Rabu, 01 Juni 2011

Hadits Ke-10: Syarat Terkabulnya Do'a




الحـديث العاشر
HADITS KE-10 : SYARAT  TERKABULNYA  DO’A

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى :  ,يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً - وَقاَلَ تَعَالَى : , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ - ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .
[رواه مسلم]

Terjemah hadits /  ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : “Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda : ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firman-Nya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah (QS Al-Mu’minuun: 51). Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian (QS Al-Baqarah: 172)’. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh (safar) dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : ‘Yaa Robbku, Ya Robbku’, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan”.
(Riwayat Muslim).

Pelajaran :
1.      Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah Ta’ala dari segala kekurangan dan cela.
2.      Allah Ta’ala tidak menerima apapun kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.
3.      Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah Ta’ala.
4.      Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.
5.      Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.
6.      Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.
7.      Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
8.      Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.
9.      Oorang yang sedang safar dan hatinya dekat kepada Allah Ta'ala sangat mengharap akan terkabul doanya.
10.  Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam berpakaian atau berpenampilan, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.


Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah



~* Rienz *~

0 komentar: