyata aku jutek bgt yah... Sebenarnya gak ada niat sedikitpun untuk meremehkannya. Aq cuma berpikir permintaannya gak praktis dan terlalu mengada2. Duh...bad temperedku datang lagi.
Lagi PMS? gak sih (sdh lewat).Yah...mungkin 'mood' aq pagi itu lg kurang bagus aja jd semua dianggap serius (bukan maksudnya mencari pembenaran).
Hhhmm.... merasa bersalah neh.... Lagi pula kenapa aq harus menanggapinya dengan sinis ya... harusnya aq bisa lebih santai ya.... Duhhh...gimana neh, gak enak dan serba salah bagt kalo qta sudah berbuat gak adil pada orang lain...
Aq sdh minta maaf sih...tapi pasti berbekas....hhhh.... Liat aja nanti deh... mdh2n dia tau aq gak bermaksud buruk.
Aq tidak tau secara persis sejak kapan diri ini mjd sangat serius. Kadang jika sedang sendiri aq sadar klo beberapa bulan terakhir ini jarang tertawa, maksudku tertawa tulus bila memang lucu. Parahnya lagi aq sering menertawakan sesuatu (mis, joke) yang buat orang lain pasti gak lucu dan aneh banget. Pokoknya pikiranku akhir2 ini lagi gak santai banget deh....


Ada satu hal lagi, akhir2 ini aq juga merasa tidak bisa konsentrasi dan fokus terhadap segala hal. Kadang jika aq sedang membaca novel atau sebuah artikel di koran, mataku hanya menyapu sekilas saja huruf2 pada setiap kalimatnya. Simpul2 saraf dalam otakku seakan sudah janjian dengan hasratku untuk meremehkan segala hal yg aku lakukan dan segala hal yg terjadi pada diriku. Aq mungkin jadi orang paling malas sedunia karena berkarib gelisah. Aq tidak pernah menyibukkan diri dengan satu pekerjaan saja karena dalam sehari aq bisa beruba "mood" sampai beberapa kali. Segala hal yg aq kerjakan tiada berujung, gak jelas maksudnya apa...
Yah mungkin aq sedang gelisah, tapi kok berkepanjangan yah... Seringkali mata ini sulit terpejam padahal tubuh ini sangat perlu istirahat. Bahkan di waktu istirahatpun aq tak bisa berhenti. Sel2 dalam kepalaku seakan terus berputar dan bercengkrama ring dengan risau. Aq sadar sekali dengan penyakitku ini tapi enggan sekali untuk mengakhiri.
Pernah aku membicarakan hal ini sama adik laki2ku. Aq lumayan suka curhat sama adikku karena meskipun aq menang dalam usia tapi aq sepertinya selalu tertinggal dalam hal pengusaan emosi pribadi. Secara psykis adikku lebih dewasa dan lebih luwes pemikirannya dari pada aq. Aneh kan....
Kata adikku kondisi yg aq alami sekarang ini adalah hal yg sudah biasa terjadi pada setiap perempuan lajang di usia dewasa (usiaku hampir 30thn). Mungkin jika aq punya seseorang (kekasih/suami) bisa menetralkan suasana hati yg sring jungkir balik.
Kemungkinan lain segala hal negatif yg terjadi padaku adalah imbas dari hal2 negatif yg aq lalui dalam hidup ini. Jadi seperti virus yg masuk ke dalm tubuh manusia maka diriku jg membentuk anti body (tameng) untuk menghindari tekanan dari lingkungan sekitar. Aq jd defensif dan protektif pada diri sendiri. Yah...bisa jadi memang demikian dan aq pun tidak mengelak asumsi adikku itu.
Mungkin saja berbagai kekecewaan yg sering menghampiri sangat mempengaruhi stabilitas jiwaku. Seperti yg barusan aq bilang aq sadar sekali dengan segala perubahan yg terjadi pada diri ini. Tapi untuk berubah... Gak tau yah...karena yg aq inginkan adalah bisa tidur panjang dengan nyenyak....Aq Capek banget......
Rasanya aq emang bener2 shinthink karena sangat menikmati konflik ini....
Mungkin terlalu luas ruang kosong di kepalaku.....
~* Rienz *~

Jumat, 14 Maret 2008

Monolog Sabtu 08 Maret 2008 (Part II)

Aq tiba di rumah sekitar jam 05.30 sore n surprise...surprice... Ada Heru ternyata. Kata mama dia juga baru aja datang dari Solo, sekitar setengah jam lebih awal dari kedatanganku. Heru adikku yang tinggal di Solo n dia bilang datang ke Jakarta karena ada temennya yang nawarin kerjaan, yah...gak da salahnya dicoba sapa tau dewa keberuntungan berpihak pada Heru kan aq jg kecipratan untung juga, he..he..he..he... paling tidak dia gak ngeribetn isi dompet aq lagi... (bagian ini unconditional).

Setelah bersih2 dan wangi2 lantas mematut diri secukupnya di depan cermin akhirnya aq melenggang senang menuju gelanggang monolog di TIM. Sebelumya aq sudah janjian dengan kedua kawanku M'Ilenk dan Nissa bahwa qta akan ketemuan sekitar jam 07.00 di depan BBJ (Bentara Budaya Jakarta). Tidak sampai setengah jam aq sudah sampai depan BBJ-TIM. Qta sempat pula makan bareng sama Mbak Olin Apsas dan Mbak Lulu Film sebelum monolog. Oh ya da sedikit info kalo Tahu Pong di TIM rasanya biasa aja, gak seenak Tahu Pong Harmoni.

Dan monologpun dimulai setelah terlebih dulu persiapan ritual alam. Monolog Perempuan menuntut malam bercerita tentang rumah, cinta, seks, politik dan kekuasaan yang terdiri dari empat babak ; babak pertama berjudul sepiring nasi goreng, babak kedua berjudul perempuan dan politik, babak ketiga perempuan dan seks dan babak keempat tetntang perempuan dan kekuasaan. Semuanya cukup mengapresiasikan tentang kondisi dunia perempuan saat ini terutama perempuan di Indonesia.

Babak pertama dibuka oleh penampilan Niniek L Kariem yang berperan sebagai Ranti seorang ibu rumah tangga yang telah bercerai dan mempunyai seorang putri dan seorang putra. Ranti mendapati kenyataan bahwa anak perempuannya mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Sejarah seakan berulang karena anaknya juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga karena tindakan yang semena2 dari suaminya. Dialog antara ibu dan anak tentang cinta, rumah tangga dan suami membuka babak kesadaran baru bagi keduanya. Walu pada akhirnya Ranti merasa sedikit kecewa karena tenyata pendirian anaknya tidak setegar dan sekuat dirinya dalam memutuskan masa depannya. Sayang sekali tema ini kurang diangkat dan di eksplor oleh para pekerja seni itu padahal kekerasan dalam rumah tangga itu menjadi isu sentral yang sering mengganjal perkembangan dinamika perempuan Indonesia.

Pada babak kedua ada Ibu Ani yg diperankan dengan sangat taktis dan humoris oleh Rieke Diah Pitaloka, seorang politisi yang juga istri dan ibu buat keluarganya. Sepak terjang Ibu ani dalam percaturan politik sudah tidak diragukan lagi oleh khalayak. Meskipun demikian sebagai perempuan politisi Ibu Ani kerap mendapatkan perlakuan yang bias dari media dan masyarakat umum bahkan juga dari sesama anggota parlemen. Budaya timur yang kerap memposisikan perempuan hanya sebagi pelengkap dalam rumah tangga membuat ego Ibu Ani terluka karena pada kenyataannya sekarang zaman telah berubah dan perempuan manapun di belahan pada dasarnya punya hak untuk bisa menentukan masa depannya. Curhat-an Ibu Ani seakan mengajak qta, perempuan Indonesia supaya bisa lebih menghargai dirinya sendiri terlepas dari kodratnya sebagi wanita. Pada bagian akhir dari adegan monolg ini (saat Ibu Ani di ikat dan disekap) sebenarnya saya agak kurang "nge-klik" dengan dialognya, terlalu banyak pengulangan kalimat. Mungkin pengulangn kalimat utu dimaksudkan sebagai suatu ungkapan putus asa Ibu Ani ttng identitas dan keberadaan penyekapnya yang dianggapnya sangat pengecut.

Ada juga Khadijah, seorang pekerja seks mangkal yang dibawakan dengan sangat menggoda oleh Ria Irawan. Khadijah kerap di tangkap oleh petugas asusila saat sedang "bekerja". Pernah suatu hari dalam penggerebekan Khadijah tertangkap ketika sedang melayani pelanggannya. Seketika pelanggannya itu dengan segala tipu dayanya menyamar dan akhirnya bergabung dengan gerombolan petugas asusila menangkap dirinya dan pelacur2 lainnya. Dari curhat-an Khadijah ttng hidupnya qta dapat menarik kesimpulan betapa munafiknya sistem masyarakat Indonesia yang umumnya berpaham patriarkis. Saya tiba2 teringat pada novelnya Nawal El- Saadawi "Perempuan di Titik Nol" yang juga menceritakan ttng bagaimana perjuangan perempuan di tengah carut marutnya kekuasaan sistem patriarki yang sangat munafik.

Secara keseluruhan Monolog Perempuan Menuntut Malam menyajikan dialog cerdas yang menggambarkan kondisi perempuan Indonesia sekarang ini. Saya pribadi merasa ada yg kurang dari monolog itu ttng gambaran perempuan Indonesia, karena jauh melintas batas negara ada banyak perempuan Indonesia berjuang untuk meggapai masa depannya. Saya rasa perempuan2 yg sering disebut "Pahlawan Devisa" layak sekali untuk dijadikan tema monolog perempuan menuntut malam. Mungkin di lain kesempatan ada pekerja seni yang bisa memberikan sedikit penghargaan bagi para pahlawan devisa tersebut. Siapa ya.... kapan ya...


~* Rienz *~

Senin, 10 Maret 2008

Monolog Sabtu 08 Maret 2008 (Part I)

Biasanya weekendku sangat biasa tapi kali ini agak sedikit Ruuar Biasa... Gak biasanya sabtu lalu aku keluar rumah dari pagi sampai malam bahkan pake acara nginep segala lagi. Berbagai macam rasa ada di hari sabtu dari yang gak enak, biasa aja sampe yg uenak. Wuihh.. never forget lah... asam, manis, pedas, gurih n spice ada di weekendku Hmmm....Yummy....

Sekitar jam 10 pagi aq bersama Mela+Nayla, Penny, Edo & Retno sudah bergerak ke arah timur menuju rumah Eva. Qta memang sudah berencana untuk menjenguk Eva dan anaknya, Zalfa Calista sbg new commer di bumi ini. Calista gemuk n lucu pa lagi kalo lg dipakein alis, kayak boneka cina. Pokoknya bahagia tergambar di mata Eva, Heru dan seluruh keluarganya.
Walau diwarnai sedikit gejolak di awal perjalan antara Edo dan Penny tapi semua tetap bersuka pa lagi diselingi tingkah lucu dan malu2 Nayla. Pd kesempatan itu qta jg memberikan bingkisan dari temen2 kantor berupa Baby Stroller Pikko yg dibeli sehari sebelumnya di Mal Ambassador.

Ramah temeh diselingi sup hangat, ayam, emping juga beberapa kudapan membuat suasana gerimis nan dingin jd hangat. Sekitar jam 01.30 akhirnya kunjungan qta pun usai. Selai tuan rumah yg sudah kelihatan lelah dan butuh istirahat, qta juga ingin memanfaatkan weekend tuk berbagi keperluan pribadi yg pastinya menyenangkan. Dlm perjalan pulang aq memutuskan untuk mampir sebentar melihat temen2 kantorku yg semangat main badminton. Edo mengantarku dan Retno sampai terminal blok M sementara Mela dan Nayla di drop di depan Blok M Plasa, sedangkan Edo n Penny bebas entah kemana melanjutkan acara weekendnya.

Aq dan Retno sampai di Andhara (gelanggang bulutangkis) sekitar jam 04.30. Disana sdh banyk temen2 yg sedang asik bertanding. Diantaranya ada Iman, Sandy, Dolly, Mukti, Putut, Candra, Erik, Denny, Adun, Ibrew, Joko. Sedangkan Maria (istrinya Ibrew) memanjakan dirinya dengan menonton TV dr Ponselnya. Hanya setengah jam Aq berada di Andhara karena setelah itu aq ada janji sama Nisa dan Mbak Ilenk tuk nonton Monolog di TIM. Aq harus segera pulang untuk membersihkan diri dari aroma asap dan debu. Gak lucu kan klo dateng ke acara yg cukup prestisius itu dengan dandanan kumal. Paling tidak aq pengen terlihat rapi dan tercium wangi....hi...hi...hi...

(...)

~* Rienz *~


Selasa, 04 Maret 2008

Ayat Ayat Cinta

Kalo dulu hari Senin biasanya asik banget buat nonton coz program "nomat" terbukti ampuh tuk menjaga isi kantong tetap save dan bisa survive. Tapi sekarang Senen smp Jumat sudah jadi waktu wajib buat penggemar film tuk nomat. Hidup sepertinya semakin rileks aja, tetapi sebenarnya ini bahaya loh... Waktu nomat yang panjang bisa menguras isi kantong. Bayangin aja dari senin sampai jumat geto loh... Dan Hollywood serta industri film dari dalam dan luar negeri seakan gak pernah kehabisan ide cerita tuk menelurkan film2 bagus dan Oks. Hiks... kantongku bolong, hiks...

Senin 8 February kemarin akhirnya jadi juga aq nonton Ayat-Ayat Cinta (A2C) yang di visualisasikan dengan cukup apik oleh Hanung Bramantyo selama hampir 2 jam. Aq nonton berdua Nissa di Setiabudi 21. Sebenarnya Fadli mo ikutan tapi dia dah diboking duluan sama mamanya buat nonton Ayat-ayat Cinta juga.

Novel A2C memang sangat fenomenal. Semenjak launchingnya pertama kali ditahun 2006 novel ini mendapat sambutan yg sangat antusias dan luar biasa dari para penikmat novel di Indonesia. penulis dan penerbitnya menangguk keuntungan financial yang sangat berlimpah. Aq rasa A2C termasuk novel pop-sastra yang kehadirannya sangat tepat ditengah kejenuhan tema novel2 sastra di Indonesia. Menurut sumber yang dapat dipercaya Mbak Asma Nadia), awalnya novel A2c diperuntukkan Kang Abik untuk mahar calon istrinya. Kiranya ridha Allah sangat berlimpah untuk Kang Abik dan keluarganya karena secara tidak terduga maharnya Kang Abik ketika diterbitkan oleh Republika menjadi novel best seller yang sangat dinanti oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas kaum muslim.

Buat yang sudah menikmati A2C versi novelnya pasti akan merasa sedikit kecewa (sekitar 40% lah...) karena A2C besutan Hanung Bramantyo ternyata jalan ceritanya sedikit berbeda dari novelnya. Awalnya sih jalan ceritanya sama walau ada beberapa penyesuain setting, plot dan alur cerita. Tapi ketidaknyamanan A2C timbul karena jika dinilai secara keseluruhan tema yg diangkat jd terlalu melebar. Kalau dalam novelnya hanya bicara ttg pahit dan manisnya cinta segitiga tapi dalam filmnya dikupas lebih mendalam lagi karena lebih menjurus ke arah poligami. Mungkin disesuaikan dengan isu yang tengah marak terjadi dlm masyarakat kita "Poligami". Selain itu yang sedikit mengganggu para penikmat A2C adalah keberadaan pemainnya, seperti Surya saputra dan (bintang sinetron gaek yg biasa berperan dalam sinetron Indonesia). Sepertinya mereka berdua kurang cocok untuk membawakan peran sebagi Kyai dan paman dari Aisyah.

Ada beberapa adegan dlm A2C yang mengingatkan Aq pad film India "Kuch2 Hota Hai" seperti adegan dlm percakapan antara Fachri dan maria di atas Jembatan Sungai Nil dan Adegan sewaktu prosesi perkawinan antara Fachri dan Aisya. Pantas aja aq merasa De Ja Vu coz ternyata setting adegan itu ternyata di ambil di sungai Gangga, India (Gazebo-nya yg mengingatkan aq) lalu setting perkawinan dan pelaminan dan tempat tidur pengantin yg Inddiahe sekalee......

Tapi adanya film A2C patut diacungi dua jempol deh... Soalnya flm ini konon sudah ditonton lebih dari 4 juta masyarakat Indonesia, itupun belum yang termasuk yg menonton lewat CD bajakan. Fantastis banget kan.... Apalagi A2C jg ditonton oleh para petinggi negara loh... Edan bgt... Rehat sejenak dari serangan harga minyak goreng dan minyak tanah yg terus melambung serta bencana nasional lain yg bikin puyeng coz smp saat ini blm ada solusinya.

Terlepas dari kekurangan yang ada dalam film A2C setidaknya kehadiran A2C membawa angin segar dalam perfilman Indonesia. Selain itu A2C seakan menjadi oase yg menyejukkan tuk tema film2 Indonesia yang kebanyakan berbau horor. Sukses A2C.....

~* Rienz *~

Selasa, 26 Februari 2008

Menanti




Jingga yang melumuri senja seakan menjadi pertanda pamitnya Sang Surya dari tugasnya. Trotoar di sisi kanan dan kiri jalan protokol itu hampir dipadati oleh para pegawai yang telah selesai melaksanakan rutinitas kerjanya. Ada yang langsung pulang, ada yang sedang menunggu bus, ada yang janjian dan ada yang pula yang masih bergerombol ditemani semangkok bakso atau seporsi somai atau sekantong gorengan.

Sepasang mata perempuan itu memandang gelisah ke arah shelter busway lalu lalu tatapannya berpindah menyusuri setiap jengkal jembatan penyebrangan yang menghubungi shelter itu dengan dirinya. Arimbi berdiri di depan pintu masuk gedung kantornya.

" Mungkin buswaynya selalu penuh, jadi dia tidak terangkut " duganya dalam hati.

Busway berikutnya pun lewat, tetapi dia tetap tidak menemukan sosok yang dinantinya dalam rombongan yang baru saja keluar dari busway.

" Mungkin dia ada di busway berikutnya " hiburnya

" Atau dia naik bus umum? "

" Kurasa tidak salah jika aku menunggunya di sini " masih mencoba berbagai kemungkinan.

Tiga puluh menitpun menggelinding sempurna dan busway yang kesekian baru saja berlalu. Arimbi masih tetap berdiri, menunggu. Jiwanya yang resah terus melaju bersama busway yang melintas. Matanya terus mencari tapi yang dicari seakan sembunyi.


" Ya Tuhan, pertemukan aku dengan dia...pertemukan aku dengan dia...pertemukan aku dengan dia... Please Tuhan...pertemukan aku dengan dia"


Mulutnya komat kamit seperti dukun yang sedang merapal mantra terus beradu dengan gelisahnya.


Lalu sunyipun datang menerpa. Dadanya terasa sesak terhimpit kata-kata dan air mata. Arimbi menyeret langkahnya menuju halte bus. Kakinya yang kesemutan karena berdiri terlalu lama seakan bertambah berat. Sesekali dia menengok ke belakang berharap ada keberuntungan tetapi dia tetap tidak ada. Sebelum sampai halte bus yang biasa mengantarnya pulang melintas. Spontan Arimbi menghentikan laju bus itu. Arimbi membawa kecewanya bersama bus itu





Senin, 25 Februari 2008

Sabtu Suka-Suka









Bingungnya si Gemini....
Emang si Ririn orangnya suka lupa... Aq kadang suka sebel sendiri sama sifatku yang satu ini, padahal sudah berusaha paling tidak untuk mengurangi kadar ke-lupa-anku tapi masiiiiiih saja terus berulang.... Cap Cay de....

Antara sadar dan tak sadar aq bikin tiga janji tuk hari sabtu. Gubrax....bingung deh jadinya.
Ketika aq menyetujui ajakan teman kantorku (kalo gak salah hari Rabu) tuk makan bareng di BUMBU DESA Cikini sebenarnya aq sudah kadung janji tuk bantuin Om Yo menyukseskan acara launching Buku Puisinya Dino F. Umahuk. Trus saking senangnya disapa oleh teman lama waktu SMA, Sri Astuti tuk ketemuan di hari sabtu, menghilang pula Om Yo dari agenda otakku.

Akhirnya aq pilih Mas Yo coz aq memang sdh bikin janji duluan dengan dia. Alasan lainnya karena aq sedang jenuh dengan segala hal yang berhubungan dgn kantor termasuk orang2nya. Situasi kantor yg monoton, membuatku bosan jadi aq memang sengaja melibatkan diri pada urusan yang bernuansa beda yg lebih smart dan membuat otak lebih tajam dalam menelaah.

Awalnya aq janjian sama Nissa (temen setujuan yg pertama kali ketemu di Gathering KSB) di Swalayan Santa. Dari situ qta menuju O La La Cafe di Blok M Plasa. Ternyata di sana sudah menunggu Om Yo, Sari dan Wendri. Selagi memesan coklat panas datang Agus, Rahma, Mas Sahlul dan Mas Ndaru si Photografer. Di O La La Cafe kita membahas teknis operational dan pembagian tugas untuk mensukseskan acaranya Dino F Umahuk. Dalam kepanitiaan itu aq bertanggung jawab tuk mengawasi kelancaran konsumsi untuk para tamu yg hadir. Kira2 jam 03.30PM meetingnya selesai dan diakhiri dgn makan2 di The Noodles yg masih satu lantai dgn O La La Cafe. Sendau gurau dan obrolan ringan menghangatkan suasana makan sore itu. Ditengah obrolan seru itu aq dan n Nissa pamit pergi karena acara launching 1GB sudah menunggu.

Sampai di DikNas ternyata acara belum dimulai, padahal qta sdh telat datang. Haduh ...dasar Indonesia....
Setelah shalat Ashar akhirnya acara diskusi itu dimulai dgn Mbak Prita sebagai pemandu acara. Ditemani oleh segelas aqua dan sepotong kue bolu dari toko sus merdeka, diskusi itu berlangsung cukup menyenangkan dan hangat walaupun yang hadir tidak banyak, hanya sekitar 10-15 orang saja. Dinginnya udara di luar dan di dalam ruangan tidak membuat Four Masketers yang hadir seperti; Mbak Helvy, Mbak Asma, Mbak Imoet dan Mbak Ari mengendorkan semangatnya untuk memotivasi para audience dengan Gerakan Perempuan Indonesia Menulis. Mereka berharap perempuan Indonesia menjadi perempuan yang smart dan peka terhadap lingkungan sekitarnya hingga dapat menuangkannya dalam bahasa tulisan.



Oya, dalam diskusi itu aku mendapat buku karangan Mbak Asma Nadia yang berjudul "catatan hati seorang Istri". Aq yang pada dasarnya kurang menyukai novel2 sejenis "Chicken Soup" menjadi perempuan yang beruntung karena memiliki buku itu. Sungguh tak disangka ketika hati bahkan jiwa yang sedang terhina dan terabaikan oleh rasa cinta yang begitu mendalam terhadap laki2 tiba2 mendapat suntikan insulin yang menetralisir gula darahku. Aq sungguh beruntung.... Terima Kasih Mbak Asma...



Menjelang Maghrib diskusi itupun akhirnya berakhir. Acara ditutup dengan acara ramah-tamah dan foto bersama. Thanks bgt buat The 4 Masketers tuk segala inputan positifnya dan Hidup Gerakan Perempuan Indonesia Menulis ....



Sebelum pulang, Nissa sempat memperkenalkan sosok Fadli padaku. Laki2 yang berpenampilan rapih dan harum. Gimana enggak disaat weekend masih pake jaket casual yang cenderung resmi. Qta juga sempat mampir ke rumahnya Nissa yang seperti Gallery untuk shalat Maghrib dan makan malam. Dari rumah Nissa qta (Aq. Nissa dan Fadli) menuju ke arah Fatmawati karena berdasarkan kesepakatan, qta akan menghabiskan waktu di malam minggu itu dengan acara olah vokal di NAV Karaoke di D'Best. Senang dan leganya hati ini... karena akhirnya rasa sesak yang menghimpit dada selam hampir seminggu ini bisa larut dan melayang bersama setiap nada yang keluar dari tenggorokan ini. Ternyata dibalik penampilan necisnya Fadli bisa GILA juga, LUMAYAN REMBESsss.... Setelah menjerit2 dan ngejamz selama 2 jam lalu qta pergi menuju kemang untuk melihat performance dari Juliete Band and launching Antique Band. Sekitar pukul 00. 30 akhirnya qta memutuskan bahwa kegiatan hura2 itu harus berakhir. Aq pulang diantar Nissa setelah sebelumnya mengantar Fadli dulu sampai ke komdak.



Malam minggu yang menyenangkan...capek juga menghibur...sakit dan menyegarkan



Rienz

Kamis, 14 Februari 2008

Ultah APSAS ke-3


Happy Birthday 2 U... Happy BlezzDay 2 U...
Dengan dikomandoi oleh Mang Jamal n Widzar Ceremonial Apsas mengalun semarak setelah beberapa pepatah - pepeteh dari Mbak Ochi sebagai pendiri Apsas dan dari Direktur JF terlontar.

Aq jadi Oshin....
Gak pernah kebayang sedikitpun jika suatu saat nanti aku akan berpakaian layaknya seorang Geisha. Aq terima kasih bgt pada Apsas dan JF yang telah mewujudkan impianku. Sebenarnya sih bukan Kimono tapi Yukata. Sepengetahuanku Yukata adalah kimono Jepang untuk musim yang diperuntukkan bagi pria dan wanita. Yukata terbuat dari bahan yang ringan dan pemakaiannya juga tidak berlapis-lapis. Sedangkan Kimono adalah pakaian adat resmi untuk wanita Jepang. Kimono umumnya dipakai oleh para wanita bangsawan dan Geisha di Jepang. Tidak sembarang perempuan Jepang bisa mengenakan Kimono, selain mahal harganya (terbuat dari kain sutera pilihan) juga berat karena berlapis-lais pemakaiannya.

Tapi kita tidak akan terus berbicara ttg kimono, kita bicara soal Ultah ApSas.
Walaupun Jakarta diguyur hujan yang lumayan derasnya dalam frekuensi yang lama, tapi tidak menyurutkan minat para pecinta sastra untuk datang ke acara Apsas. Hujan pula yang membuat acara mundur sekitar satu jam dari jadwal yang telah ditetapkan. Aq datang sama Nissa temen waktu gathering KSB di MP. Bersama Nissa pula aku ikut jadi panitia Volunter untuk Apsas.

Acara dipandu oleh Mang Jamal (yang kocak) n Widzar. Ultah Apsas dibuka dengan kata sambutan dri Mbak Ochit pendiri Apsas dan Mr...... (Direktur JF). Setelah itu dilanjutkan dengan persembahan Monolog dari pak Danarto dan Lisa. Aq lupa judul monolognya karena sebagai seksi sok sibuk (ceillee...), aq jadi suka mondar-mandir dan bantu sana-sini. Tapi aq tau jalan ceritanya, dalam monolognya Pak Danarto menceritakan perbincangan antara Seorang raja dengan rakyatnya.

Setelah Pak Danarto ada ada pembahasan novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami oleh Febby yang dipandu Mbak Rita, dengan nara sumbernya Pak Bambang dari JF. Lewat alur cerita terstruktur yang disampaikan Pak Bambang kita jadi sedikitnya tau ikhwal adanya karya2 Murakami. Diskusi Murakami diselingi oleh lagu2 The Beatles yang dilantunkan dengan apik oleh temen2 Class-Room Band dari Plastic Soul dan pembagian doorprize. Sebel deh harus merelakan Kafkanya Haruki Murakami jd milik orang lain. Hiks

Lalu ada launching bukunya Arie Saptadji. Setelah itu ada pembacaan Cerpen " Tom Tua" dari Sang Idola Hamsad Rangkuti . Ada monolog cantik itu luka milik Eka Kurniawan yang di lakonkan dengan apik oleh mabk Maya sekartadji. Teater Pintu 301 asuhan Bung Kelinci juga ikut ambil bagian dengan Kembang Jepunnya. Pembahasan terakhir mengenai sastra terjemahan yang dipandu oleh mas Badri dengan nara sumbernya Shohei yang juga seorang Dosen di Indonesia. Akhirnya Ultah Apsas di akhiri dengan foto bersama.
Oh ya... ada yang terlewat waktu break makan siang Aq sempat bincang2 sebentar dengan Pak Hamsad Rangkuti loh... Meskipun Depok cukup jauh ditambah hujan yang mendera jakarta sejak malam ternyata tidak menyurutkan minat Pak Ramsad tuk menghadiri Ultah ApSas (Salut.....). Dalam obrolan singkat itu Pak Hamsad memberikan tips dan advice bagaimana menjadi dan menumbuhkan semangat juga minat untuk bisa berkarya di bidang sastra. Pak Hamsad berkata kalo kita harus mengikuti kata hati serta nalar sehat dan jangan sampai terpengaruh dengan hal2 yang bisa mengubah minat kita dalam bersastra.

Secara keseluruhan materi acara yang ditampilkan sangat bagus tetapi karena waktu penyajian yang terbatas jadi mengurangi keasyikan interaksi para peserta.
Acara yang hendak ditampilkan terlalu padat sedangkan waktu mulainya ngaret seperti kebanyakan acara-acara di Indonesia ( aq kira di JF bisa On-Time coz disana yang berkuasa orang Jepang).

Aq baru kali ini menghadiri acara ApSas jadi kurang begitu paham seberapa antusiasnya para penikmat sastra. Tapi dari seringnya aq hadir di acara bedah buku, menurutku UlTah Apsas bisa dibilang tidak terlalu ramai dan seru. Mungkin Hujan menjadi salah satu kendalanya yang menyebabkan orang malas untuk keluar rumah. Dan sepertinya para Mahasiswa/i LIA yang datang kebanyakan bukan karena mereka suka sastra tetapi mereka hanya ingin menyaksikan penampilan dari teman2nya saja. Mungkin salah satu dari mereka ada yang antusias dengan acara tersebut tp aq rasa..... (Aq telah berburuk sangka). Acara ApSas mulai agak menggereget ketika jam makan siang berakhir coz banyak penyair yang datang telat, seperti Mas Jonathan & Mas2 yang suka rame di belakang ( aq gak tau namanya , tapi yang kutahu nama milisnya akubukan siapa2).

Moga2 di tahun depan Apsas gak kehabisan waktu hingga bisa berbagi waktu dengan para penikmat sastra.
Selesai acara foto bersama anggota Apsas Aq n Nissa tidak langsung pulang coz harus ganti kostum lagi. Setelah itu ada acara kumpul-kumpul panitia dan volunter. Waktu pada ngumpul Mbak Ollin membagi2kan kaos, coklat, buku dan kalender kiriman dari temannya yang berada di Swiss. Aq kebagian kaos, buku dan coklat loh.... (senangna.....) Sebenernya ada lagi, seperti biasa jika acara kumpul2 telah selesai pasti meninggalkan ada makanan dan minuman yang tertinggal tapi bukan sisa loh... Namanya makanan r minuman lebih. Jadi para panitia dan volunter tidak pulang dengan tangan kosong. Yah....lumayan deh...
Aq dan Nissa meninggalkan JF selepas maghrib setelah sebelumnya ngobrol dengan Mbak Ollin sambil nunggu jemputan sodaranya Nissa. Aq sampe rumah menjelang Isya, pegeee...lll bgt karena pake Yukata dari pagi sampe sore, tapi seneng bgt bisa kopi darat dan bertukar kata sesama anggota millis.
Pegelll.... Ngantu....Zzzzzzz....


Rienz

SINTREN


Menikmati SINTREN hampir sama rasanya dengan Ronggeng Dukuh Paruk milik Ahmad Tohari. Keduanya sama-sama mengangkat tema budaya daerah pesisir pantai utara pulau jawa yang sekarang sudah jarang ditemui. Jika berbicara tentang Sintren atau Ronggeng pastinya berhubungan dengan dengan perempuan yang dianggap minus dimata masyarakat. Seorang sintren atau ronggeng kerap dianggap sebagai perempuan yang tidak punya moral karena dengan segala kemolekan yang dimilikinya bisa membawa bencana bagi orang lain. Selain itu budaya sintren dan ronggeng juga dianggap membawa pamor mistis jika pertunjukan mereka sedang digelar karena tidak setiap perempuan bisa menjadi seorang sintren atau ronggeng. Dalam novel mereka juga dijelaskan bahwa jika seorang perempuan terpilih menjadi sintren atau ronggeng, mereka harus melewati tahap2 yang berhubungan dengan hal-hal gaib. Dan proses itu bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi dalam novel ini Dianing dan Ahmad Tohari menggambarkan kontradiksi feminin berbalut fiksi dengan akar budaya pesisir.

Sitren menceritakan tentang kehidupan keluarga Pak Marto yang sarat dengan aroma kemiskinan. Keinginan Pak Marto untuk bisa mewujudkan cita2 anaknya, Saraswati sampai jenjang universitas tidaklah mudah. Pak Marto harus berjuang menghadapi hidup dan idealisme tradisional istrinya. keinginan Saraswati untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi terbentur oleh pemikiran rasinal ibunya yang berisi materi saja. Istri Pak Marto seakan sudah lelah dengan kemelaratan sehingga dia menjadi ibu yang egois bagi Saraswati. Sebagai remaja yang punya persoalan sendiri, Saraswati juga tidak ingin menjadi anak yang durhaka. Dia tetap melakukan perintah ibunya walaupun itu bertentangan dengan keinginan hatinya. Saraswati merasa beruntung mempunyai Pak Marto yang selalu bisa mengerti akan keluh kesahnya walaupun pengaruhnya kecil sekali kepada ibunya.

Saraswati yang belum lulus SD harus menerima akibat dari pinangan anak majikan ibunya. Tetapi saraswati merasa bersyukur karena kelicikan seorang temannya yaitu Wati dan ibunya akhirnya Saraswati batal menikah dengan anak juragan ibunya. Tetapi persoalan baru timbul, Ibunya Saraswati yang sangat kecewa dengan keputusan anaknya telah secara sepihak menerima ajakn temannya Larasati untuk menjadikan anak nya seorang ronggeng. Pada awalnya Saraswati berat sekali menerima keputusan sepihak ibunya tetapi pada akhirnya dia bisa meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia mampu menjadi seorang sintren.

Mungkin Saraswati memang telah ditakdirkan menjadi Sintren dan hal ini terbukti dari mudahnya sesuatu yang amat magis merasuk dan menyatu dalam tubuh Saraswati. Setelah melewati sebentuk prosesi akhirnya Saraswati menjadi seorang sintren. Banyak hal yang berubah pada diri saraswati setelah menyandang status sintren. Yang paling nyata adalah perubahan fisik Saraswati yang semakin dewasa dan sangat menarik bagi laki2. Selain itu secara psikologis Saraswati menjadi seseorang yang bisa melihat dan merasa hal-hal gaib.
Saraswati menjadi sintren yang sangat digandrungi oleh kaum adam baik tua dan muda. Setiap penampilannya Saraswati tdak hanya mengundang decak kagum dan hasrat kaum lelaki saja, tetapi juga mendatangkan rezeki bagi para pedagang yang berjualan di sekitar pertunjukan sintren itu. Keberadaan saraswati yang menjadi ikon seksual bagi laki-laki mengundang iri

Selasa, 12 Februari 2008

Gathering Bentang

Akhirnya aku ada di tengah2 komunitas sensitif yang peka dengan segala perubahan di sekitarnya.

Gathering yang sangat menyenangkan dan sarat akan informasi. Diadakan hari sabtu tanggal 9 February 2008.

Aku datang dengan Mbak Sri, teman sekantorku lain divisi yang juga pecinta sastra. Sebelumnya aku juga sudah buat janji dengan Nissa dan Hanna yang aku kenal di millis. Tapi sayangnya Hanna gak bisa ikutan menyemarakkan Gathering itu.
" Rien, sorry ya aku ada tutorial sampai malam. Aku diceritain aja deh gimana ramainya acara itu. Deal ya..."

Ada Mbak Endah, Mbak Ilenk, Mas Kev, Mas Ersta, Mas Fachrul, Mas Imam, Mas Mukti Cs, Mbak Sekar, Blalang Kupu2, Nissa, Mas Jo.

Acara Gathering itu dibuka oleh pertunjukan musikalisasi puisi oleh Mas Mukti (Aku jadi teringat Leo Kristy). Setelah itu ada sekapur sirih dari Mas Kris, bosnya Bentang. Dilanjutkan dengan aksi dari Mas Fachrul Rahman yang membawakan salah satu puisinya yang ada di "Dongeng untuk Poppy". Setelah itu ada penampilan yang sangat mengagumkan dan ekspresif dari Mas Imam Soleh. Mas Imam sangat mempesona dengan "Djante Arikidam "nya. Sebelumnya Mas Imam juga tampil membawakan puisi yang bertema tentang Ayam (tetapi bukan sembarang Ayam loh...). Mas Imam juga tak pelit berbagi informasi dengan semua peserta Gathering ttg bagaimana mengkomunikasikan sebuah karya (puisi) kpd khalayak dgn cara yg tidak membosankan. Lalu ada Aurelia Tiara yang membawakan karya milik Mas Kev.

Selain penampilan dari para maestro sastra ada juga persembahan dari para anggota KSB. Seperti Acun yang membawakan cerpen Dering, tetapi performancenya jauh dari menarik (mungkin karena gaya penuturannya yg kurang ekspersif jadi terkesan membosankan). Lalu ada juga puisi dari Blalang Kupu2. Sedianya di acara itu aku juga akan mengekspresikan diriku (setelah kena bujuk rayu Apri) tapi karena waktu yg sempit jadi dipersingkat deh...hiks... tapi gak jadi juga gak masalah coz aku gak PeDe tampil di depan orang2 sastra

Dan yang paling membahagiakan kami semua adalah kedatangan begawan Sastra Indonesia Bapak Sapardi Djoko Damono. Aku yang tadinya tidak berniat membeli buku jadi punya "Pengarang Telah Mati" hanya untuk mendapatkan tanda tangan dari Sang Maestro. Aku juga berfotoria dengan beliau loh... senangnya...
Selain dengan SDD, aku juga beramah tamah dengan Mang Jamal yang kocak abiezzz. Aku mendadak jadi pny " Dong Mu " supaya dapat sedikit kenang2n dari MJ.


Acara usai tapi kami masih tetap bercengkrama berbagi informasi. Thanks to Mas Jo yang sudah sharing dgn kita.


Annual Party



Kebahagian yang terperangkap dalam kamera










Aku diapit oleh Yayan ( kiri ) yang malam itu bergaya ala Giring Nidji dan Puji ( kanan ) yang malam itu romantis banget dengan dandanan serba pink.


 








Buncissss..... gigi aku dan Restu juga pengen kelihatan bahagia...












Aku & BF Yayan..... di belakang Puji juga ikut nimbrung...
 


********



Malam itu benar-benar memabukkan meski tanpa sedikitpun alkohol mengalir ke dalam tubuhku.
Tak ada habisnya aku mengumbar senyum dan tawa.
Hore..... ku dapat Door-Prize....

Malam itu aku benar-benar bahagia... 
Jika ada bahasa yang dapat menggambarkan inilah bunyinya :
Aku seperti kejatuhan rembulan...
Pusing... Silau...sangat senang...
Banyak bintang-bintang disekelilingku...
Pokoknya segala rasa bercampur dalam dirimu...
Sukar untuk diungkapkan....

Hingga kini mataku masih berkaca-kaca bila mengingatnya....
Karena ternyata Allah punya skenario lain yang lebih baik untuk hidupku...

Aku sungguh tak menyesal...


Terima Kasih ya... Allah...

Terima Kasih



Rienz

Kamis, 07 Februari 2008

Sugeng Rawuh Eyang



Tmans,

Masih ingat kan berita apa yang paling panas disiarkan di seluruh penjuru Indonesia? Tua-muda, laki2 dan perempuan semua membicarakannya. Bahkan perwakilan masyarakat dunia pun ikut bersuara. Tentunya masih hangat dlm ingatan kita bahwa pada tanggal 27 January 2008 Mantan Presiden Indonesia kita Bpk Soeharto dipanggil Allah SWT karena sakit (terjadi malfungsi organ2 tubuh).

Meninggalnya Bpk Soeharto di usia yang ke 87 thn mendatangkan banyak opini dari seluruh rakyat Indonesia. Berbagai ungkapan dari yang paling kasar smp yg paling halus terus bergulir selama hampir 2 minggu. Bahkan sampai hari ini pun masih ada stasiun TV yang menyiarkan acara ttng Pak Harto (biasanya bertajuk "In memoriam Bapak Soeharto"). Pemerintah jg mewajibkan kpd seluruh Departemen dan instansi terkait juga BUMN tuk memasang bendera setengah tiang.


Dengan meninggalnya Bapak Pembangunan Indonesia membuat rakyat terutama yang tergabung dalam Gerakan Anti Soeharto semakin pesimis dengan penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum tetapi sulit dicari pembuktian secara konkrit (coz nyawa bisa melayang) kalau Bpk Soeharto selama 32 tahn kepemimpinannya sudah membangun dinasti keluarganya dengan kuat. Banyak orang yang meyakini bahwa Pak Hato beserta anak-anaknya plus kroni2nya sudah menggelapkan bertrilyun2 uang negara. Yang susah dicari pembuktiannya bahwa Pak Harto cs sudah dengan pintar mengalihkan semua kekayaannya ke luar negeri dan ke beberapa orang kroninya untuk kelangsungan dinasti keluarganya.


Selain itu selama menjalankan roda pemerintahannya Pak Haro dan antek2nya melakukan tindakan anarkis dengan menangkap bahkan membunuh rival2 politiknya. Yang lebih sadis lagi Pak Harto dengan segala kekuatannya melakukan penculikan terhadap orang2 yang dianggap akan membahayakan dirinya dengan dalih membahayakan negara. Orang2 idealis itu diculik bahkan dibunuh dan tidak diketahui rimbanya serta makamnya. Selain itu Pak Harto cs juga memberangus jeritan rakyatnya yang selama ini terangkum dalam berbagai media surat kabar, televisi serta berbagai organisasi politik da n masyarakat. Pokoknya di masa pemerintahan Pak Harto semua borok di negara ini harus ditutup dengan menghalalkan berbagai cara. Yang tampak ke permukaan adalah berita yang bagus lagi membosankan. Semua orang mencoba membangun koneksi dengan keluarga cendana. Banyak petinggi negara yang mengorbankan rasa kemanusiaannya dengan melakukan penindasan kepada rakyatnya. Semua borok negara tercover dengan rapi karena pemerintahan Pak Harto mempunyai lembaga khusus yang ditugaskan secara khusus dan rahasia untuk menutupinya. Tapi sepandai2 orang orang menutupi bangkai pasti tercium baunya.

Meskipun demikian pemerintahan Pak Harto juga menuai banyak pujian dari dalam dan luar negeri. Pak Haro yang memang seorang petani sangat memikirkan penghidupan para petani dan nelayan di Indonesia. Pak Haro membangun suatu lembaga yang khusus menangani suplai barang2 kebutuhan pokok rakyat Indonesia. BULOG awal pembentukannya memang dengan niat yang bagus walaupun dalam pelaksanaanya terjadi banyak penyimpangan dan penindasan. Tapi bagaimanapun jeleknya Pak Harto, selama masa pemerintahannya kondisi negara berjalan cukup stabil. Hal ini bisa dilihat dari kemajuan di bidang pertanian, peternakan, perikanan juga pertambangan. Tetapi harus diingat sekali lagi semua kemajuan itu bukannya tanpa pengorbanan karna harga yang dibayar oleh rakyat Indonesia tanpa disadari sangatlah mahal yaitu KEMERDEKAAN. Walaupun secara defacto dan yuridis bangsa Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945 tetapi secara kemanusiaan rakyat Indonesia bukanlah pribadi yang merdeka. Hal ini tercermin dengan adanya pengaruh dari pihak luar negeri yang secara kasat mata mendikte dan mengangkangi kehidupan sosial politik rakyat indonesia dalam menentukan nasib bangsanya. Saya sendiri tidak tahu bagaimana perhitungan sebenarnya karena saya memang tidak menginginkan kue kekuasaan. Tetapi dari kehidupan sehari2 kita dapat merasakan berapa hutang luar negeri kita.... sangat besar....dan jumlahnya terus membengkak. Jadi setiap orang indonesia bahkan bayi yang baru lahir sudah punya kewajiban terhadap utang luar negeri bangsa ini. Hidup serba sulit dan muahal....
Capek juga membahasnya karena tidak ada solusinya...
Yah....Beginilah...

Tetapi secara pribadi saya mengucapkan TERIMA KASIH kpd Pak Harto untuk sumbangsih positifnya kepada negeri ini.

Selamat Jalan Pak Harto....Moga2 amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT...Amien




* Rienz *


Jumat, 18 Januari 2008

Diskusi Pertengahan January 2008


Duh...banyak kerjaan sampe gak sempet cerita...
Gak tau nih dah hampir dua minggu tiba2 volume transaksi Index & Forek di kantor melonjak tajam. Bikin pegel...
Aku mo cerita kalo hari rabu kemarin akhirnya aku dateng di acara diskusi novel In Cold Blood di MP Book Point. Awalnya sih aku ragu2 tuk dateng ke acara itu coz gak ada temen barengannya.
Tapi dengan semangat 45, aku maju terus pantang mundur coz sudah kadung penasaran sih jd hrs dituntaskan.

Setelah pulang dari kantor di Bapindo Aku naik Kopaja66 smp perempatan Kuningan trus nyambung pake Kopaja P20 ke arah Lebak Bulus dan turun di Republika. dari Republika nyampung pake angkot merah S11 k arah Puri Permata, Jeruk Purut.
Tiba di MP Book Point sekitar 10 menit menjelang pukul 6 sore. Tapi suasana cafe masih sepi, yang ada hanya para penyelenggara acara, sekitar 5 orang lah...
Sedikit mengisi waktu aku keliling TB, kali aja ada bacaan Oks. Akhirnya pilihan G jatuh pada Frida Kahlo dari Magdalena Carmen, murah cuma 9ribu saja.

Setelah puas memanjakan hati dengan koleksi2 yg ada di TB itu aku datang dan bergabung dalam Cafe . Seneng bgt deh dapat sambutan yang ramah dari Mbak Endah, si Nyonya rumah. Teh walini dan kue sus mencairkan suasana diantara para peserta. Akhirnya sehabis shalat maghrib acara dimulai. Narasumbernya Bpk Adreas Harsono yang seorang jurnalis, dosen dan pendiri PANTAU. Tidak hanya berbicara soal latar belakang In Cold Blood sendiri yng sgt fenomenal tapi pembahasan juga melebar dlm sebuah topik yg dikenal sbg Jurnalime Sastrawi.

Pokoknya malam itu diskusinya seru bgt deh, In Cold Blood dan relevansinya dgn Jurnalisme Sastrawi. Aku yg awam soal sastra apalagi dunia jurnalistik paling tidak jadi bs punya pandangan baru terhadap profesi penulis dan bagaimana sebaiknya tulisan yang baik dan bermutu itu. Aku jadi sedikit memahami kode etik yang harus di punyai oleh seorang Jurnalis yang baik, yaitu : Orisinalitas ide dan keotentikan fakta.

Pembahasan yang berat... tp menyenangkan dan juga cukup menyegarkan pikiran.

Sepertinya aku baru tersadar kalo otakku ternyata blom majal.
Sebetulnya acara diskusi itu juga dirangkai dengan pemutaran filmya (lupa judulnya) tp setelah diskusi meriah aku pulang duluan karena gak enak sama Ortu jika pulang kmalaman.
Aku pulang melewati jalan yg sama dgn kedatanganku sore td. Kepala dipenuhi gambaran sosok Pramudya, Remy Sylado, Andrea Hirata, Langit Kresna, ES Ito beserta karya2 mereka. Ternyata mereka tidak hanya smart tp juga licin. Woww... Gimana gak mengagumkan coba klo mereka bisa menggabungkan antara fakta sejarah dengan imajinasi logika.

Aku suka dgn karya2 mereka yg kaya ide idealisme.

Jika ada yg mengecap mrk sbg "penipu sejarah" sebaiknya hrs memikirkan lagi deh istilah yg tepat dan santun.
La wong mereka bukan wartawan kok jd sah-sah saja...

Duh ternyata menulis itu gak gampang yahhh...


* Rienz*